Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Perasaan Yang Baru Disadari


__ADS_3

Keesokan harinya Archie dan Kimmy langsung bersiap untuk bekerja. Kimmy begitu merindukan pekerjaannya. Tidak ada yang berubah dengan kliniknya. Bahkan klinik psikologi milik Kimmy semakin ramai setelah Nino membawakan psikolog handal dari Washington untuk menggantikan Kimmy sementara waktu.


Semalam saat bertemu dengan ayah mertuanya Kimmy dibuat terheran. Mengapa ayah mertuanya seperti tidak kaget melihat kepulangan dirinya dan Archie? Kimmy menduga Nino sudah tahu jika mereka akan pulang lebih awal. Tapi Nino tidak mempermasalahkan kepulangan mereka karena Nino langsung melakukan reschedule. Sisa negara yang Kimmy dan Archie belum datangi, akan mereka datangi saat libur akhir tahun nanti.


"Ayo kita berangkat!" Archie tersenyum saat melihat penampilan Kimmy sudah rapi.


"Ayo!" Kimmy ikut tersenyum.


Mereka sarapan bersama bersama Nino dan yang lainnya. Lily tampak antusias dan bertanya terus menerus kepada kakak iparnya.


"Ly, kak Kimmy sedang makan!" Nino berbicara kepada putri bungsunya.


"Maaf, Pa! Maaf kak Kimmy! Tapi jika kak Kimmy hamil, aku harus menjadi orang yang terlebih dahulu tahu ya? Aku yakin bulan madu kalian pasti menghasilkan bayi lucu dan gemoy!" Lily membayangkan dirinya memiliki keponakan.


"Uhuk!" Kimmy langsung tersedak mendengar celotehan adik iparnya. Ia terus terbatuk-batuk.


"Kau tidak apa?" Archie mengelus punggung Kimmy yang masih terbatuk-batuk.


"Minumlah!" Archie mengambilkan segelas air untuk istrinya.


"Kak Kimmy tidak apa-apa?" Lily tampak khawatir.


"Kau tidak apa-apa, Kim?" Nino dan Tifanny ikut khawatir.


"Aku tidak apa-apa," ucap Kimmy setelah ia terbebas dari batuknya.


"Syukurlah. Oh iya, Lily kau tidak perlu khawatir! Kak Archie dan kak Kimmy akan memberikanmu keponakan yang lucu-lucu!" Ucap Nino yang langsung disambut tepuk tangan oleh Lily. Sementara Archie dan Kimmy hanya saling bertatapan dengan bingung. Jangankan punya anak, melakukan hal itu saja belum pernah.

__ADS_1


"Kami berangkat, Pa, Ma, Lily!" Pamit Kimmy saat ia sudah menghabiskan semua menu sarapan di piring.


"Baiklah. Semoga harimu menyenangkan!" Tifanny tersenyum senang.


Archie dan Kimmy pun berjalan beriringan keluar dari rumah. Kimmy menoleh ke arah rumah ayahnya. Ia ingin sekali menemui kedua orang tuanya, tapi Nino memberi tahu jika Kai dan Alula sedang di Amerika mengunjungi Jasper dan juga keluarganya. Mereka tidak memberi kabar kepada Kimmy karena tidak ingin mengganggu bulan madu Kimmy dan Archie. Kira-kira apa yang sedang orang tuanya lakukan di rumah Jasper? Apa mereka sedang bermain bersama Emrick? Ah, Kimmy jadi merindukan Emrick. Emrick adalah keponakannya atau putra dari kakaknya yang bernama Jasper.


"Aku merindukan Emrick," gumam Kimmy sembari terus menatap rumah kedua orang tuanya.


"Nanti kau pun akan bertemu dengannya. Ayo kita berangkat!" Jawab Archie sambil memegang tangan Kimmy.


Kimmy menatap tangannya yang saat ini tengah di genggam oleh suaminya. Hatinya menghangat, tapi ia segera mengusir jauh-jauh perasaan aneh itu. Kimmy tidak boleh jatuh hati kepada Archie. Apalagi kini status Archie dan Flowi belumlah jelas. Kimmy langsung melepaskan tangannya dari genggaman suaminya. Entah mengapa, penolakan yang Kimmy buat membuat hati Archie merasa sedih. Sepasang suami istri itu pun langsung masuk ke dalam mobil. Di perjalanan hanya terdengar suara sepoi-sepoi angin musim dingin yang mengiringi perjalanan mereka.


"Aku pergi ya?" Akhirnya Kimmy bersuara setelah mobil Archie sampai di pelataran klinik psikologinya.


"Iya. Oh iya, aku tadi membuatkanmu ini," Archie mengeluarkan bekal makanan yang ia buat sejak pagi buta.


"Untukku?" Kimmy merasa terkejut.


"Terima kasih," Kimmy menerima kotak makanan itu dengan senang.


"Semoga harimu menyenangkan!" Tutur Archie dengan senyuman yang tulus.


"Semoga semua pekerjaanmu berjalan lancar! Aku masuk ya?"


"Iya," Archie mengangguk.


Kimmy pun berjalan menjauhi mobil suaminya. Sementara Archie meneruskan perjalanannya untuk sampai di kantor. Sebelum Archie masuk kantor, ia teringat dengan Flowi. Archie pun memilih untuk membelokan mobilnya menuju rumah Flowi. Ia ingin meminta kejelasan mengenai status masa depannya bersama Flowi.

__ADS_1


Tiba di depan rumah Flowi, Archie langsung menekan bel. Tak lama, Fiona sang ibu dari Flowi langsung membukakan pintu. Ia cukup terkejut dengan kedatangan Archie yang tiba-tiba.


"Flowi ada?" Tanya Archie kepada Fiona.


"Flowi? Dia ada. Sebentar! Tante panggilkan. Silahkan masuk!" Ucap Fiona dengan wajah gembira.


Archie pun masuk ke dalam rumah minimalis yang hanya dihuni oleh ibu dan anak itu. Tak lama, Archie melihat Flowi yang turun dari tangga dengan wajah yang pucat. Sepertinya gadis itu tidak sedang baik-baik saja.


"Flo, kau baik-baik saja?" Tanya Archie kepada Flowi.


"Aku baik-baik saja," Flowi tersenyum walaupun itu dipaksakan.


"Flo, aku ke sini karena ingin meminta kejelasan mengenai pesan yang kau kirimkan. Apa itu semua benar?" Archie bertanya dengan raut wajah sedih. Pasalnya ia masih mencintai wanita yang ada di hadapannya kini.


"Iya. Semua yang kukatakan benar. Aku meminta berpisah darimu karena aku ingin fokus dengan pekerjaanku. Ditambah aku tidak ingin menjalin hubungan dengan pria beristri," Flowi melihat ke arah lain. Air matanya ingin lompat tapi Flowi terus menahannya.


Setelah pengancaman yang dilakukan oleh Nino, Flowi pikir adalah hal mudah untuk melepaskan Archie. Apalagi kini keuangannya sudah stabil, karena di samping menjadi reporter, Flowi mengambil pekerjaan sampingan dengan membuka usaha catering. Catering yang diurus ibunya lumayan berkembang dan membuat Flowi bisa hidup tanpa Archie. Tapi, setelah dirasakan, Flowi begitu kehilangan akan sosok Archie. Pria baik, setia, royal dan selalu ada menanggapi semua keluh kesahnya. Ia begitu merindukan Archie. Pria yang ia sia-siakan selama ini. Baginya selama ini Archie adalah tambang emasnya. Tapi setelah semua yang terjadi, Flowi baru menyadari jika sesungguhnya hatinya mencintai pria tampan itu.


"Apa kau tidak ingin menunggu aku menyembuhkan trauma Kimmy?" Archie masih berharap. Pasalnya ia belum bisa melupakan Flowi.


"Tidak, Ar. aku tidak ingin terjebak cinta yang semu," Flowi menatap Archie dengan berkaca-kaca.


Berat sekali yang Flowi lakukan. Tapi dia harus melakukannya. Flowi takut Nino membuka semua rahasia perselingkuhannya di masa lalu saat menjadi kekasih Archie. Flowi tidak sanggup Archie membenci dirinya. Biarlah seperti sekarang, berpisah dengan cara baik. Dari pada harus merasakan kebencian Archie jika Nino memberikan foto itu.


"Baiklah, Flo. Jika itu keinginanmu. Aku tidak memaksa," Archie tersenyum getir.


"Aku berharap kau selalu bahagia, Flo. Mendapatkan pria yang lebih baik dari pada aku. Ku harap kau mampu menemukan pria yang bisa membuatmu selalu bahagia," Archie berkata dengan ikhlas. Ia sudah tidak perlu memaksa Flowi lagi, karena itu keputusan mutlak Flowi untuk melanjutkan hubungan bersamanya atau tidak.

__ADS_1


"Terima kasih, Ar. Ku harap kau pun bahagia bersama Kimmy," bibir Flowi bergetar menahan tangis. Rasanya tidak sanggup mendoakan pria yang ia cintai bahagia bersama wanita lain.


"Kalau begitu, sampaikan pada ibumu jika aku pamit!" Archie berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari kediaman Flowi. Flowi menatap punggung Archie yang menjauh. Ia pun menangis sejadinya saat mobil Archie sudah meninggalkan pelataran rumahnya.


__ADS_2