Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Pulang Ke Inggris


__ADS_3

Archie membawa dua gelas cokelat panas untuk Kimmy dan tentunya untuk dirinya sendiri. Pria tampan itu menyimpan cokelat panas buatannya tepat di hadapan istrinya. Archie memperhatikan wajah Kimmy yang saat ini tengah murung.


"Kau kenapa?" Archie duduk di hadapan Kimmy yang saat ini tengah duduk menghadap jendela hotel yang memperlihatkan pemandangan kota yang bersalju.


"Aku tidak kenapa-kenapa," Kimmy tersenyum. Tapi Archie melihat senyum itu begitu dipaksakan.


"Kau tenang saja! Aku tidak melakukan hal apapun padamu. Aku hanya mengganti bajumu saja tidak lebih," Archie berkata dengan lembut.


"Iya. Aku percaya," Kimmy menjawab singkat. Sejujurnya, Kimmy begitu merindukan Inggris. Ia terus mengingat bagaimana kini kondisi kliniknya? Hati Kimmy resah mengingat itu semua.


"Minumlah cokelatnya!" Pinta Archie.


"Iya. Nanti aku minum," Kimmy kembali mengalihkan perhatiannya kepada salju-salju yang berjatuhan di luar sana. Ia seolah tidak berselera dengan segelas cokelat panas yang masih beruap itu.


"Bersiaplah! Kita akan pulang hari ini," Archie menyeruput cokelat panas miliknya.


Kimmy langsung menoleh ke arah Archie. Mata gadis blonde itu tampak membulat. Perlahan bibirnya menyunggingkan senyum.


"Pulang? Maksudmu ke Inggris?" Mata Kimmy berbinar.


"Iya. Ke mana lagi?" Archie menyimpan gelasnya.


"Terima kasih," Kimmy langsung berdiri dari duduknya dan dengan cepat berhambur ke arah suaminya. Kimmy langsung memeluk Archie dengan erat.


"Sama-sama," Archie tampak gugup dengan apa yang dilakukan oleh istrinya. Perlahan bibirnya pun ikut tersenyum. Entah mengapa ada perasaan bahagia saat melihat Kimmy bahagia. Sebetulnya perasaan macam apa yang tengah Archie rasakan?

__ADS_1


"Terima kasih," ulang Kimmy sekali lagi sembari terus memeluk Archie. Archie pun membalas pelukan istrinya dan mengusap punggung Kimmy dengan lembut.


Kimmy langsung terduduk kembali dan langsung meminum cokelat panas buatan Archie hingga tandas.


"Bereskan barangmu ya? Jangan sampai ada yang tertinggal!" Pinta Archie saat Kimmy beranjak dari duduknya.


"Iya. Aku bersiap dulu," Kimmy langsung membereskan semua perlengkapannya. Tanpa tersadar, Archie terus tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


Satu jam berlalu, Kimmy dan Archie sudah siap dengan semua barangnya. Archie segera check out dari hotel dan bergegas menuju bandara dengan menggunakan taksi. Sebelum ke bandara, Archie dan Kimmy memutuskan untuk membeli oleh-oleh terlebih dahulu untuk keluarganya.


Archie dan Kimmy masuk ke dalam pesawat. Mereka duduk di Businnes Class. Kimmy terus menggenggam tangan Archie. Ia amat bahagia akan pulang secepat ini. Kimmy begitu merindukan kehidupannya di Inggris.


"Tidurlah!" Archie mengelus rambut istrinya.


Kimmy tertidur nyenyak selama penerbangan. Archie memperhatikan wajah Kimmy yang sedang terlelap. Wajahnya sangat damai dan tentu saja cantik. Tanpa tersadar, Archie tersenyum menatap Kimmy. Tapi sejurus kemudian, Archie mengingat kembali Flowi. Ia harus menemuinya dan meminta kejelasan langsung. Archie ingin mendengar semua secara langsung dari bibir Flowi.


"Kami pulang!" Teriak Kimmy di depan pintu rumah Nino.


"Kalian sudah pulang?" Tifanny yang membuka pintu tampak terkejut dengan kepulangan putra dan menantunya.


"Iya. Kami pulang, Ma," timpal Archie yang langsung masuk dengan menarik beberapa koper di tangannya.


"Kimmy, Archie mengapa kalian sudah pulang?' Tanya Tifanny masih dengan raut wajah penasarannya. Kimmy pun diam, bingung harus memberikan jawaban seperti apa kepada ibu mertuanya.


"Archie yang memutuskan untuk pulang karena Archie mempunyai tanggung jawab besar di kantor," Archie menjawab.

__ADS_1


Tifanny pun menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.


"Mama mengerti. Mama bangga terhadap keputusanmu. Tapi libur akhir tahun ini, kalian harus melanjutkan perjalanan bulan madu kalian ya?" Pinta Tifanny. Pasalnya Tifanny harus membuat mereka saling jatuh cinta.


"Iya, Ma," Kimmy dan Archie menjawab berbarengan.


"Lily dan papa mana?" Archie mencari keberadaan ayah dan adik perempuannya.


"Papa sedang di kantor perusahaanmu. Lily sedang bermain bersama teman SMPnya," beri tahu Tifanny yang hanya dibalas Archie dengan membulatkan mulutnya.


"Beristirahatlah! Kalian pasti lelah," suruh Tifanny.


"Baiklah, Ma. Kami izin beristirahat dulu. Oh iya, menantu mama membelikan Mama, Papa dan Lily oleh-oleh," beri tahu Archie sebelum dirinya masuk ke kamar.


"Terima kasih, sayang. Kamu memang menantu mama yang baik hati," ucap Tifanny tulus sembari mengusap tangan Kimmy lembut.


"Sama-sama, Ma. Kimmy ke kamar ya?" Kimmy berpamitan.


"Iya, sayang," Tifanny mengangguk.


"Sepertinya ada peningkatan dalam hubungan mereka," Tifanny memperhatikan Archie yang menunggu Kimmy sebelum masuk ke dalam kamar.


****


Di tempat lain, Galvin telah menyiapkan berbagai cara untuk mendapatkan Kimmy. Pasalnya, jika ia mendapatkan Kimmy, perusahaan ayahnya akan mendapat berbagai keuntungan bisnis bila berbesan dengan Kai. Perusahaan Adam Weems sangat menbutuhkan sokongan dana yang pernah Kai tawarkan jika mereka bisa berbesan. Di sisi lain, Galvin sangat ingin menikahi Kimmy yang cantik dan sukses dengan profesinya. Galvin begitu tergiur dengan kemolekan wajah dan tubuh Kimmy.

__ADS_1


Selain karena alasan-alasan itu, tentunya Galvin ingin membalas dendam kepada Archie dan keluarganya. Balas dendam karena sudah menjebloskannya ke dalam penjara. Galvin harus membalas untuk waktunya yang terbuang, dan target utama tentu saja adalah Archie dan keluarganya.


"Pembalasanku akan lebih pedih dari apa yang kalian perbuat!" Galvin mengepalkan tangannya sembari melihat foto keluarga Archie yang ia dapatkan dari orang-orang suruhannya.


__ADS_2