Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Akting Archie


__ADS_3

Kimmy keluar dari klinik psikologi miliknya. Ia melihat suaminya tengah terduduk di kursi yang ada di depan klinik. Kimmy melihat raut wajah Archie terlihat kusut dan sedih. Mengapa Archie tiba-tiba ada di depan kliniknya? Padahal Kimmy tidak mendengar suara deru mobil Archie mendekat.


Kimmy mengedarkan pandangannya ke arah halaman yang diperuntukan untuk parkir. Ia tidak melihat mobil suaminya di sana. Sebenarnya ada apa dengan Archie? Kimmy tampak penasaran sekali, terlebih Archie terlihat seperti tengah diterpa masalah yang berat.


"Ar, sejak kapan kau ada di sini?" Kimmy memegang bahu Archie.


Archie pun berdiri dari duduknya. Ia berhambur memeluk Kimmy dengan erat.


"Ada apa, Ar?" Kimmy tampak semakin khawatir saja.


"Kim, maafkan aku telah menjadi suami yang buruk untukmu!" Archie bergumam dengan nada yang teramat sedih.


"Sebenarnya ada apa?" Kimmy seolah tidak sabar menunggu penjelasan dari suaminya itu.


"Ayo kita cari taksi dulu! Aku akan ceritakan semuanya di rumah," Archie menggandeng tangan Kimmy untuk pergi dari klinik psikologi mewah itu.


"Baiklah, ayo!" Kimmy tidak bertanya lebih lanjut mengenai mobil suaminya. Biarlah ia bertanya nanti saat mereka sampai rumah.


Archie langsung menyetop taksi. Ia masuk terlebih dahulu ke dalam taksi. Kemudian disusul oleh Kimmy yang masuk ke dalam taksi. Sebaliknya, saat taksi berhenti tepat di depan rumah mereka, Archie menyuruh Kimmy untuk turun terlebih dahulu dan Archie yang turun terakhir. Kimmy tersenyum kecil. Ia seolah tahu bila Archie sedang menjaganya. Bahkan perihal naik dan turun taksi pun Archie seolah memperhatikan keselamatan Kimmy dengan detail.


"Kau takut aku dibawa kabur?" Kimmy bertanya sembari menyembunyikan senyumnya.


"Iya. Kau hanya satu dan tidak ada yang lain," jawab Archie serius.


Kimmy tidak menimpali ucapan suaminya. Ia memgambil kunci rumah dan segera membuka pintu. Kimmy seolah tidak sabar ingin bertanya perihal hal apa yang dialami oleh suaminya itu. Archie dan Kimmy duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Archie hendak mengatakan sesuatu, tapi ucapan Kimmy menghentikannya.


"Ar, sebaiknya kau ganti dulu baju!" Pinta Kimmy dengan lembut.


"Baiklah, kau juga ganti baju ya? Atau kita bisa berganti baju bersama-sama?" Goda Archie yang membuat Kimmy mengangkat alisnya.


"Di saat seperti ini kau masih bisa menggodaku?" Kimmy bertanya dengan serius.


"Aku lupa. Aku kan sedang berakting sedih. Baiklah, aku akan berpura-pura sedih lagi.


"Baiklah, Kim. Aku masuk ke dalam kamar ya?" Archie membuat-buat matanya supaya terlihat sayu.

__ADS_1


Kimmy mengangguk. Setelah ia melihat suaminya naik ke lantai atas, Kimmy langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah dapur. Kimmy langsung menata makanan-makanan yang ada di dapur ke meja makan. Dua jam sebelum pulang, Kimmy memang menelfon kepala pelayan yang ada di rumah kedua orang tuanya. Kimmy meminta kepala pelayan yang bernama Bibi May untuk menyuruh pelayan guna mengantarkan bahan-bahan makanan juga beberapa makanan yang sudah siap makan untuk bisa Kimmy dan Archie makan. Bukan Kimmy manja, tapi ia tidak mungkin menyiapkan semua itu di kala dirinya sibuk bekerja. Kimmy pun sebelumnya dibuat tercengang dengan bahan belanjaan dan juga makanan yang membludak di dapurnya.


"Pasti ini pekerjaan papa," Kimmy menghela nafasnya.


"Kimmy?" Suara Archie terdengar sampai ke dapur. Pria itu kini sedang mencari istrinya.


"Ar, aku di dapur!" Ucap Kimmy sedikit berteriak. Tangannya masih asik menyiapkan jus buah untuk dihidangkan kepada suaminya itu.


"Kau sedang apa?" Archie bertanya dengan heran dengan keberadaan istrinya yang tengah di dapur. Sejurus kemudian tatapannya beralih kepada bahan-bahan makanan dan juga makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.


"Kimmy, dapur ini akan dijadikan tempat memasak ajang pencarian bakat Master Chef?" Tanya Archie ketika ia melihat stok bahan makanan beserta bumbu-bumbunya memenuhi dapur.


"Sepertinya begitu," Kimmy menjawab asal. Ia mematikan blender dan menuangkan jus itu ke dalam dua buah gelas.


"Maksudku lihatlah semua ini! Dari mana datangnya ini semua?" Archie menunjuk bahan-bahan makanan yang ada.


"Aku menelfon kepala pelayan papa agar memberikan kita bahan makanan, tapi mereka mengirimkan sebanyak ini," Kimmy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Papa Kai memang yang terbaik!" Archie tersenyum. Kemudian pria itu memasang wajah sedihnya lagi.


Mereka terduduk di kursi makan dan mulai menyantap hidangan yang sudah tersedia. Archie dan Kimmy diam dengan pikirannya masing-masing. Hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.


"Mengapa makanmu hanya sedikit?" Kimmy menatap Archie yang tengah membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Aku tidak berselera makan," Archie menimpali dengan raut wajah murungnya.


Kimmy dengan cepat menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Kemudian Kimmy meneguk air di gelas sampai tandas. Setelah selesai dengan ritual makan malamnya, Kimmy membereskan semua piring-piring dan gelas kotor.


"Biar aku yang rapikan," Archie hendak mengambil piring-piring itu.


"Duduklah! Biar aku yang melakukannya,"


Kimmy dengan cepat mengambil piring-piring kotor itu ke arah wastafel.


Kimmy langsung mencuci semua piring-piring dan gelas kotor. Archie tertegun melihat istrinya mencuci. Archie merasa takjub kepada istrinya. Kimmy di lahirkan dan dibesarkan di keluarga yang sangat berada, tapi sikap gadis itu bisa menyesuaikan dengan kondisi.

__ADS_1


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi denganmu?" Tanya Kimmy yang kini duduk di hadapan Archie setelah mencuci piring.


"Kim, perusahaanku kolep," Archie memberi tahu.


"Maksudmu?" Raut wajah Kimmy terlihat serius.


"Jadi, beberapa petinggi perusahaan menggelapkan dana asuransi dengan jumlah yang sangat besar. Aku baru tahu setelah tim audit mengaudit semua aset perusahaan," beri tahu Archie lagi.


"Ya ampun! Lalu, bagaimana, Ar?" Kimmy tampak syok.


"Untuk menutupi ganti rugi kepada para nasabah, semua asetku disita. Bahkan mobilku pun ikut disita untuk dijadikan ganti rugi kepada semua nasabah," ucap Archie lagi dengan getir.


"Tapi Ar, bukankah itu perusahaan yang kau dirikan dengan keringatmu sendiri? Bahkan perusahaan asuransimu itu terbesar di negara ini," Kimmy menatap Archie dengan sedih.


"Ya, perusahaan itu memang dibangun olehku, Kim. Tapi sayangnya orang-orang yang menggelapkan uang nasabah luput dari perhatian dan pengawasanku," Archie menjawab dengan lesu.


"Ar, kau bisa melewati semua ini!" Hibur Kimmy.


"Aku tidak tahu apa aku bisa melewatinya atau tidak," Archie menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Kau pria kuat. Ini ujian hiduo untukmu, Ar. Kau mampu melewatinya. Apa keluarga kita sudah tahu?"


"Tidak. Jangan sampai mereka tahu, Kim!" Jawab Archie dengan cepat.


"Aku tidak ingin membuat mereka khawatir, Kim. Kita lalui semua saja berdua. Itu juga jika kau masih ingin di samping pria sepertiku. Aku tidak bisa memberikan dirimu kemewahan lagi. Hanya rumah ini yang tersisa. Rumah ini luput dari penyitaan karena aku membeli atas nama papaku walau papa tidak mengetahui pembeliannya," beri tahu Archie lagi.


"Ar, aku akan selalu di sampingmu apapun yang terjadi. Jika perusahaanmu hancur, maka ayo kita bangun kembali perusahaanmu itu dari nol! Aku selalu berada di sini mendukungmu," Kimmy menangkup tangan Archie hangat.


"Kim, lalu bagaimana dengan biaya sehari-hari kita?" Archie berpura-pura sedih lagi.


"Aku masih memiliki tabungan. Kita bisa memakainya selagi kau belum mempunyai penghasilan. Asal kau tidak berdiam diri dan benar-benar membangun kembali perusahaanmu atau mencari usaha yang lain. Aku bukan takut uangku habis, tapi sejatinya terlalu lama diam di rumah bisa mengurangi kreativitasmu," Kimmy mengatakan dengan hati-hati.


"Aku mengerti. Terima kasih sudah mengerti keadaanku," Archie bangun dari duduknya dan ia memeluk Kimmy. Tentu saja dirinya tidak akan mengambil se sen pun uang tabungan Kimmy.


Archie merasa sangat senang akan sikap yang Kimmy tampilkan. Ia yakin Kimmy memanglah wanita terbaik untuknya. Selanjutnya target Archie adalah Flowi. Archie seakan tidak sabar untuk bertemu Flowi esok hari. Archie ingin tahu bagaimana reaksi wanita itu ketika mendengar ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2