
Acara ulang tahun Emrick berjalan dengan lancar. Mereka merayakan hari ulang tahun anak pertama Jasper itu dengan penuh keceriaan. Sementara itu, hubungan Archie dan Kimmy belum ada perubahan. Kimmy masih saja bersikap dingin kepada suaminya itu. Tak mau membuat kedua orang tua dan mertuanya curiga, Archie pun memutuskan untuk membawa Kimmy pulang. Kimmy pun tidak menolak karena dirinya tidak mungkin memperlihatkan hubungannya dengan Archie yang merenggang. Bagaimana pun Kimmy harus bisa menjaga persoalan kehidupan rumah tangganya, termasuk kepada kedua orang tuanya.
Setelah berpamitan dengan keluarga besar, Kimmy dan Archie pun pulang ke rumah mereka. Kimmy masih saja cuek kepada suaminya. Hingga akhirnya Archie sudah tidak tahan lagi dengan sikap dingin istrinya yang kentara mendiamkannya.
"Kim, kalau kau masih marah, lebih baik kau pukul saja aku!" Archie berkata dengan frutasi. Sementara Kimmy hanya duduk di sofa tanpa mengatakan apapun. Tangannya sibuk mencari chanel televisi favoritnya.
"Kim, aku berbicara kepadamu!" Archie mengambil remote dari tangan istrinya.
"Apa maumu?" Kimmy berkata dengan ketus.
"Aku ingin minta maaf. Kim, tolong maafkan aku! Demi apapun, aku sudah tidak pernah menginginkan Flowi lagi," Archie berjongkok di hadapan Kimmy. Kimmy memandang mata Archie. Tidak ada kebohongan di mata suaminya.
"Kimmy, aku cinta padamu. Aku tidak tahu rasa ini kapan ada di dalam hatiku. Tapi ketahuilah, yang aku inginkan saat ini adalah menua bersamamu. Hidup bahagia dengan anak-anak kita kelak, Kim. Aku tidak pernah menginginkan Flowi lagi. Memikirkannya pun aku tidak pernah," Archie mengambil lengan Kimmy dan memegangnya erat.
"Mari kita bina rumah tangga yang bahagia! Hanya aku dan kau," Archie menatap mata Kimmy dengan dalam.
"Kau bersungguh-sungguh mengatakannya?" Kimmy sekali lagi mencari kebenaran dari mata itu.
"Kim, jika aku tidak mempunyai perasaan padamu, sudah pasti aku akan mengejar Flowi kembali. Aku tidak akan cape-cape untuk meyakinkanmu mengenai perasaanku," Archie berkata dengan penuh penekanan.
"Maafkan aku!"
"Baiklah. Aku memaafkanmu,"
"Kim, bukankah kau bilang jika aku sudah memastikan perasaanku, kau akan datang padaku?" Archie tersenyum.
"Maksudmu?" Kimmy tampak berpikir.
"Apa aku boleh meminta hakku?" Tanya Archie dengan terang-terangan.
"Ku maafkan sedikit, kau sudah bertingkah!" Kimmy menaikan suaranya.
"Kau kan yang bilang, Kim!" Archie merajuk.
__ADS_1
"Aku tidak mau," Kimmy menolak.
"Kau kan sudah berjanji. Ayo!" Archie berdiri dan langsung menggendong Kimmy menuju kamar mereka. Sesekali Archie menggelitik perut istrinya.
"Ar, itu menggelikan!" Kimmy tertawa.
Archie menendang pintu kamar. Dengan cepat Archie membaringkan Kimmy di atas kasur. Archie langsung menc*um Kimmy dan mel*mat bib1r yang terasa manis itu. Kimmy mulai terbawa perasaan. Ia memilih mengalungkan tangannya di leher Archie. Merasa tidak ada penolakan, Archie semakin berani saja. Ia mulai menyentuh titik sens*tif di tubuh istrinya. Kimmy terhanyut. Ia memejamkan matanya. Akan tetapi, suara gedoran pintu membuat mereka menghentikan aktivitas itu.
"Ar, Kimmy?" Gedoran itu berubah menjadi teriakan ketika pintu tidak kunjung dibuka oleh si pemilik rumah.
"Siapa itu?" Kimmy langsung duduk dan merapikan bajunya yang sudah berantakan karena ulah suaminya.
"Aku tidak tahu," Archie pun ikut merapikan bajunya.
Mereka berdua langsung turun ke lantai satu dan membuka pintu. Ketika Archie dan Kimmy membuka pintu, mereka melihat Jasper tengah menggendong Emrick, putranya.
"J, kau mengagetkanku!" Sembur Archie kepada sahabat yang kini sudah menjadi kakak iparnya.
"Ya jelas kehadiranmu mengejutkan, J. Kau menggedor-gedor pintu seperti FBI saja! Kan ada bel di luar," Kimmy berdecak kesal.
"Oh itu, maaf!" Jasper tertawa kecil.
"Bibi?" Mata jernih Emrick menatap Kimmy.
"Bibi!!!" Rengek Emrcik yang minta digendong oleh Kimmy.
Kimmy pun langsung menggendong keponakan pertamanya itu. Kimmy menciumi pipi bulat Emrick dengan gemas.
"Ar, Kimmy, Emrick sedari tadi menangis karena ingin bertemu denganmu. Dia meminta diantarkan ke sini. Emrick bilang dia ingin menginap bersamamu," beri tahu Jasper.
"Benarkah itu, sayang? Kau ingin menginap bersama bibi?" Kimmy menatap Emrick lembut.
"Iya, Bibi," Emrick mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita menginap bersama!" Kimmy langsung memangku Emrick menuju kamarnya, meninggalkan Jasper dan juga Archie.
"Yah, gagal lagi!" Keluh Archie dalam hatinya.
"Kalau begitu, aku pergi ya, Ar? Terima kasih sudah mengizinkan Emrick menginap di sini," Jasper berpamitan dan langsung pergi dari kediaman Archie.
Archie menghembuskan nafasnya pelan. Ia pun menyusul Kimmy dan juga Emrick ke kamar. Saat Archie masuk ia melihat bibi dan keponakan itu tengah tertawa bersama. Kimmy sedang menggelitik anak yang baru saja berusia lima tahun itu.
"Kemarilah, Paman! Tidurlah bersama kami!" Pinta Emrick.
"Tentu saja. Paman akan tidur bersama kalian," Archie langsung mengangguk.
Archie membaringkan tubuhnya di sisi Emrick. Posisi Emrick memanglah tidur di tengah saat ini. Emrick menceritakan bagaimana kehidupannya di Amerika.
"Aksen Inggrismu benar-benar aksen Amerika, padahal aksen Inggris ayahmu sangatlah British," Archie tertawa.
"Dia kan bersosialisasi dengan orang-orang Amerika. Benarkah begitu, sayang?" Kimmy menc*um lembut pucuk kepala keponakannya.
"Bibi Kimmy benar," anak berambut pirang itu menganggukan kepalanya.
"Bibi Kimmy ceritakan tentang sebuah cerita! Kata Mommy, bibi Kimmy pandai bercerita! Pinta Emrick dengan menatap penuh harap kepada bibinya.
"Baiklah, bibi akan menceritakan suatu cerita," Kimmy tampak berpikir. Cerita apa yang akan ia ceritakan sebagai pengantar tidur.
Akhirnya Kimmy pun memutuskan untuk menceritakan dongeng mengenai putri duyung dan pangeran. Kimmy mendongeng dengan ekspresi yang sangat menjiwai. Archie tertegun melihat wajah istrinya yang ekspresif itu. Jarang sekali Archie melihat Kimmy ceria dan penuh semangat seperti itu. Biasanya wajah gadis itu akan terlihat datar.
"Dan akhirnya Ariel dan pangeran pun hidup bahagia," Kimmy mengakhiri dongeng pengantar tidurnya.
Kimmy menatap Emrick yang sudah terlelap dalam tidurnya. Ia pun menc*um pucuk kepala Emrick dan menyelimuti tubuh mungil yang berbaring di sisinya dengan penuh kasih sayang. Sementara Archie masih menatap Kimmy sembari tersenyum.
"Hey, mengapa kau tersenyum padaku?" Kimmy menatap suaminya.
"Aku jadi tidak sabar ingin segera mempunyai anak darimu.
__ADS_1