
Seorang pria berkepala plontos langsung memukul punuk Angela. Wanita itu langsung kehilangan kesadaran karena pukulan itu. Mereka pun memasukan Angela ke dalam mobil untuk diserahkan kepada Kai.
Angela memicingkan matanya kala ia sadar dari pingsannya. Ia memindai sekitarnya. Ruangan gelap, lembab, berdebu yang memenuhi penglihatannya. Angela terbatuk-batuk saat hidungnya menghirup udara yang begitu kotor.
"Di mana aku?" Tanyanya pada diri sendiri, ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Namun nihil, ia sama sekali tak mengenali tempat itu.
Angela tak bisa bergerak. Tubuhnya diikat dengan tali yang sangat kencang hingga ia meringis menahan sakit. Terlihat semua kulit-kulitnya memerah karena ikatan yang begitu kuat.
"Siapa pun! Tolong aku!" Teriak Angela. Ia sangat ketakutan melebihi apapun. Wanita itu takut seseorang yang menculiknya akan menyakitinya, atau lebih parah lagi orang itu akan melenyapkannya.
Nyali Angela seketika menciut saat mendengar derap langkah kaki yang berjalan menghampirinya. Kemudian seseorang itu menyalakan lampu, membuat Angela menyadari bahwa itu gudang yang penuh dengan drum bekas minyak dan oli.
"Tuai Kai?" Bibirnya bergetar saat melihat orang yang ditakutinya kini sedang berdiri di hadapannya dengan pongah.
"Hallo nona Angela! Senang bertemu denganmu di sini!" Kai tersenyum menyeringai, ia lalu mendudukan dirinya di hadapan Angela. Membuat Angela menunduk takut.
"Lepaskan aku, tuan Kai! Aku mohon maafkan aku!" Angela kini terisak.
Namun bukannya merasa kasihan, kilat amarah muncul di manik mata Kai. Kai mengapit kedua pipi Angela, hingga tatapan mereka bertemu.
"Kau mau ke mana Nona Angela? Bahkan kau belum bersenang-senang bersama anak buahku! Sepertinya tubuhmu ini menggugah hasrat mereka!" Ledek Kai dengan bengis.
Angela beringsut mundur. Ia sangat ketakutan dengan ancaman Kai. "Tidak, aku mohon jangan biarkan aku dilecehkan mereka!" Mohon Angela dengan air matanya yang meleleh membanjiri pipinya yang kemerah-merahan.
"Tidak kah kau kasihan pada putriku saat Galvin mencoba melecehkannya, hm? Kau justru membawanya pada pria brengsek itu! Katamu putriku akan bersenang-senang dengan pria si*lan itu! Aku hanya ingin membalas kebaikanmu saja Nona Angela. Aku pun ingin kau bersenang-senang dengan anak buahku!" Kai berbicara dengan santainya, namun perkataan Kai membuat bulu kuduk Angela berdiri. Ia benar-benar ketakutan dengan ancaman Kai.
__ADS_1
Angela menggelengkan kepalanya cepat. "Ampuni aku! Aku khilap. Tolong maafkan aku!" Ratapnya yang hanya dibalas Kai dengan senyuman yang mengejek.
"Apa salah putriku padamu? Mengapa kau begitu tega padanya??" Bentak Kai yang sudah tidak bisa menyembunyikan amarahnya lagi, ia mencekik leher Angela hingga gadis itu kesulitan bernafas.
"Jangan. Maafkan aku, aku mohon!" Ratap Angela dengan kesusahan menghirup oksigen.
Kai melepaskan cengkramannya, Angela terbatuk-batuk dengan aksi cekikan Kai. Ia tak mengira ayah dari Kimberly sangatlah menakutkan.
Kai menjentikan jarinya. Beberapa saat kemudian, keluarlah anak buah Kai yang terdiri dari tiga orang pria yang berwajah sangar. Mereka mengelilingi Angela yang sangat ketakutan. Air mata terus saja menitik membuat Angela begitu terlihat memilukan.
"Pergi! Jangan sentuh aku!" Teriak Angela mencoba melindungi dirinya.
"Kami hanya ingin bersenang-senang denganmu, sayang!" Goda salah satu pria itu yang bernama Mark.
Mark menyentuh lengan Angela. Dengan sorot mata yang muak dan jijik, Angela menepisnya sebisa mungkin meski kedua tangannya terikat.
Mark kemudian mengambil gunting dari saku jacket yang terbuat dari kulit. Ia menjambak rambut Angela hingga wanita itu mengaduh kesakitan. Sedetik kemudian Mark menggunting rambut Angela tanpa ampun.
"Lepaskan aku, b*rengs*k! Kau tak bisa memperlakukan aku seperti ini!" Teriak Angela di tengah tangisannya. Namun Mark tak menghiraukan teriakannya. Ia tengah asyik menggunting rambut Angela hingga gaya rambut Angela sangat berantakan dan nyaris botak.
Kemudian teman dari Mark menutup mulut Angela dengan lakban. Setelah itu ia membukanya lagi dengan kencang hingga membuat Angela meringis kesakitan. Begitulah seterusnya, teman Mark menutup mulut Angela lagi, lalu membukanya lagi. Ini semua atas suruhan Kai. Kai ingin Angela merasakan apa yang Kimmy rasakan ketika Kimmy diculik olehnya
"Bagaimana? apa menyenangkan?" Kekeh Kai yang melihat adegan itu.
Angela menggeleng, ia menangis histeris. Tak tahan lagi dengan permainan Kai yang begitu tega dan bengis padanya.
__ADS_1
"Ampuni aku! Aku akan melakukan apa saja asal kau mau memaafkan ku!" Mohonnya di tengah Isak tangisnya, namun tak membuat hati Kai tersentuh.
Mark berjalan menghampiri wanita yang sedang tak berdaya itu. Angela hanya bisa beringsut mundur saat melihat Mark menghampirimya dengan rokok yang masih menyala.
"Bagaimana jika rokok ini melukai pipimu yang mulus ini?" Mark tersenyum miring, namun Angela menggelengkan kepalanya.
"Aku akan melaporkan kalian ke pihak berwajib! Kalian keterlaluan aaaaaaa!!+" Jeritan Angela terdengar memenuhi langit-langit gudang saat Mark menyentuhkan puntung rokok itu di punggung tangan Angela.
"Panas!!" Teriak Angela lagi yang terdengar menyayat hati namun tak membuat hati Kai juga luluh.
"Tangan ini yang sudah ikut andil menyakiti putriku!" desis Kai dengan amarah yang menggebu.
Detik berikutnya Mark kembali menyentuhkan puntung rokok yang masih menyala di punggung tangan Kanan Angela hingga terdengar lagi jeritan Angela.
Sementara itu Kai segera berjalan meninggalkan Angela. " Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan pada wanita ini!" Perintah Kai yang sukses membuat anak buah Kai tersenyum dengan penuh damba saat melihat kecantikan Angela.
Dering ponsel terdengar di ponsel Kai, ia melihat kontak istrinya menghiasi nama panggilan yang masuk. Kai sudah tahu, pasti Alula mengetahui rencananya dan berusaha untuk menggagalkannya.
Di sebrang sana Alula terdengar memohon untuk tidak menyakiti Angela. Kai tidak tega dengan permohonan Alula yang diiringi Isak tangis. Akhirnya Kai kembali ke dalam gudang itu, ia melihat Angela yang akan dilecehkan oleh anak buahnya.
"Hentikan! Berikan dia kepada pihak kepolisian!" Perintah Kai yang membuat anak buahnya kecewa, namun mereka tetap menurutinya.
"Kau pun mempunyai anak gadis, sayang. Kau jangan sampai berbuat sesuatu yang berlebihan pada gadis itu!"
Kata-kata Alula barusan menyentuh hatinya, Kai lalu meninggalkan gudang itu. Diikuti oleh anak buahnya yang serta membawa Angela untuk diberikan langsung kepada pihak kepolisian.
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak kalian ya biar novel ini popnya naik. Jujur sedih sih novel Kimmy lama banget popnya naik, padahal pembaca lumayan banyak 😓