
Pagi harinya Kimmy dan Archie sarapan di restoran hotel. Kimmy dan Archie kompak memesan cokelat panas karena udara begitu dingin dan menusuk.
"Harga makanan di sini mengapa sangat mahal ya?" Kimmy mengeluh ketika melihat nota pembayaran.
"Ya karena tempat ini lumayan jauh dari kota. Untuk ke super market kau harus menghabiskan waktu kurang lebih selama satu jam perjalanan," Archie tertawa sembari meneguk cokelat panas yang terasa menghangatkan sekujur tubuhnya.
"Satu jam?" Kimmy tak berpikir.
"Iya. Makanan di super market lebih beraneka ragam dan tentunya murah. Akan tetapi jaraknya lumayan jauh dari hotel," Archie menyeruput kuah sup ayam.
"Hari ini kita mau ke mana? Aku ingin tidur lagi," Kimmy menguap.
"Tidur? Untuk apa ke sini jika kau tidur terus? Aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan musim dingin. Ayo cepat habiskan makananmu!" Perintah Archie.
"Mengajakku ke mana?" Kimmy tampak penasaran.
"Rahasia," jawab Archie pendek.
"Tapi aku mau tahu," protes Kimmy sementara Archie hanya menaruh jari telunjuknya di bibir sebagai pertanda agar Kimmy diam dan segera menghabiskan makanannya. Mereka pun kembali memakan sarapannya dalam hening.
"Sudah, ayo!" Kimmy menyimpan p*isau dan garpunya sesudah makanan yang ada di hot platenya habis tak tersisa dan hanya menyisakan sedikit saus.
"Kau bersemangat sekali! Katanya tadi ingin tidur?" Archie tersenyum melihat Kimmy yang terburu-buru.
Kimmy tak menjawab kata-kata usil suaminya. Gadis blonde itu mengambil tasnya dari atas meja dan berjalan terlebih dahulu. Archie pun segera membayar sarapan mereka, lalu dengan langkah cepat menyusul langkah Kimmy.
Archie memesan taksi yang akan membawa mereka dari hotel menuju Levi.
"Levi!" Ucap Archie kepada supir taksi saat mereka kini sudah di dalam taksi.
"Levi? Mau apa kita ke sana?" Kimmy tampak benar-benar dibuat penasaran.
"Nanti kau bisa lihat sendiri," Archie lagi-lagi tidak memberikan jawaban pasti terkait tujuan perjalanan mereka ke Levi.
__ADS_1
Kimmy hanya diam. Ia berpikir keras ke mana suaminya membawa dirinya pergi? Kimmy tidak merisaukannya karena sudah pasti Archie akan membawa dirinya ke tempat aman. Kimmy pun memilih untuk mengedarkan pandangannya ke luar kaca mobil. Di sana terhampar salju yang sangat cantik. Apalagi saat taksi menembus hutan dan juga pegunungan yang seakan menghipnotis mata Kimmy. Taksi melaju dengan sangat lambat karena jalanan di tutupi salju dan pastinya membuat jalanan menjadi licin. Sang sopir taksi yang sudah ahli pun tampak berhati-hati membawa mobilnya.
"Sangat indah!" Gumam Kimmy yang terdengar oleh telinga Archie. Archie hanya tersenyum kecil mendengar gumaman Kimmy.
Taksi pun berhenti di Levi. Kimmy dan Archie pun keluar dari taksi setelah membayar ongkos perjalanan mereka. Tentunya Archie memberikan tip kepada supir taksi yang telah membawa mereka ke Levi dengan selamat.
Kimmy berjalan menyusuri jalan. Ia melihat kandang anj*ing-anj*ing Husky. Kimmy terus berjalan, kemudian matanya melihat segerombolan Husky dan juga seorang pria.
"Tuan Archie?" Tanya pria itu saat tatapannya bertemu dengan Archie dan Kimmy. Kimmy menduga pria itu adalah tuan dari gerombolan Husky.
"Iya. Aku ingin menaiki kereta luncur dengan ditarik oleh para Husky ini," Archie menjawab kepada pria Finland itu.
"Tentu saja. Silahkan gunakan pakaian-pakaian ini!" Pemandu Husky memberikan baju khusus agar Kimmy dan Archie tidak kedinginan.
"Jadi, kau mengajakku untuk merasakan Husky ride?" Mata Kimmy tampak berbinar. Ia tidak menyangka jika Archie mengajak dirinya untuk menaiki kereta luncur yang ditarik oleh segerombolan anj*ng Husky. Kimmy memang belum pernah mencoba Husky Ride.
"Iya. Aku ingin kau semakin mencintai musim dingin," Archie tersenyum tulus. Kimmy merasa terharu dengan apa yang dilakukan suaminya.
Archie dan Kimmy pun segera duduk di kereta luncur. Kereta itu dipandu oleh pria yang bertugas untuk mengarahkan gerombolan husky. Perlahan para husky segera berlari dan kereta luncur pun bergerak dengan cepat.
"Ar, ini keren!" Kimmy tertawa saat kereta luncur naik turun bukit bersalju.
"Pegangan yang kuat!" Pinta Archie ketika para gerombolan Husky semakin cepat berlari.
Archie pun memeluk pinggang Kimmy agar istrinya itu tidak jatuh dari kereta. Kimmy tertawa lepas menikmati kereta luncur bak di negeri dongeng. Kimmy merasa sangat bahagia.
"Kau tahu, Ar? Aku seperti Jadis sekarang (Jadis adalah karakter penyihir putih di film *Narnia The Lion, The Witch and The Wardrob*e)," Kimmy menaikan suaranya agar Archie mendengar suaranya.
"Tidak. Kau bukan Jadis. Kau adalah gadis baik," jawab Archie dengan jujur.
"Benarkah? Bukankah aku yang menghancurkan hubunganmu dengan kekasihmu?" Kimmy menatap Archie yang kini duduk di belakangnya. Tubuh Kimmy memang bersandar di dada suaminya.
"Tidak. Kau tidak menghancurkan hubungan siapa pun," bisik Archie.
__ADS_1
Kimmy hanya diam dan tidak bersuara. Ia tidak ingin membuat suatu momen bersama Archie. Kimmy takut ia jatuh cinta pada pria itu.
Kereta seluncur terus bergerak. Kini, kawanan husky itu berlari lebih pelan.
"Apa tidak apa memperkerjakan mereka seperti ini?" Kimmy bertanya hati-hati kepada pria yang bertugas sebagai pengendali para Husky.
"Mereka senang melakukan ini. Ini adalah hiburan untuk mereka. Tenang saja kita tidak menyiksa mereka!" Pria asli orang Finland itu tersenyum. Ia berbalik kemudian memberikan setoples kue yang berbentuk hati.
"Makanlah! Ini kue berbentuk hati. Hati kalian akan selalu terpaut satu sama lain," ucap pria itu lagi yang membuat Kimmy dan Archie saling berpandangan.
"Kalian akan selalu bersama. Sekuat apapun kalian melepaskan diri, tapi ikatan itu tidak akan pernah lepas," pria itu memberikan toples kue berisi hati. Kimmy menerimanya dengan hati-hati. Kimmy membuka toples itu, ia memakannya dengan cepat. Kimmy tidak mau memikirkan perkataan orang Finland.
Mereka pun berhenti sejenak karena para husky itu harus beristirahat sebentar mengingat Archie dan Kimmy mengambil trip yang terjauh. Pria pemandu itu membuat api unggun dan mengeluarkan makanan yang digantung di kereta luncur.
"Ini. Tenang saja! Semua makanan ini adalah makanan steril dan dipastikan kebersihannya," pemandu husky memakai sarung tangan untuk mengeluarkan ayam, cumi dan ikan dari tas agar terbebas dari segala kuman.
"Terima kasih," Kimmy dan Archie mengambil makanan itu untuk di bakar di api unggun.
"Semoga rumah tangga kalian selalu diliputi kebahagiaan," harap pemandu husky.
"Terima kasih," Archie dan Kimmy menjawab berbarengan
"Lihatlah! Bulu matamu menbeku," Archie menyentuh bulu mata Kimmy yang seperti dilapisi oleh es.
"Kau kedinginan!" Archie tampak khawatir.
"Hey, tidak usah khawatir! Bukankah aku ice princess?" Kimmy memandang mata Archie yang teduh.
"Kau ini! Kemarikan tanganmu!"
Kimmy pun menyodorkan lengannya. Archie langsung melepas sarung tangan di tangan miliknya dan di tangan Kimmy.
"Semoga tanganmu bisa lebih hangat!" Archie menggenggam tangan Kimmy erat.
__ADS_1