
Keesokan harinya Flowi langsung bergegas datang ke kantor milik mantan kekasihnya. Flowi ingin segera menemui Archie dan membicarakan perihal kebohongan yang dibuat oleh pria itu.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Archie," Flowi berkata dengan dingin kepada resepsionis yang tempo hari ia temui.
"Sudah buat janji" Tanya Resepsionis cantik itu.
"Belum. Tolong katakan pada bosmu jika ini darurat!" Flowi menatap nyalang kepada resepsionis itu.
Sementara yang ditatap hanya bingung karena baru saja dirinya bekerja sudah ada orang yang bersikap tidak bersahabat padanya. Resepsionis itu langsung menghubungi Archie. Archie menjawab jika Flowi boleh datang ke ruangannya.
"Silahkan! Tuan Archie menunggu di ruangannya," resepsionis mempersilahkan setelah Archie menyuruh Flowi untuk naik ke ruangannya. Flowi tidak berkata apapun, ia langsung berjalan ke arah lift untuk sampai di ruangan mantan kekasihnya.
"Dasar reporter tidak punya sopan santun! Imagenya sangat beda jauh dengan di televisi," maki Resepsionis itu.
Flowi berjalan cepat ke arah ruangan kerja milik Archie. Ia harus secepatnya memperoleh penjelasan mengapa pria itu mengujinya.
"Kenapa kau lakukan ini padaku?" Flowi langsung masuk ke dalam ruangan milik Archie. Sementara Archie hanya diam di kursinya sembari menatap Flowi dengan sinis.
"Aku bilang, apa yang kau lakukan padaku?" Flowi mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
"Maksudmu? Aku tidak mengerti," Archie masih tersenyum sinis pada mantan kekasihnya itu.
"Jangan tersenyum seperti itu kepadaku!" Flowi menautkan alisnya.
"Hey, kau datang ke sini tidak punya sopan santun! Mengetuk pintu saja tidak. Kau pikir kau siapa?" Archie menatap Flowi dengan dingin.
"Aku adalah wanita yang kau cintai. Jangan lupa akan hal itu!" Flowi semakin menajamkan matanya.
"Wanita yang aku cintai? Hahaha!" Archie tertawa dengan sangat keras. Hal itu membuat Flowi semakin emosi saja.
"Nona Flowi, ada beberapa yang harus aku luruskan di sini. Pertama adalah kau bukan wanita yang aku cintai. Kedua, mengapa kau datang ke kantorku sembari marah-marah seperti ini? Harusnya aku yang marah karena selama ini kau jadikan aku ATM berjalanmu," Archie menatap tajam kedua bola mata Flowi.
"Ar?" Flowi duduk di hadapan Archie. Nada bicaranya kini melunak.
"Aku hanya ingin mengujimu sedikit saja. Kau tahu kan, aku harus membuktikan segala sesuatu dengan tanganku sendiri? Dan maaf, kau tidak lulus ujian dari ku. Tapi, seandainya kau lulus pun, aku tidak peduli. Aku hanya mencintai istriku," Archie berucap dengan bersungguh-sungguh.
"Kau pikir aku percaya? Jika kau tidak peduli padaku, untuk apa kau mengujiku seperti itu?" Flowi tersenyum meremehkan.
"Nona Flowi, aku mengujimu agar tidak ada perasaan bersalah di hatiku sekecil apapun itu. Aku ingin memulai hidup baru bersama istriku tanpa bayang-bayang penyesalan untukmu. Seperti yang kau tahu, kau meninggalkanku karena beralasan kau tidak ingin berhubungan dengan pria beristri. Aku hanya ingin mengenyahkan rasa kasihan padamu dengan cara mengujimu. Well, semua benar. Papaku selama ini mengatakan kebenaran padaku tentangmu. Dan apa lagi yang tidak aku ketahui tentangmu?" Archie bersandar di kursinya dan menggerak-gerakan sedikit kursi yang ia duduki.
__ADS_1
"Ar, aku bersikap seperti itu karena aku sedang punya masalah. Mommy selalu meminta uang padaku," Flowi hendak membela diri.
"Sudahlah, Flo! Hentikan! Aku sudah memilih. Aku akan hidup bahagia bersama istriku. Lagi pula, bukankah kau tidak ingin bersama dengan pria beristri?" Archie menatap Flowi dengan penuh keseriusan.
"Pers*tan dengan pria beristri! Aku masih cinta padamu, Ar. Tak bisakah kita kembali bersama?"
"Tidak. Silahkan keluar, Nona Flowi! Saya harus kembali bekerja. Keluar atau saya panggilkan keamanan untuk menyeretmu dari sini!" Archie berdiri dari duduknya.
"Ar!" Flowi ikut berdiri dari duduknya.
"Silahkan pergi! Pintunya di sebelah sana!" Archie menunjuk pintu.
"Aku akan membuat pernikahanmu seperti di neraka. Kita lihat saja Ar, bagaimana reaksi wanita j*lang itu ketika dia tahu kau mempunyai perjanjian dengan ayahnya untuk menyembuhkan trauma wanita si*lan itu!" Flowi tersenyum miring.
"Diam!!" Archie membentak Flowi.
"Jangan pernah mengatakan istriku wanita j*lang jika tidak ingin ku hancurkan bibirmu itu!" Archie mengepalkan tangannya.
Flowi tersentak mendengar ancaman dari mantan kekasihnya. Tapi Flowi dengan cepat menguasai dirinya.
__ADS_1
"Cobalah selamatkan pernikahanmu kali ini, Ar!" Flowi tersenyum sinis kemudian ia berjalan meninggalkan ruangan Archie.
"Sepertinya wanita j*lang itu harus tahu mengenai perjanjian kekasihku dengan ayahnya!" Flowi tersenyum penuh kemenangan. Tujuannya hari ini adalah datang ke klinik psikologi milik Kimmy.