Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Berpamitan


__ADS_3

Archie menarik koper-koper yang berisi pakaian miliknya dan juga milik Kimmy. Sementara Kimmy hanya pasrah saja dengan keputusan yang Archie buat. Nino pun tidak bisa melakukan apa-apa, karena untuk pertama kalinya Archie tidak mau di atur olehnya lagi.


"Kakak? Yakin kakak akan pindah?" Lily menatap sedih kakak sulungnya itu saat tahu jika hari ini Archie akan pindah rumah.


"Iya. Jangan bersedih! Nanti datanglah ke rumah kakak!" Archie mengusap rambut adiknya dengan sayang.


"Ar, kapan kau membeli rumah? Mengapa kami tidak tahu?" Tifanny tampak ingin tahu.


"Aku membeli rumah itu saat aku masih bersama dengan Flowi," jawab Archie dengan jujur.


"Flowi lagi," Kimmy tersenyum sinis.


"Mengapa? Aku dan dia belum menempati rumah itu," Archie berkata dengan enteng.


"Ar?" Nino hendak memberikan nasehatnya.


"Apa, Pa? Papa berkata jangan membawa Kimmy ke sana? Pa, itu hanya rumah biasa. Tidak ada kenangan aku dan Flowi di sana," Archie memberanikan diri memotong. Ia tidak ingin Nino terus mengatur kehidupannya.


"Pa, aku akan menjaga Kimmy. Papa tenang saja. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Biarkan kami mandiri, Pa!" Archie menatap mata biru Nino. Mata itu seperti menyimpan kekecewaan yang dalam.


"Papa tidak usah khawatir kepada kami! Tujuan aku pindah rumah pun karena ingin memiliki waktu berdua lebih banyak dengan Kimmy," Archie meyakinkan ayahnya.


"Baiklah, Ar. Papa hanya terkejut, sekarang kau memiliki keberanian untuk menentang papa," Nino menghela nafasnya.


"Aku akan selalu jadi anak papa yang penurut. Tapi biarkan aku memilih jalan untuk kehidupan rumah tanggaku," Archie berkata dengan lembut


"Baiklah. Papa izinkan," Nino akhirnya melepas kepergian anak dan menantunya itu.


"Kami akan mengunjungimu," Tifanny berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mama jangan khawatir! Rumahku tidak terlalu jauh dari sini," Archie memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Ma, Pa, Lily, jaga diri kalian ya!" Kimmy memeluk Nino, Tifanny dan Lily bergantian.


"Kakak jaga kesehatan ya?" Lily terisak.


"Iya. Pasti," Kimmy mengangguk.


Archie dan Kimmy melangkahkan kakinya menuju mobil. Kimmy terus menatap sendu rumah kedua orang tuanya yang ada di pinggir rumah Nino.


"Ayo kita pamitan kepada papa dan mama!" Ajak Archie ketika ia sudah menyimpan semua koper ke dalam bagasi mobil. Kimmy pun hanya mengangguk sedih.


Archie dan Kimmy memencet bel kediaman keluarga Kaivan Allen. Seorang pelayan di rumah Kai langsung membukakan pintu dan tersenyum hormat melihat Kimmy dan Archie.


"Papa mana, Bi?" Kepala Kimmy melirik ke dalam mencari keberadaan ibu dan ayahnya.


"Sayang?" Alula turun dari tangga dengan senyum manis di bibirnya diikuti dengan suaminya di belakang.


"Ada apa? Tumben sekali kalian ke sini pagi-pagi begini. Mengapa wajahmu sangat sedih, sayang?" Kai melihat mata Kimmy yang berkaca-kaca. Kai dan Alula mendudukan dirinya di sofa yang bersebrangan dengan Kimmy dan Archie.


"Pa, aku sebagai suami Kimmy meminta izin untuk membawa Kimmy pindah dari rumah papa Nino," Archie langsung to the point perihal tujuan kedatangannya.


"Pinda? Pindah ke mana? Kenapa harus pindah?" Raut wajah Alula seketika terlihat cemas.


"Kami pindah ke Brooklyn Villages. Archie hanya merasa ingin mencoba hidup mandiri bersama Kimmy. Kami ingin merasakan bagaimana hidup berdua," Archie menyampaikan tujuannya membawa Kimmy pindah.


"Pasti karena papamu terlalu ikut campur? Bukan begitu?" Kai menebak tepat pada sasaran. Archie hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan ucapan Kai.


"Jika aku pun menjadi Archie, aku tidak akan kuat di atur-atur," Kai bermonolog dalam hatinya.

__ADS_1


"Ar, papamu sedikit mengatur kehidupan pernikahanmu bukan karena dia mempunyai niat jelek. Itu adalah sebagai ungkapan kasih sayangnya kepada dirimu. Papa Nino tidak ingin pernikahanmu bermasalah," Alula memberikan petuahnya.


"Tapi tentu kau pun mempunyai pemikiran sendiri akan hal itu. Ar, mama mengizinkan kalian untuk pindah rumah guna menjalani rumah tangga berdua. Ke mana kau membawa Kimmy, mama akan mengizinkan. Asal kau menyayangi dan menjaga dia sepenuh hati," lanjut Alula yang membuat Archie begitu bersyukur memiliki mertua yang begitu pengertian.


"Jujur saja jika papa diatur-atur oleh Daddy William, pasti papa pun akan membawa istri papa pergi dan hidup berdua. Hidup berdua mempunyai banyak kebaikan tersendiri. Kalian akan menjalani rumah tangga suka duka berdua. Manis, asam, pahit tentu akan kalian telan hanya berdua. Kalian juga bisa mempunyai privasi. Bisa menyelesaikan masalah kalian tanpa rongrongan dari orang lain. Papa izinkan kalian untuk pindah," Kai pun memberikan izin.


"Walau Kimmy adalah putri bungsu papa, tapi ada orang yang lebih berhak untuk membawanya sekarang. Itu adalah kau, selaku suaminya. Ingin sekali papa mengatakan agar Kimmy bisa tinggal di sini kembali. Tapi papa sadar, Kimmy sudah menjadi milikmu sepenuhnya," Kai mengatakan dengan suara bergetar.


"Terima kasih, Pa. Terima kasih, Ma. Archie akan selalu menjaga Kimmy ke mana pun Archie membawanya," Archie berjanji di hadapan mertuanya.


"Iya, Ar. Bawalah Kimmy ke mana pun kau suka, asal kau selalu ada untuknya, berusaha membahagiakannya dan menyayanginya sepenuh hati!"


Sebenarnya ada rasa sedih yang melanda hati Kai. Setelah anak pertamanya menikah dan memutuskan tinggal di Amerika bersama keluarganya, kini putri bungsunya pun harus dibawa oleh suaminya.


"Sayang, jangan bersedih! Kita tinggal berdua lagi seperti menjadi sepasang pengantin baru," Alula menangkup tangan suaminya dengan hangat.


"Papa!" Kimmy berdiri dari duduknya. Ia memeluk Kai dengan haru. Kimmy baru menyadari jika setiap detik yang ia lalui bersama Kai dan Alula begitu sangat berharga.


"Jangan bersedih! Aku akan sering membawa Kimmy ke sini untuk berkunjung!" Archie menghibur keluarga yang tengah bersedih itu.


"Ar, jaga Kimmy dengan baik! Kau tahu, yang benar-benar akan menemani kita adalah pasangan hidup kita. Anak-anak hanya sebentar bersama orang tuanya. Mereka akan tumbuh dewasa dan mempunyai keluarga sendiri. Anak-anak akan meninggalkan kedua orang tua untuk memulai hidupnya dengan keluarga baru. Kau mengerti maksud mama? Lihatlah kami! Setelah anak-anak kami dewasa dan menikah, kami kembali menjalani hidup berdua lagi. Maka dari itu, sayangi selalu Kimmy! Kelak hanya dia yang akan menemani mu di masa tua," Alula memberikan nasehatnya dengan suara yang begitu lembut.


"Kenapa Jasper tidak pulang dan menemani kalian di sini?" Kimmy bertanya dengan terisak di dekapan ayahnya.


"Sayang, Jasper sudah memiliki kehidupannya sendiri. Ia sudah bahagia bersama keluarganya di Amerika. Kelak jika waktunya tiba, papa pun akan menyuruh Jasper dan keluarganya pulang ke Inggris," Kai mengusap kepala putrinya lembut.


"Mengapa tidak sekarang saja papa panggil Jasper?" Kimmy sedih membayangkan kedua orang tuanya hanya hidup berdua.


"Sayang, mengapa dari nadamu kau seperti mengasihani kami? Percayalah! Kami sangat senang hidup berdua sekarang. Rasanya seperti awal-awal menikah. Benarkan, sayang?" Kai melirik ke arah istrinya yang sedang tersenyum padanya.

__ADS_1


__ADS_2