
"Si*al*n! Harusnya wanita itu marah dan menceraikan priaku!" Flowi menendang tempat sampah kecil yang ada di ruangan Kimmy membuat sampah tercecer di lantai.
Sementara di dalam mobil, Kimmy tak mengeluarkan sepatah kata pun. Wanita cantik itu lebih asyik mendengarkan lagu dari headsetnya. Kimmy saat ini menyenderkan tubuhnya di kursi mobil dengan kedua tangan yang bersidekap di dada.
"Kim?" Panggil Archie, tapi tak ada sahutan dari Kimmy.
Archie melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan. Satu tangannya melambaikan tangannya di hadapan wajah istri cantiknya itu. Namun Kimmy tak bergeming, ia tetap diam dengan tatapan datar. Archie berdecak pelan, kemudian ia menambah kecepatan laju mobilnya. Sesekali Archie menatap pemandangan musim salju yang akan mencair dan siap untuk digantikan dengan musim semi.
Archie memarkirkan mobilnya saat kendaraan mewah itu memasuki carport. Kimmy turun dengan santai seolah tak mempedulikan keberadaan Archie. Sontak saja Archie bertambah gusar. Ia bingung harus bagaimana jika Kimmy sudah mendiamkannya seperti itu.
"Sayang, ayo kita masuk!" Archie menggenggam tangan Kimmy, tapi Kimmy menepis tangan Archie pelan.
Kimmy memilih berjalan terlebih dahulu. Archie hanya bisa mengalah. Mereka berjalan beriringan menuju ruang tengah.
"Lelah sekali!" Gumam Kimmy tapi masih bisa terdengar oleh Archie.
Kimmy menyenderkan punggungnya di sofa. Kedua matanya terpejam. Archie menelan salivanya dengan susah payah. Kimmy begitu menggoda karena saat wanita itu memejamkan matanya, kecantikan Kimmy semakin berkali lipat.
"Biar ku lepas sepatumu!" Archie berjongkok di hadapan Kimmy. Ia lalu memegang kaki istrinya dan melepaskan sepatu boots yang masih melekat dengan apik di kaki putih nan mulus milik Kimmy.
Kimmy tak bergeming, ia memejamkan matanya kembali. Seolah tak terusik dengan tingkah laku suaminya yang sedang berusaha untuk membujuknya.
"Sudah!" Archie tersenyum saat melepaskan sepatu Kimmy, ia lalu duduk di samping istrinya.
"Kim!" Panggil Archie lagi.
__ADS_1
"Ck! Dari tadi kau berisik sekali!" Umpat Kimmy dengan ketus. Wanita cantik itu memutar bola matanya malas.
Archie tak patah arang, ia masih duduk di samping Kimmy. Memutar bahu istri kesayangannya itu, hingga tubuh mereka saling berhadapan.
"Kim, aku akan menjelaskan mengenai perjanjian papa Kai denganku. Apa kau ingin tahu?" Tanya archie lembut, ia menangkup pipi Kimmy dengan sayang.
Kimmy tak bergeming, ia lebih memilih mengatupkan bibirnya. Rasanya ingin sekali meminta penjelasan pada suaminya. Namun Kimmy sangat malas berbicara dengan siapapun jika hatinya sedang dalam kondisi tak baik. Meskipun Kimmy tak melayani permainan Flowi, namun Kimmy tetaplah manusia biasa. Ia sangat cemburu saat Flowi dengan gamblangnya mengharapkan suaminya untuk kembali ke sisinya. Kimmy juga merasa sakit hati saat mengetahui ada perjanjian antara Archie dan papanya. D ihati kecilnya, Kimmy mulai meragukan perasaan Archie padanya. Namun Kimmy ingin mendengarkan alasan Archie, Kimmy tahu ayahnya tak akan gegabah dalam memberikan pilihan.
"Saat kita baru menikah, papa Kai mendatangiku di kantor. Dia menjelaskan kalau kau mempunyai trauma karena penculikan keluarga Aaroon. Papa Kai memintaku untuk menyembuhkan traumamu. Setelah kau sembuh, aku bisa memilih untuk tetap tinggal bersamamu atau menyudahi pernikahan kita," Archie mulai bercerita tanpa diminta, tangannya merapikan anak rambut Kimmy yang menyentuh dahi wanita itu.
"Aku sudah sembuh. Kau bisa meninggalkanku sekarang!" Sahut Kimmy dingin.
Archie menggeleng, ia tak terima saat Kimmy mengucapkan kata perpisahan padanya. "Tidak, Kim. Sampai mati pun aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku sangat mencintaimu!" Archie mengangkat dagu Kimmy, ia mendekatkan wajahnya pada Kimmy. Hingga mereka merasakan deru nafas satu sama lain.
"Jangan pernah pergi dariku!" Bisik Archie, namun Kimmy mendorong dada Archie.
Mata Kimmy memanas. Jujur saja ia merasa sangat cemburu saat suaminya memanggil nama Flowi. Kimmy pun sangat cemburu saat mengingat dulu suaminya sangat bertekut lutut pada reporter cantik itu. Namun Kimmy tahan sebisa mungkin rasa cemburu itu. Ia tak ingin Archie tahu sisi kelemahannya.
"Sejak penculikanmu oleh Galvin, aku baru menyadari jika aku tidak akan sanggup kehilanganmu!" Lagi-lagi Archie berbicara meskipun istrinya diam seribu bahasa.
"Jika kau mau, ayo kita menemui papa Kai! Kita bahas masalah ini!" Ajak Archie seraya menggenggam tangan Kimmy.
"Tak perlu melibatkan papa!" Kimmy menolak. Sebenarnya ia memang percaya pada Archie, namun Kimmy hanya ingin mengetahui bagaimana Archie menjelaskan dan meyakinkan dirinya.
"Kim, Aku mohon jangan mengacuhkan ku begini! Apa aku perlu bersimpuh di kakimu supaya kau memaafkan ku?" Archie memelas, ia kemudian bangkit dari duduknya, dan bersiap untuk berlutut di kaki Kimmy.
__ADS_1
"Hentikan! Aku percaya padamu!" Kimmy memegang bahu Archie yang akan berlutut padanya.
"Kau mempercayaiku?" Archie menatap Kimmy dengan sedih, ia merasa putus asa dengan sikap dingin yang diperlihatkan oleh Kimmy.
Kimmy diam. Namun detik berikutnya ia mengangguk. Beberapa bulan hidup bersama Archie, Kimmy sangat tahu watak suaminya. Archie adalah pria yang jujur dan tak pandai berbohong. Ia percaya Nino dan Tiffany membesarkan Archie dengan sangat baik.
"Terima kasih, Kim!" Bibir Archie bergetar, ia lalu menarik Kimmy dalam pelukannya dengan sangat erat, hingga membuat Kimmy kesulitan untuk bernafas.
"Ar! Pelukanmu bisa membunuhku!" Sewot Kimmy
"Maaf. Maaf! Aku hanya terlalu senang kau percaya padaku. Aku tak bisa melihatmu mendiamkan ku lebih lama lagi!" Archie melepaskan pelukannya, ia lalu mengangkat dagu Kimmy lembut.
"Aku mencintaimu, Kim! Aku tergila-gila padamu! Setiap detik isi kepalaku hanya memikirkanmu," Archie mendekatkan wajahnya, ia lalu mencium bibir Kimmy dengan lembut.
"Kau berlebihan!" Kimmy melepaskan ciuman Archie. Namun Archie memangkas jaraknya lagi, ia mencium istrinya kembali.
Kimmy akhirnya membalas ciuman itu, membuat tubuh Archie seperti terkena sengatan aliran listrik. Kemudian ia mel*mat bibir Kimmy dengan kasar. Sesekali tangannya bergerilya menangkup bagian tubuh atas Kimmy hingga membuat Kimmy melenguh.
Tubuh Archie seketika memanas. Ia lalu membuka kancing kemeja Kimmy satu persatu. Ciuman Archie turun ke ceruk leher Kimmy yang telah terbuka. Membuat wanita cantik itu menegang, hingga tanpa sadar Archie sudah melucuti pakaian Kimmy hingga wanita itu sudah dalam keadaan polos, tak memakai baju sehelai benang pun.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Archie dengan suara parau, kemudian senyum terbit dari bibirnya saat Kimmy menganggukan kepalanya.
Akhirnya Archie menyatukan tubuh mereka. Suara kecapan dan d*sahan saling bersahutan. Archie terus menggerakkan tubuhnya sampai Kimmy mendapatkan pelepasannya.
"Sekarang giliran ku!" Kimmy mengerlingkan matanya, ia lalu mendorong tubuh Archie dan mengambil posisi di atas. Kimmy bergerak sesuai nalurinya, menggerakkan tubuhnya memancing Archie untuk sampai di puncak.
__ADS_1
Sementara Tiffany yang mengetuk pintu merasa khawatir karena tak ada sahutan dari Kimmy atau pun Archie. Diaa langsung membuka pintu. Ia merasa heran karena pintu rumah putranya tidak terkunci. Saat membuka pintu, mata Tiffany membeliak. Lekas dengan cepat Tifanny menutupnya kembali.