
Suasana kembali hening dan mencekam. Kimmy merasa tidak tega melihat Flowi yang hancur berkeping-keping. Tapi semuanya sudah terlambat. Dirinyalah kini yang menyandang sebagai istri dari Archie Walls.
"Katakan apa yang kurang dariku sehingga kau bermain api dan menikah dengan wanita ini? Kau begitu tega mengkhianatiku dan mengundangku ke pesta pernikahanmu. Kau berpura-pura mengajakku padahal kau mengundangku dalam pesta pernikahanmu sendiri," Flowi menangis sejadi-jadinya.
"Cukup, Nona! Jangan pernah berani kau menunjuk putriku!" Alula merasa tidak terima Flowi menunjuk-nunjuk Kimmy.
"Kalian semua jahat!" Flowi tersungkur ke lantai. Ia menangis seperti orang kesetanan.
"Flo!" Archie hendak menyentuh Flowi, tetapi tangannya di tahan oleh ayahnya.
"Cukup! Kau urus saja istrimu. Biar papa yang urus Flowi," Nino menghentikan gerakan tangan Archie. Ia takut tingkah laku Archie akan menyinggung Kai dan keluarganya.
Dengan dipandu oleh Alden dan yang lain, Archie dan Kimmy pergi dari sana dan dipandu menuju belakang Kastil. Mereka siap untuk melihat kembang api yang sudah di siapkan oleh WO.
Archie dan Kimmy menatap letupan kembang api indah itu dengan nanar. Archie terus memikirkan Flowi. Apa yang dilakukan ayahnya tadi? Apakah Nino bersikap kasar? Archie sungguh tidak tenang. Sementara Kimmy, ia terus menatap kembang api itu dengan gurat wajah sedih. Ibaratnya ia keluar dari dalam mulut buaya dan kini masuk ke dalam mulut singa. Kimmy tidak tahu kehidupan macam apa yang menantinya kini.
Archie dan Kimmy mengabaikan kebaradaan satu sama lain. Hati mereka begitu kalut, gundah dan sedih. Hidup baru akan segera mereka jalani. Setelah melihat kembang api, para tamu dipersilahkan mencicipi jamuan yang ada. Mereka semua menyantap dengan penuh suka cita makanan lezat yang disuguhkan. Sementara Kimmy tengah menatap jari manisnya yang kini dihiasi oleh cincin. Cincin yang terbuat dari emas Welsh dan berstektur platinum itu kini melingkar dengan indah menandakan dirinya sepenuhnya sudahlah bagian dari keluarga Walls. Kimmy menatap pedih pada cincin itu. Sedangkan mata Archie terus menelisik ke setiap sudut kastil. Ia tidak menemukan kekasih hatinya kini. Ke mana gadis pujaan hatinya itu pergi? Archie sangat mengkhawatirkan Flowi.
"Tenang saja! Papa tidak melakukan hal buruk pada mantan kekasihmu itu!!" Nino berdesis tajam di telinga Archie.
Hati Archie ingin sekali memberontak dan pergi meninggalkan resepsi pernikahan s*alan ini. Akan tetapi, sebagai seorang anak, ia tidak mungkin melakukan itu, karena selangkah ia pergi dari kastil ini. Maka dapat dipastikan Archie akan melihat sisi kemarahan ayahnya yang tidak pernah Archie lihat.
"Flo, aku harap kau baik-baik saja."
****
__ADS_1
Flowi tiba di rumahnya. Ia berlari cepat dan masuk ke dalam kamarnya. Flowi membanting semua yang ada di dalam kamar.
"****!!" Flowi semakin tidak terkendali. Ia memecahkan kaca meja riasnya dengan vas bunga.
Sang ibu yang mendengar suara keributan di dalam kamar putrinya segera datang untuk memastikan.
"Flo, sayang?" Ibunda Flowi yang bernama Fiona mengetuk pintu putrinya dengan panik.
Flowi tidak menjawab. Ia semakin brutal menghajar apapun yang ada di dalam kamarnya. Tak ingin sesuatu buruk terjadi pada putrinya, Fiona segera mengambil kunci cadangan dan membuka kamar putrinya dengan kunci itu.
"Flo?" Fiona berteriak melihat kamar putrinya yang terlihat seolah sudah tersapu air tsunami.
"Flo, kamu apa-apaan?" Fiona menaikan intonasi suaranya.
"Ada apa denganmu?" Fiona semakin penasaran.
"Archie, Mom!" Fiona menangis kembali.
"Ada apa dengan Archie, sayang?" Tanya Fiona dengan nada khawatir.
"Archie sudah menikah. Malam ini dia menikah dengan wanita lain!!" Fiona menceritakan hal memilukan itu kepada ibunya.
"Menikah? Mengapa bisa?" Fiona memasang wajah syok. Matanya membeliak karena terkejut.
"Aku tidak tahu, Mom. Yang pasti Archie mengajakku ke pesta pernikahan kenalan ayahnya. Tapi saat aku datang ke sana, malah Archie yang menjadi mempelai prianya. Aku sakit hati dan aku juga takut, Mom."
__ADS_1
"Aku takut tambang emasku hilang. Bagaimana bisa aku hidup tanpa kemewahan? Archie selama ini memanjakanku dan itu membuatku sangat bergantung kepadanya," lanjut Flowi dengan suara yang parau.
"Sayang, itu tidak bisa dibiarkan!" Fiona tampak tak terima. Bagaimana pun Fiona terbantu dengan kemewahan yang dirasakan putrinya.
"Iya. Aku mau terus membeli barang-barang mahal itu, Mom. Aku tidak bisa hidup tanpa mereka," Flowi tersedu.
"Ya. Itu tidak boleh terjadi, Flo. Mama pun akan kehilangan calon menantu yang kaya raya," Fiona merasa kesal.
"Ini pasti ulah ayahnya. Pasti Archie dijodohkan," Fiona menarik kesimpulan.
"Kau harus mencari tahu itu semua, Flo! Kau jangan mau kalah dengan seorang wanita asing!" Fiona mengingatkan.
Walaupun ibu Flowi adalah seorang mantan jaksa, akan tetapi kehidupannya tidaklah cukup baik. Ia sudah pensiun dini saat Flowi masih kecil. Dan Fiona pun sudah bercerai dengan ayah Flowi yang bernama Jamie Brandie. Jamie menceraikan Fiona karena tidak tahan dengan sikap Fiona yang selalu saja bermain gila di belakangnya. Setelah di tinggalkan suami kayanya, kehidupan Fiona tidak lah cukup baik. Sehingga saat putri semata wayangnya mendapatkan pria kaya raya, otomatis kehidupannya pun terangkat.
"Iya, Mom. Aku pun tidak ingin kehilangan Archie. Apalagi pekerjaanku saat ini tidaklah pasti dan tidak bisa menjamin hari tua nanti," Flowi sudah cukup tenang. Ia mengeringkan air matanya dengan tisu.
"Jadi, apa kau takut kehilangan Archie apa takut kehilangan uangnya, hmm?" Fiona mencolek hidup putrinya.
"Mommy sudah tahu. Aku tidak bisa hidup tanpa uang. Uanglah segalanya. Uang membuatku cantik. Lihatlah kuku-kuku lentik dan rambut indahku ini! Ini semua indah karena uang," Flowi menunjukan kuku-kukunya.
"Mommy tahu, sayang. Kalau begitu rebut kembali apa yang sudah menjadi milikmu. Kau tahu kan mommy selalu mengajarkan apa padamu? Jangan pernah kalah dengan siapa pun! Kau Flowi Brandie akan selalu menjadi pemenang. Kau harus mendapatkan Archie ke dalam dekapanmu lagi!" Fiona tampak memanas-manasi putrinya.
Sejurus kemudian Flowi tersenyum.
"Tentu saja, Mom. Semua yang kumiliki tidak akan bisa direbut oleh siapa pun," Flowi menyeringai.
__ADS_1