
Kimmy masuk ke dalam kliniknya. Semua staff langsung menyapa ramah kepada Kimmy. Mereka tidak dibuat terkejut dengan kedatangan Kimmy, karena sejak kemarin memang ada pemberitahuan jika Kimmy sudah kembali dari bulan madu dan akan kembali bekerja seperti biasa.
"Bagaimana bulan madunya?" Tanya Angela, asisten dari Kimmy saat melihat Kimmy memasuki ruangannya.
"Bagaimana apanya?" Kimmy langsung duduk di kursinya.
"Ya, bulan madunya. Pasti sebentar lagi akan launching," Angela menggoda.
"Launching?" Kimmy bertanya dengan bingung.
"Launching bayi," Angela terkekeh.
"Ya ampun! Pikiranmu terlalu jauh," Kimmy membantah ucapan Angela.
Mereka pun berbincang mengenai hal lain, termasuk berbincang mengenai klinik psikologi Kimmy yang dihandel oleh psikolog ahli dari Washington. Obrolan hangat mereka terhenti ketika jam sudah menunjukan pukul 9, yang artinya klinik akan segera buka. Kimmy melakukan konseling terhadap semua pasien satu persatu, karena banyaknya pasien membuat Kimmy tidak sempat untuk beristirahat. Ia memilih untuk melanjutkan konselingnya.
Waktu terus berputar, akhirnya tiba pasien terakhir. Angela dan Kimmy pun bernafas lega. Setidaknya klinik bisa segera tutup dan mereka bisa langsung pulang. Angela berjalan ke luar, ia membawa data pasien terakhir yang akan Kimmy konseling hari ini. Tak lama, Angela mengabsen pasien tersebut.
"Galvin Weems!" Panggil Angela yang membuat Kimmy terperanjat seketika.
"Tidak mungkin. Bukankah pria itu sedang mendekam di balik jeruji besi?" Kimmy berusaha menolak fakta yang ada.
"Hallo, calon istriku!" Ucap Galvin sembari masuk ke dalam ruangan Kimmy dengan seringai di wajahnya.
Kimmy terpaku. Begitu pun dengan Angela. Asisten Kimmy baru tersadar jika Galvin adalah pria yang pernah dijodohkan dengan Kimmy.
"Galvin?" Kimmy berdiri dari duduknya melihat kedatangan pria yang tak diharapkan itu. Apa yang Galvin rencanakan?
"Hallo, sayang! Lama tidak berjumpa!" Galvin mengulurkan tangannya. Kimmy hanya menatap tangan Galvin tanpa membalas uluran tangannya.
__ADS_1
"Mengapa kau sangat dingin? Ini aku, sayang. Galvin Weems. Pria yang dijodohkan denganmu. Pria yang seharusnya kau nikahi," Galvin langsung menarik tangannya dan duduk di hadapan Kimmy.
"Aku sudah menikah," jawab Kimmy dengan dingin.
"Menikah? Omong kosong!" Galvin tertawa.
"Apa maumu?" Kimmy menajamkan matanya.
"Mauku? Adalah dirimu. Sayang, apa kau sudah tahu? Jika Tuan Nino yang sudah merusak acara pernikahan kita. Dia yang melaporkanku kepada polisi agar anaknya menggantikanku," beri tahu Galvin.
Kimmy terlihat terkejut mendengar penuturan pria di depannya. Tapi tak lama, senyum di wajah Kimmy memgembang.
"Syukurlah! Aku bersyukur papa melaporkan kejahatanmu sebelum menikahiku. Terbayang jika aku harus menikah dengan pria sepertimu. Pasti aku akan menderita," Kimmy tersenyum. Mencoba melawan intimidasi dari Galvin.
"Jangan senang secepat itu, sayang! Aku akan merebutmu dari sisi suamimu itu," Galvin berdiri dari duduknya. Berusaha untuk menyentuh tangan Kimmy.
"Jangan menyentuhku!" Kimmy menajamkan wajah dan suaranya.
"Tuan, tolong bertindaklah sopan! Atau saya panggilkan keamanan," ancam Angela.
"Sayang, kemarilah!" Galvin terus mendekati Kimmy yang semakin berjalan mundur ke belakang.
"Jangan sentuh istriku!!!" Suara bariton seseorang langsung mengalihkan perhatian Galvin, Kimmy dan juga Angela.
"Ar?" Gumam Kimmy saat melihat suaminya masuk ke dalam ruangan.
Galvin menatap Archie dengan beringas. Ia mengepalkan tangannya saat melihat pria yang sudah mencuri posisinya sebagai calon suami dari Kimberly Allen.
"Siapa kau? Berani-beraninya ingin menyentuh istriku!" Sentak Archie sembari berjalan mendekat ke arah Kimmy. Archie pun mendorong tubuh Galvin agar menjauh dari istrinya.
__ADS_1
"Jadi kau? Kau yang telah menggantikanku?" Tanya Galvin dengan geram.
"Menggantikanmu?" Archie tidak paham.
"Rupanya kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah Galvin Weems. Pria yang seharusnya menikahi Kimmy," Galvin tersenyum sinis.
Archie terkejut. Tapi dengan cepat, Archie berhasil mengubah ekspresi wajahnya.
"Oh begitu. Tapi faktanya akulah yang berhasil menikahi Kimmy. Aku suaminya dan aku tidak suka kau mendekati istriku," Archie menekankan kata istriku agar Galvin mengerti jika Kimmy adalah miliknya.
"Tidak. Sedari awal aku yang akan menikahi Kimmy dan aku kembali karena akan merebut dia dari tanganmu," Galvin menyeringai.
"Merebut? Tidak akan aku biarkan seseorang merebut apa yang sudah menjadi milikku," Archie menatap Galvin dengan sorot wajah penuh dengan amarah. Ia begitu tidak suka saat ada seorang pria yang terang-terangan menginginkan istrinya.
"Kau yang merebutnya! Jika saja ayahmu tidak melaporkanku kepada polisi, tentu aku yang berada di sisi Kimmy sekarang," Galvin menunjuk Archie.
"Papa melaporkanmu?" Archie tersentak.
"Iya. Ayahmu yang menjebloskanku ke dalam penjara dan sekarang aku datang untuk menuntut balas dan juga mengambil Kimmy dari tanganmu," ancam Galvin.
"Kurang ajar!" Archie hendak maju untuk melayangkan bogem mentah kepada Galvin yang terus saja berkata akan mengambil Kimmy dari sisinya.
"Ar, jangan!" Kimmy memeluk tubuh Archie dari belakang. Ia tidak ingin suaminya terlibat baku hantam dengan Galvin.
"Apa?" Galvin mendekat ke arah Archie.
Tak lama, petugas keamanan datang dan melerai perselisihan antara Archie dan juga Galvin. Rupanya Angela yang langsung keluar dari ruangan dan memanggil keamanan saat ia rasa keadaan sudah memanas.
"Silahkan tuan tinggalkan klinik ini!" Tim keamanan yang berjumlah tiga orang langsung mengusir Galvin dari dalam ruangan Kimmy.
__ADS_1
"Lihat saja! Ini baru perkenalan. Akan ada banyak kejutan untuk kalian. Kim, secepatnya kau akan kembali ke sisiku! Dan kau, bersiaplah menerima pembalasan dariku. Beri tahu ayahmu agar dia waspada!" Galvin tersenyum licik sebelum akhirnya ia diseret paksa oleh para petugas keamanan.