Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Galvin Weems


__ADS_3

Archie berlari menembus salju-salju yang kini semakin turun dengan lebat. Angin bertiup membuat Archie semakin kedinginan. Rasanya ia ingin sekali menelfon Kimmy, tapi karena terlalu panik, Archie melupakan hal sepenting itu. Archie terus merapatkan mantelnya. Cuaca hari ini benar-benar sangat buruk. Bahkan bu*lu mata Archie kini sudah membeku. Archie ambruk dari posisinya. Ia tak kuat menahan dingin yang terus menyiksa tubuhnya hingga tulang.


"Kimmy, kamu di mana?" Tanya Archie dengan suara parau. Tak lama, ia melihat mobil mendekat ke arahnya. Archie memicingkan mata karena silau dengan lampu mobil yang menyorot.


"Kimmy?" Archie melihat Kimmy keluar dari dalam mobil lalu berlari ke arahnya. Setelah itu Archie tidak ingat apapun lagi, karena kini kesadarannya menghilang.


****


Archie membuka matanya. Ia melihat atap yang terbuat dari kaca. Archie pun melihat salju menutupi atap rumah yang terbuat dari kaca itu.


"Aku di hotel?" Archie bertanya-tanya sendiri. Seingatnya ia sedang mencari Kimmy, lalu Archie melihat Kimmy keluar dari dalam mobil sebelum ia jatuh pingsan karena kedinginan.


"Kimmy, di mana dia?" Archie mencari keberadaan istrinya. Ia amat khawatir dengan Kimmy. Tapi rasa khawatir itu kini runtuh seketika ketika Archie melihat Kimmy tengah tertidur di sofa yang ada di sebelah kasurnya.


"Kimmy?" Panggil Archie saat melihat Kimmy tengah tertidur dengan pulas.


Archie perlahan turun dari atas kasurnya yang hangat. Archie berjalan ke arah Kimmy. Ia mengusap rambut Kimmy dengan lembut.


"Maafkan aku karena sudah terlalu kasar. Kau pun korban di sini. Korban dari paksaan kedua orang tua kita agar kita menikah," Archie bergumam.


"Aku bersyukur kau baik-baik saja," lanjut Archie kembali sembari terus mengusap rambut Kimmy.


"Aku akan baik-baik saja. Bukannya kau berkata jika aku ice princess?" Kimmy menjawab. Ia lalu membuka kedua matanya.


"Kau! Kau berpura-pura tidur?" Archie gelagapan. Ia merasa telah di pergoki oleh Kimmy.


"Tidak. Hanya saja kau berisik. Aku sangat peka terhadap suara, jadi aku terbangun," Kimmy menjawab dengan dingin.


"Kau tidak apa-apa? Dari mana saja kau? Aku mencemaskanmu," Archie berkata dengan nada kesal dan khawatir.


"Aku? Aku ingin makan sesuatu yang panas. Aku bosan dengan menu di hotel ini. Jadi, aku pergi ke super market. Lihatlah! Aku membawa beberapa kantong belanjaan!" Kimmy menunjuk deretan kantong belanja yang penuh dengan makanan.


"Mengapa kau tidak membangunkanku?" Archie berkata dengan kesal.


"Aku takut mengganggu tidurmu," jawab Kimmy langsung.


"Kimmy, maafkan aku! Maafkan kata-kataku di malam itu," Archie menunduk. Ia amat bersalah kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Apa kau masih kedinginan?" Kimmy mengalihkan pembicaraan. Ia menggapai tangan Archie dan menggenggamnya.


"Aku sudah baik-baik saja," Archie tiba-tiba senang diperlakukan seperti itu oleh Kimmy. Setidaknya sikap gadis itu tidak dingin seperti malam ketika Archie memarahinya.


"Tidurlah! Tubuhmu harus beristirahat. Oh iya, tadi aku mengganti bajumu," ucap Kimmy dengan datar. Ia mengambil sebuah majalah dan membacanya.


"Apaaa??" Archie berteriak.


"Kau apa?" Archie masih membelalakan matanya.


"Aku mengganti semua pakaianmu karena kau kedinginan. Berterima kasihlah! Jika aku tidak menggantinya, pasti saat ini kau sudah berada di dalam tanah," timpal Kimmy sembari matanya fokus kepada majalah yang ia baca.


"Jadi, kau melihat semuanya?" Archie menelan salivanya.


"Ya. Tubuhmu payah! Tidak mampu membuatku berselera," jawab Kimmy lagi yang membuat Archie semakin terkejut.


"Tidak!!!" Archie berlari ke atas kasur dan menutupi semua tubuhnya dengan selimut.


"Kau kenapa?" Kimmy menolah ke arah suaminya.


"Aku tidak kuasa melihatmu. Aku malu!!" Archie berteriak dari dalam selimut.


"Aku malu!" Archie masih berteriak seperti anak kecil.


"Ah, milikmu itu tidak membuatku berselera, terlebih ukurannya-"


"Diam!!" Archie melompat ke arah Kimmy dan membekap mulut gadis itu dengan tangannya.


"Jangan ungkit lagi! Lupakan semuanya tentang itu!" Archie berkata kepada Kimmy. Kimmy pun mengangguk dan Archie melepaskan bekapannya.


"Untuk melupakannya aku butuh makanan dan minuman yang hangat! Buatkan aku mie dan juga cokelat panas!" Kimmy memerintah.


"Baiklah," Archie langsung mengangguk. Ia langsung mengambil belanjaan Kimmy dan melenggang ke dapur.


Archie langsung memasak mie yang Kimmy inginkan. Kebetulan dirinya pun sama laparnya dengan Kimmy karena perutnya belum terisi sama sekali dengan makanan. Archie membuat mie itu dengan cekatan. Ia memasukan sayur-sayuran dan telur sebagai pelengkap. Tak lupa, sembari menunggu mie matang, Archie membuat dua cangkir cokelat panas. Setelah berjibaku di dapur, Archie membawa dua mangkuk mie dan dua cangkir cokelat panas ke hadapan Kimmy.


"Baunya enak!" Kimmy bersemangat.

__ADS_1


"Makanlah! Besok kita akan terbang ke Islandia," jawab Archie yang dibalas anggukan oleh Kimmy.


Sementara itu di tempat lain....


"Apakah ini benar, Honey? Putra kita akan bebas?" Tanya seorang wanita berusia sekitar 50 tahun.


"Benar, sayang. Galvin hari ini akan bebas," jawab seorang pria yang tak lain adalah Adam Weems atau ayah dari Galvin Weems.


"Aku sangat senang mendengarnya. Ayo kita jemput dia!" Wanita yang bernama Sabrina Weems itu amat bahagia. Terlihat jelas dari wajah cantiknya yang tak berhenti mengukir senyum.


Mereka langsung melenggang pergi menuju penjara di mana Galvin di tahan atas tuduhan penggunaan obat-obat terlarang.


"Mom, Dad?" Panggil Galvin saat ia melihat kedua orang tuanya telah sampai di kantor polisi.


"Sayang, kami merindukanmu!" Sabrina memeluk Galvin dengan penuh kasih sayang. Air matanya meleleh dari mata biru hazelnya. Ia amat bahagia bisa berkumpul kembali bersama anak semata wayangnya itu.


"Aku juga merindukan kalian," Galvin memeluk erat wanita yang telah melahirkannya.


"Ayo kita pulang!" Ajak Adam Weems kepada anak dan istrinya.


Galvin bebas tentu saja dengan campur tangan Adam. Adik Adam merupakan seorang petinggi Polisi yang sangat berpengaruh. Mereka bertiga pun segera pulang ke rumah untuk merayakan kebebasan Galvin.


"Dad, apakah kau sudah tahu kabarnya?" Tanya Galvin kepada Adam saat mereka sudah sampai di rumah.


"Seseorang melaporkanmu memiliki obat-obatan itu dan orang itu menyuruh detektif untuk memata-mataimu dengan tujuan mencari bukti?" Adam menjawab sembari berdiri di hadapan jendela rumahnya.


"Kira-kira siapa orang itu, Dad?" Dalvin mengepalkan lengannya. Ia amat geram karena penangkapan itu, ia gagal meminang Kimmy.


"Nino Wallsh," jawab Adam pendek.


"Nino Wallsh?" Galvin mengernyitkan dahinya.


"Dia adalah ayah dari Archie Wallsh. Pemilik perusahaan penyedia asuransi terbesar di negara ini. Pria itu pula yang menikahi Kimmy," beri tahu Adam.


"Si*lan!!" Geram Galvin.


"Ini semua sudah diatur olehnya," beri tahu Adam lagi.

__ADS_1


"Jangan harap aku akan berdiam diri! Aku akan membalas dendam dan tentunya merebut kembali Kimmy untuk berada di sisiku," Galvin menyeringai.


"Itu kata yang aku harapkan," Adam tersenyum licik.


__ADS_2