Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Kegelisahan Archie


__ADS_3

Di sini lah Archie berada, tepatnya di hadapan klinik psikologi milik istrinya. Archie saat ini tengah duduk di dalam mobilnya. Raut wajah Archie terus mengembangkan senyum. Senyumnya semakin merekah kala melihat wanita yang ia tunggu keluar dari klinik psikologi itu.


"Kimmy?" Archie bergumam sembari tersenyum.


Kimmy terlihat melambaikan tangan padanya. Archie langsung keluar dari dalam mobil dan mendekat ke arah istrinya sembari membawa sebuket bunga mawar merah yang sudah ia beli di jalan tadi.


"Kau membawa bunga?" Kimmy tersenyum saat Archie mengulurkan bunga itu padanya.


"Untukmu!" Jawab Archie dengan malu-malu. Ah, mengapa dirinya seperti ABG yang sedanf kasmaran


"Terima kasih," Kimmy menghirup wangi bunga itu dengan senang.


"Dari kapan kau sampai di sini?" Kimmy menatap wajah suaminya yang masih tersenyum kepadanya.


"Sejak pukul 4 sore," Archie melihat arloji yang melingkar di tangannya.


"Ya ampun, ini sudah pukul enam. Kau menungguku selama tiga jam?" Kimmy terlihat terkejut.


"Iya. Memangnya ada yang salah?" Archie berkata dengan bingung.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja aku kasihan kau menunggu selama itu. Bagaimana pekerjaan di kantor? Apakah ada yang terbengkalai?" Kimmy tampak sangat khawatir.


"Tidak ada. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan. Aku akan selalu menjemputmu tepat pada waktunya."


"Jangan begitu! Aku bisa pulang sendiri!" Kimmy merasa tidak enak hati.


"Tidak apa. Setelah semua yang terjadi, aku hanya sedang berusaha lebih keras untuk melindungimu. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi," Archie menatap Kimmy dengan sendu.


"Sudahlah. Itu semua sudah berlalu. Kejadiannya sudah satu bulan yang lalu. Aku baik-baik saja. Percayalah!" Kimmy menggenggam tangan Archie.


Hubungan Kimmy dan Archie kini terus mengalami peningkatan. Mereka sedang merasakan kehadiran masing-masing. Mereka sama-sama tidak menyadari jika hatinya sudah terpaut satu sama lain dan sudah saling merasakan jatuh cinta.


Kimmy dan Archie mengobrol penuh antusias di dalam mobil. Mereka saling bercerita mengenai hari yang mereka lalui. Archie bercerita mengenai pekerjaannya. Kimmy pun bercerita mengenai kehadiran pasiennya dengan berbagai masalah yang ada.


"Aku senang istriku seorang psikolog. Dia jadi mengerti mengenai segala keluh kesah suaminya," Archie sesekali mencubit pipi Kimmy. Merasa beruntung memiliki orang yang senantiasa mendengarkan keluh kesahnya.


"Aku juga senang ada seseorang yang mau mendengarkan segala isi hatiku. Kau tahu? Sebagai seorang psikolog, orang-orang berpikir kalau kami tidaklah butuh teman curhat, teman bersandar. Orang-orang selalu mengira jika seorang psikolog bisa mengatasi masalahnya sendiri. Padahal Psikolog juga manusia yang membutuhkan manusia lainnya, termasuk dalam hal berbagi keluh kesah," Kimmy menumpahkan segala uneg-unegnya.


"Aku mengerti. Mulai sekarang berbagilah semua hal padaku! Aku akan sangat senang sekali mendengarkannya," Archie berkata dengan lembut dan tulus.

__ADS_1


"Terima kasih," Kimmy tersenyum.


Senyum di wajah Archie langsung redup tatkala tape di mobilnya memberitakan mengenai sebuah kejadian kejahatan hari ini. Archie bukan fokus pada berita itu. Akan tetapi, fokus Archie adalah suara orang yang menyampaikan berita. Ya, itu adalah Flowi Brandie yang sedang melakukan siaran langsung. Saat ini karier Flowi semakin di atas angin. Banyak orang yang semakin mengelu-elukan namanya.


"Kau merindukannya?" Kimmy menoleh ke arah suaminya yang sedang menyetir.


"Tidak. Aku sudah tidak pernah mengingat Flowi ketika sedang bersamamu," ungkap Archie tanpa ada kebohongan dalam sorot matanya.


Saat bersama Kimmy, Archie memanglah tidak pernah terbayang lagi sosok sang mantan yang pernah ia cintai dengan dalam. Akan tetapi, Archie tidak bisa memastikan apa dirinya sudah move on seratus persen dari Flowi atau belum? Archie tidak mau merisaukannya, fokusnya adalah sekarang menjaga Kimmy dengan baik dan juga selalu ada di sampingnya. Archie ingin membangun sebuah keluarga yang normal.


"Ayo kita turun!" Ucap Archie saat mobil miliknya sudah sampai di pekarangan rumah Nino.


"Ayo!" Kimmy mengambil bunga pemberian suaminya dan keluar dari dalam mobil.


Malam ini sedikit berbeda. Nino, Tifanny dan juga Lily sedang pergi ke Belgia untuk berlibur. Kini tinggalah Kimmy dan Archie berdua di rumah super besar itu. Para asisten rumah tangga sedang sibuk di dapur dan jarang berbaur dengan mereka. Hal itu karena Archie dan Kimmy yang sibuk dengan pekerjaan sehingga jarang bersosialisai dengan mereka.


Kimmy dan Archie berganti baju. Lalu makan malam bersama di meja makan. Obrolan selalu menghangatkan Kimmy dan Archie. Mereka seolah tidak kehabisan topik untuk bertukar cerita.


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 10 malam. Archie dan Kimmy merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kimmy menghadap ke arah Archie dan memeluk pinggangnya. Archie tampak gelisah dengan apa yang dilakukan Kimmy. Archie adalah pria normal. Bohong jika ia tidak tertarik dengan Kimmy. Setiap malam ia selalu menahan hasr*tnya. Archie menginginkan hal yang lebih. Apakah ini waktu yang tepat untuknya meminta hak sebagai seorang suami?

__ADS_1


__ADS_2