
Archie dan Kimmy akhirnya sampai di penginapan setelah mereka menaiki kereta luncur yang ditarik oleh belasan ekor husky. Tadi sebelum pulang, Kimmy dan Archie sempat bermain-main sebentar dengan para kawanan husky. Kimmy dan Archie seolah melupakan semua beban. Bahkan mereka sempat lupa bahwa menikah dalam keadaan tidak saling mencintai.
"Ini kue yang diberikan pria tadi?" Tanya Archie yang saat ini sudah berganti pakaian dengan piyama panjang. Pria itu kini sedang duduk di atas kasur sambil mengamati kue berbentuk hati.
"Iya. Aku sudah memakannya tadi. Rasanya enak. Cobalah!" Jawab Kimmy sambil naik ke atas kasur dan duduk di samping suaminya.
"Bagaimana jika sesudah makan makanan ini, aku jadi mencintaimu? Atau kita jadi saling jatuh cinta?" Archie menatap wajah Kimmy yang saat ini terlihat lebih cantik dari biasanya. Rambut yang biasa wanita itu ikat kini dibiarkan tergerai.
"Itu hanya candaan," Kimmy langsung menepis perkataan Archie.
"Sepertinya pria tadi serius dan tidak sedang bercanda," Archie mulai memakan kue yang berbentuk hati itu. Bahkan Archie terus melahapnya karena rasanya yang sangat enak.
"Kalau begitu, anggap saja itu hanya mitos!" Kimmy langsung menidurkan tubuhnya. Ia cukup lelah karena aktivitas yang mereka lalui hari ini.
"Tidurlah!" Archie menyelimuti tubuh Kimmy dengan selimut yang tebal.
"Terima kasih. Kau juga harus tidur!" Kimmy melihat Archie beranjak dari kasurnya.
__ADS_1
"Iya. Aku ingin memeriksa ponselku dulu," Archie mengambil ponselnya. Ia cukup heran karena Flowi selama beberapa hari ini belum juga menghubungi dirinya.
Archie tersenyum saat ia melihat nama Flowi mengirimkan pesan ke whatsapp pribadinya. Akan tetapi, senyuman itu langsung menyurut ketika Archie membaca pesan itu hingga selesai.
"Archie, ini aku Flowi. Setelah mempertimbangan semuanya dengan matang, aku kira hubungan kita tidak akan berhasil. Aku tidak bisa menghilangkan suatu fakta jika kini kau sudah menikah. Aku tidak ingin berhubungan dengan seorang pria beristri. Maka dari itu aku putuskan, lebih baik kita akhiri saja hubungan ini untuk selamanya. Aku tidak bisa mengharapkan sebuah masa depan yang belum pasti. Kau menjanjikan hubungan denganku bila Kimmy sudah sembuh dari traumanya. Aku bukan takut akan kesetiaan darimu. Tapi aku takut Kimmy tidak bisa menghilangkan traumanya. Bagaimana jika trauma itu tidak sembuh setahun dua tahun? Bagaimana jika itu membutuhkan waktu bertahun-tahun atau berbelas-belas tahun? Aku tidak sanggup, Ar. Aku tidak ingin dibelenggu oleh penantian tak berujung. Maka dari itu, aku sudahi saja semuanya. Aku mengalah. Aku mencintaimu, Ar dan akan selalu begitu."
Mata Archie terlihat memerah. Tenggorokannya terasa tercekat. Ia merasa sedang berada di ruangan hampa udara. Kadar oksigen seperti kian menipis da menyiksa dirinya. Archie mengusap wajahnya kasar. Mengapa Flowi bisa mengirim pesan seperti itu? Dengan wajah yang penuh dengan kesedihan Archie berusaha untuk mengubungi Flowi, tapi tidak berhasil. Flowi kini sudah memblokir nomornya.
"Sh*it!!" Archie menggeram kesal. Ia merasa kecewa mengapa Flowi memutuskan tidak akan menunggu dirinya lagi.
Pria itu seolah tidak peduli dengan udara dingin yang menusuk tubuhnya. Ia berteriak seperti orang lepas kendali. Archie benar-benar kecewa. Mengapa Flowi tidak bisa menunggu dirinya lagi? Archie tidak menyadari kedatangan Kimmy yang sedari tadi sudah melihat kemarahannya.
"Pakailah di sini dingin!" Kimmy menautkan mantel yang ia bawa kepada bahu kekar Archie.
"Jangan bertindak seolah peduli padaku!" Archie menoleh kepada Kimmy dan berkata dengan raut wajah yang dingin.
"Siapa yang peduli denganmu? Aku hanya tidak ingin, kau mati di sini! Jika kau mati di sini, aku bisa repot mengurusi jenazahmu yang harus dibawa pulang ke Inggris," Kimmy melipat tangannya di dada. Ia menatap Archie dengan dingin.
__ADS_1
Degg. Archie merasa terpaku dengan jawaban Kimmy. Kini wajah gadis itu berubah seperti sedia kala. Dingin dan tidak berperasaan.
"Semua ini gara-gara kau!" Archie melepaskan mantel yang Kimmy berikan dari tubuhnya. Ia melempar mantel itu ke atas salju dan menginjaknya.
"Jika aku tidak menikah denganmu, pasti aku tidak akan kehilangan Flowi. Lihat sekarang! Dia benar-benar akan meninggalkanmu!" Archie berteriak.
"Salahku? Salahkan saja ayahmu! Bukankah dia yang menawarkanmu kepada ayahku?" Kimmy tersenyum sinis.
"Diam! Aku menyesal sudah menikah denganmu!" Archie masih menunjuk Kimmy dengan jarinya.
"Jika saja waktu itu aku tolak permintaan papa mungkin hidupku tidak begini. Aku tidak akan kehilangan Flowi dan menghabiskan waktuku di sini bersamamu!" Maki Archie lagi. Ia seolah hilang kendali dan menyalahkan Kimmy atas semua yang menimpanya.
Kimmy masih menyilangkan lengannya. Raut wajahnya tidak berubah mendengar kata-kata suaminya. Perlahan Kimmy pun berjalan agar lebih dekat berhadapan dengan suaminya. Kini mereka hanya berjarak beberapa cm saja. Bahkan tubuh keduanya hampir menempel satu sama lain.
"Memangnya siapa yang ingin bersamamu di sini? Siapa yang terus ingin berdekatan dengan pria pecundang yang masih memohon cinta dari wanita yang sudah tidak menginginkannya? Kau sama sekali bukan tipeku. Jadi, jangan berpikir jika aku bisa menyukaimu! Jangan banyak tingkah dan jangan terlalu percaya diri! Bagiku, kau tidak lebih dari suami pengganti! Ya, kau hanya pengantin pengganti saja tidak lebih. Kau bukanlah pemeran utamanya!!" Desis Kimmy tajam.
Kimmy perlahan berjalan meninggalkan Archie. Hatinya seolah sangat terluka. Padahal ia sudah memutuskan untuk menerima kehadiran Archie sedikit demi sedikit. Tapi, keputusan itu kini Kimmy tarik kembali.
__ADS_1