Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Mengapa Aku Tidak Suka?


__ADS_3

"Tapi tak apa, Ar. Istrimu ini lebih cantik dari Flowi," goda teman Archie yang lain yang membuat Archie tidak senang. Entah mengapa ada perasaan tidak rela jika istrinya dipuji oleh orang lain.


"Benar. Wajahnya seperti wajah-wajah putri kerajaan. Atau dia merupakan keluarga Royal Family?" Seloroh James. Kimmy tak bergeming. Ia kini memainkan ponselnya. Kimmy tidak terlihat terganggu dengan pembicaraan mereka.


"Istriku bukan bagian keluarga kerajaan," Archie tersenyum.


"Hey, Nona? Kami teman-teman Archie," teman Archie yang lain menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Kimmy.


"Tidak. Istriku sedang tidak sehat!" Archie dengan cepat menangkis tangan temannya itu.


Kimmy hanya menatap dengan dingin, kemudian tatapannya beralih kembali kepada ponselnya.


"Ar, ayo kita pergi ke klub!" Ajak James kepada Archie.


Archie langsung melihat Kimmy. Kimmy tampak masih asik dengan ponselnya. Diam-diam Archie ingin tahu, siapa orang yang tengah berkirim kabar dengan istrinya? Padahal faktanya, Kimmy hanya sedang melihat-lihat galeri.


"Tidak. Aku akan menghabiskan waktu bulan maduku berdua saja," tolak Archie dengan masuk akal.


"Baiklah kalau begitu. Kau pasti ingin melakukan banyak hal dengan istrimu," James menaikan alisnya dengan tersenyum-senyum.


"Ya sudah. Kami pergi dulu, Ar. Kami pergi, Nona!" Pamit James dan teman-temannya yang hanya dibalas anggukan oleh Kimmy.


"Aku lebih menyukai Flowi. Wanita itu sangat tidak ramah dan arogan. Sementara Flowi sangat baik dan terbuka pada kita," bisik teman James yang terdengar oleh Kimmy dan juga Archie.


"Kau jangan memikirkan perkataan mereka! Aku minta maaf karena perkataan mereka," Archie menggenggam tangan Kimmy. Wajah Archie sangat terlihat penuh dengan rasa bersalah.


"Mengapa jadi kau yang meminta maaf? Aku tidak terganggu sama sekali," Kimmy berkata dengan wajah datar.


Tak lama, datang waitress beserta pesanan Kimmy dan Archie. Mereka berdua langsung melahap semua pesanan mereka dalam diam. Archie sibuk bergelut dengan pikirannya. Mengapa dirinya merasa tidak suka ada yang memuji kecantikan istrinya? Mengapa hati Archie terasa tercubit?


"Ayo kita minum!" Kimmy menuangkan champagne (minuman beralkohol) ke dalam gelasnya.


"Jangan terlalu banyak! Kau bisa mabuk!" Archie mengingatkan.


"Kau tidak tahu bahwa aku peminum yang handal?" Kimmy tersenyum dan meminum minuman anggur yang berasal dari wilayah laut timur Perancis itu hingga tandas.


Archie pun ikut menuangkan champagne ke dalam gelasnya tapi dalam jumlah yang sangat sedikit. Matanya terus mengawasi Kimmy yang sudah menuangkan kembali minuman itu ke dalam gelasnya.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak!" Archie menahan tangan Kimmy yang akan membuka kembali botol champagne yang baru.


"Aku sudah lama tidak minum. Biarkan aku minum! Di rumah, aku tidak akan bisa minum karena kedua orang tuaku melarangnya," Kimmy memijit pelipisnya. Ia melihat wajah suaminya kini ada dua.


"Aku melihat kau ada dua. Apakah selama ini kau mempunyai saudara kembar? Haha," Kimmy menunjuk wajah Archie.


"Kau sudah mabuk!" Archie mengambil kesimpulan.


"Jika kau kembar. Berarti nama kembaranmu adalah Archa? Atau Archu? Haha, itu lucu sekali! Bagaimana bisa aku tidak tahu jika suamiku kembar? Kimmy, kau benar-benar bodoh!" Kimmy tertawa nyaring.


Archie menghela nafasnya. Ia memutuskan untuk segera membawa Kimmy pulang ke hotel. Archie segera memanggil waitress dengan menjentikan jarinya. Waitress datang beserta dengan bill di tangannya. Archie langsung membayar. Tak lupa ia memberikan tip kepada waitress yang telah melayaninya. Setelah membayar, Archie langsung memapah tubuh istrinya yang sudah sempoyongan.


"Jika tidak kuat minum, jangan meminum minukan beralkohol!" Archie terus memapah tubuh Kimmy.


"Ar, aku ingin pulang saja setelah dari sini. Walau pun aku senang berlibur, tapi sebagian hatiku masih tertinggal di Birmingham. Aku rindu pekerjaanku, Ar," racau Kimmy yang didengarkan dengan baik oleh Archie.


"Baiklah. Besok pagi kita pulang ya!" Archie menjawab dan meladeni segala ocehan istrinya.


"Ar, apakah kata temanmu benar jika aku lebih cantik dari mantan pacarmu itu? Tapi mengapa kau masih saja mencintainya? Apa yang spesial dari dia?" Kimmy terus meracau tak karuan.


"Padahal dia wanita jahat, Ar. Aku hanya kasihan pria baik sepertimu mencintai wanita seperti dia. Kau terlalu baik untuknya, Ar!"


"Flowi gadis yang baik, Kimmy! Jangan mencoba untuk menjelekannya!" Archie menatap wajah Kimmy dengan serius.


"Kau ini bodoh apa bagaimana?" Kimmy berjalan terlebih dahulu dengan tubuh yang oleng ke sana ke mari. Archie langsung mengejar dan kembali memapah tubuh istrinya itu.


"Jasper selalu menceritakan bahwa kau adalah orang yang cerdas, tapi untuk mengenal Flowi saja kau tidak bisa. Atau memang orang yang jatuh cinta selalu bodoh? Dia gadis yang buruk, Ar. Bahkan tempo hari dia datang ke klinikku. Dia datang untuk mengintimidasiku agar aku meninggalkanmu. Bukankah itu jahat? Ar, jika wanitamu itu adalah gadis baik, mana mungkin dia selalu memanfaatkanmu. Cobalah berpura-pura miskin, Ar! Berpura-puralah bangkrut! Lalu kita bisa melihat sikap asli Flowi."


Archie pun hanya mencerna kata-kata Kimmy dengan baik. Apa sebaiknya Archie mendengarkan saran dari Kimmy? Dalam hatinya, Archie mengakui semua kata-kata Kimmy. Archie teringat saat Flowi selalu saja meminta uang atau barang padanya, padahal wanita itu sedang bekerja dengan gaji yang relatif tinggi.


"Udara dingin. Kita harus sampai ke hotel dengan cepat," Archie memutuskan untuk memangku tubuh kecil Kimmy.


"Mengapa aku melayang begini?" Kimmy meracau dalam pangkuan suaminya.


"Diamlah pemabuk!" Archie tersenyum lalu mempercepat langkah kakinya. Sementara Kimmy memilih untuk bersandar di dada bidang suaminya.


"Mengapa ini sangat nyaman?" Kimmy memejamkan matanya.

__ADS_1


****


Pagi harinya Kimmy terbangun lebih dulu, ia melihat Archie masih tertidur pulas di sampingnya. Kimmy mendudukan dirinya, ia menatap sekeliling.


"Kepalaku pusing!" Kimmy menyentuh kepalanya.


"Ini di hotel? Semalam bagaimana aku pulang?" Kimmy berkata dengan bingung. Tatapannya beralih kepada pakaian yang ia kenakan saat ini.


"Apa ini?" Kimmy membulatkan matanya saat ia memakai baju yang asing. Baju kemeja putih yang sangat kebesaran di badannya.


"ARCHIE!!!!" Teriak Kimmy memenuhi langit-langit kamar.


"Kau mengganggu tidurku!" Archie berkata dengan mata terpejam dan suara yang terdengar serak.


"Bangun! Bangun kau pria kurang ajar!" Kimmy mengguncang tubuh Archie. Kimmy mengambil bantal dan langsung memukulkan bantal itu ke tubuh suaminya.


"Ada apa? Kau ini kenapa?" Archie dengan terpaksa mendudukan tubuhnya yang masih dikuasai oleh kantuk yang tak tertahan.


"Apa yang kau lakukan padaku semalam, hah?" Kimmy memukul-mukul tubuh Archie.


"Kau ini kenapa? Semalam kau mabuk. Lalu, kau muntah dan bajumu penuh dengan muntahan. Aku terpaksa harus menggantinya karena itu menjijikan!" Archie langsung membaringkan kembali tubuhnya dan memejamkan mata.


"Kau menggantinya? Kurang ajar!" Kimmy memukulkan bantal itu lagi ke arah Archie.


"Dasar pria mes*um!!" Umpat Kimmy semakin menjadi.


"Apa yang salah?" Archie merebut bantal yang dipakai untuk memukul tubuhnya.


"Yang kau lakukan salah! Mengapa kau berani mengganti bajuku? Pasti ini semua hanya akal-akalan darimu! Buktinya kini aku tengah memakai kemejamu!" Kimmy terus meninggikan suaranya.


"Oh itu. Kopermu tidak bisa aku buka. Aku tidak tahu di mana kunci kopermu. Kopermu digembok. Jadi, aku pakaikan saja bajuku!" Archie berkata masih dengan mata terpejam.


"Kau melihat segalanya?" Kimmy menatap tubuhnya.


"Iya. Semuanya!"


"Tidak!!!!" Kimmy berteriak sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Aku kan suamimu," jawab Archie enteng yang membuang Kimmy semakin murka.


__ADS_2