Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Perasaan Yang Sama


__ADS_3

Sore harinya Jasper menjemput Emrick di kediaman Archie dan Kimmy. Sepeninggal Emrick, Kimmy begitu kesepian. Ia masih menginginkan Emrick berada di rumahnya. Emrick dan Kimmy memang jarang bertemu mengingat Jasper dan Rachel tinggal di Amerika.


Kimmy menopang dagunya dengan kedua tangannya. Ia sedang duduk di kursi putar yang ada di kamarnya. Kebetulan kursi itu menghadap langsung ke jendela luar, hingga terlihat jelas pemandangan musim semi yang begitu indah. Kimmy begitu merindukan Emrick. Rumah kembali sepi tanpa kehadiran bocah tampan itu.


"Sayang, kau memikirkan apa?" Archie memeluk bahu Kimmy dari belakang. Membuat gadis berambut blonde itu terperanjat karena terkejut.


"Kau mengagetkanku!" Seru Kimmy, ia berusaha melepaskan pelukan Archie. Namun Archie malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Archie memutar kursi yang diduduki Kimmy menghadapnya hingga tatapan mereka saling beradu.


"Aku merindukan Emrick! Rumah ini sepi kembali saat Emrick pergi kembali," Keluh Kimmy yang dibalas senyuman oleh Archie.


"Kita bisa mengunjunginya besok!" Archie merapikan anak rambut yang menyentuh dahi Kimmy. Archie merasa semakin hari Kimmy semakin cantik saja di matanya.


"Tapi aku menginginkannya di sini setiap hari!" Risau Kimmy sendu.


"Emrick mempunyai orang tua yang lengkap, Kim! Orang tuanya pun selalu merindukan bocah itu," Archie memberikan pengertian pada Kimmy, membuat wanita itu diam terpaku.


"Kimmy apa kau ingin mempunyai anak sendiri? Anak yang lahir dari rahimmu? Apa kau juga ingin mempunyai anak dariku? Apa kau ingin merubah suasana rumah ini menjadi ramai karena tangisan dan tawa anak kecil?" Archie menatap Kimmy lekat. Kimmy membuang pandangannya. Namun tangan Archie menyentuh dagunya lembut, hingga membuat tatapan mereka kembali bertemu.

__ADS_1


"Kau selalu saja membicarakan anak! Ujungnya kau akan meminta hakmu kan?" Sewot Kimmy yang merasa Archie mendekatinya karena ada maksud.


"Aku serius, Kim! Bukan perihal hakku dan kewajibanmu! Tapi apakah kau mau mempunyai anak bersamaku? Kau tak perlu sedih saat Emrick dijemput orang tuanya. Kita bisa mempunyai anak kita sendiri. Membesarkannya dengan tangan kita sendiri? Apa kau tidak mau menua denganku? Apakah kau sudah mulai mencintaiku?" Archie memberondong pertanyaan kepada Kimmy dengan sekaligus.


Kimmy sejenak terpaku. Ia menatap bola mata Archie. Tidak ada keraguan di mata itu. Apakah ia harus jujur sekarang? Jujur, Jika Kimmy pun mulai mencintai Archie. Bahkan setiap malam ia selalu saja memikirkan suaminya, dan memandangi Archie saat tertidur dengan lelap.


"Jawab aku, Kim! Apa kau mencintaiku?" Kejar Archie lagi. Tak sabar menunggu jawaban putri bungsu pengusaha tersukses di Eropa barat itu.


"Lalu, bagaimana dengan perasaanmu? Apakah kau sudah mulai melupakan Flowi di hidupmu?" Kimmy berbalik bertanya.


Archie memegang kedua pipi Kimmy dengan kedua tangannya. Kemudian pria tampan itu menangkupnya. Archie mendekatkan wajahnya, menempelkan hidungnya ke hidung Kimmy hingga hembusan nafas keduanya saling menerpa wajah masing-masing.


"Aku hanya ingin tahu perasaanmu padaku. Jika kau sudah mencintaiku, mari bangun rumah tangga ini dengan kebahagiaan! Namun, jika kau belum mencintaiku, aku akan membuatmu mencintaiku apapun caranya! Aku akan berusaha merebut hatimu!" Lanjut Archie lagi.


Kimmy mengerjapkan matanya, menahan air matanya yang nyaris saja terjatuh. Ia lalu tersenyum kecil. "Terima kasih karena sudah mencintaiku, Ar! Sejujurnya aku pun mulai jatuh cinta padamu!" Aku Kimmy yang membuat bibir Archie tertarik ke atas, membentuk senyuman kebahagiaan begitu mendengar jika istrinya itu mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Archie lalu mendekap Kimmy, memeluknya dengan erat. Ia menciumi rambut Kimmy dengan begitu posesif. "Terima kasih, Kim! Aku berjanji, aku akan menjadi suami yang selalu membahagiakanmu, selalu menjagamu. Ada du saat suka dan duka. Mari kita bangun rumah tangga kita dengan penuh kebahagiaan!" Lirih Archie dengan suara parau, tak menyangka rasa cinta yang selama ini ia pendam akan disambut hangat oleh Kimmy.


Kimmy menengadahkan kepalanya, ia menatap Archie yang sedang menatapnya dengan penuh cinta. "Cium aku, Ar!" Pinta Kimmy manja.

__ADS_1


Archie mendekatkan wajahnya, ia lalu mencium bibir Kimmy dengan lembut. Kimmy membalas ciuman itu hingga ciuman itu berubah menjadi *******. Mereka saling berebut oksigen dan bertukar saliva. Ciuman mereka saling menuntut, meminta untuk lebih dari sekedar itu. Akhirnya Archie menggendong Kimmy. Ia merebahkan tubuh Kimmy di atas tempat tidur. Mereka saling memejamkan mata, saling merasakan kehadiran satu sama lain.


"Aku mencintaimu, Kim!" Suara serak Archie memenuhi pendengaran Kimmy.


Kemudian pria itu mencium telinga Kimmy, hingga membuat sekujur tubuh wanita cantik itu meremang. Kimmy tak pernah merasakan sensasi seperti ini. Ia memilih menutup mata dan menikmati setiap sentuhan yang suaminya berikan.


Setelah pemanasan yang membuat Kimmy merasakan pelepasan. Akhirnya Archie menyatukan tubuhnya pada tubuh Kimmy, Kimmy meringis menahan nyeri hingga tanpa sadar ia mencakar punggung Archie.


"Tahan, sayang!" Ucap Archie dengan nafas yang terengah-engah.


"Sakit, Ar!" Kimmy menutup matanya, tak terasa air matanya mengalir.


Archie mengusap sudut mata Kimmy yang basah. Kemudian ia menciumi lagi istrinya. Akhirnya penyatuan mereka berhasil. Archie menggerakkan tubuhnya hingga membuat Kimmy melupakan rasa sakitnya. Tanpa sadar Kimmy mend*sah, membuat Archie semakin bergairah.


Suasana di kamar itu menjadi panas dan dipenuhi dengan suara erangan dari mulut Kimmy, beruntung Archie membawa Kimmy pindah. Hingga mereka bebas melakukan apapun tanpa takut diketahui Nino atau Tiffany. Inilah yang Archie inginkan, mempunyai privasi sendiri untuk keluarga kecilnya. Archie menciumi semua wajah Kimmy saat percintaan mereka telah usai. Archie begitu bangga karena bisa memiliki Kimmy seutuhnya.


"Aku harap setelah ini kau segera hamil, Kim! Agar kau tak perlu bersedih lagi saat Emrick meninggalkan rumah ini!" Gumam Archie seraya merebahkan tubuhnya di samping tubuh Kimmy. Archie menyelimuti tubuh Kimmy yang polos itu, ia takut tergoda lagi dan meminta haknya lagi.


"Aku harap begitu," jawab Kimmy dengan senyuman manis, mereka saling berpelukan sampai mereka terlelap tidur dan memasuki alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2