Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Berakting


__ADS_3

Archie sampai di rumah Flowi. Ia melihat Flowi dan ibunya tengah berpelukan sembari terduduk di pekarangan rumahnya.


"Flo, ada apa?" Archie dengan wajah khawatirnya langsung berjongkok di hadapan ibu dan anak yang tampak menyedihkan itu.


"Papamu! Papamu datang ke rumah ini dan menghancurkan segalanya!" Tangis Flowi begitu menyayat hati. Ia menangis di pelukan ibunya.


"Tidak mungkin. Tidak mungkin papa melakukan hal seperti itu. Aku begitu mengenalnya," Archie membantah. Ia tidak percaya dengan ucapan kekasihnya.


"Flow benar, Ar. Tadi papamu datang. Dia marah besar kepada kami. Papamu mengambil jet pribadi yang telah kau hadiahkan untum Flowi. Dia juga mengambil semua tas-pakaian dan hadiah lain yang kau berikan kepada Flowi," Fiona dengan keji ikut bersekongkol dengan putrinya. Ia melepaskan Flowi dari pelukannya. Berpura-pura menghapus air mata buaya putrinya.


"Tapi, mengapa bisa papa melakukan itu?" Archie limbung. Ia langsung terduduk di pekarangan rumah. Merasa sangat syok dengan apa yang telah diperbuat oleh ayahnya. Ingin tidak percaya, tapi mana mungkin ibu dari wanitanya itu berbohong.


"Tadi papamu datang ke sini. Dia takut Flowi masih berhubungan denganmu. Papamu takut anakku mengganggu pernikahan kalian. Dia bahkan tidak segan bertindak kasar kelada Flowi. Akan tetapi, tante menghentikannya," Fiona berpura-pura terisak.


"Tapi tante, papa bukan orang seperti itu," Archie masih menyangkal. Belum percaya sepenuhnya dengan drama anak dan ibu itu.


"Kemarilah! Aku akan menunjukannya," Flowi memegang tangan Archie. Mereka berdiri dan kemudian masuk ke dalam rumah.


Mata Archie membola. Ia begitu syok melihat rumah Flowi yang seperti sudah diterjang badai yang sangat dahsyat. Semua perabotan di dalam rumah Flowi hancur berantakan.


"Papamu datang dengan beberapa orang seperti seorang bodyguard. Lalu mengancam kami. Dia menyuruh putriku untuk menjauhimu. Dia tidak ingin menantunya terluka," pelan tapi pasti, Fiona berusaha agar Archie membenci istrinya. Fiona ingin kebencian diam-diam tumbuh di hati Archie untuk Kimmy.


"Iya. Aku tidak heran ayahmu bertindak demikian. Nona Kimberly atau istrimu adalah seorang wanita cantik, sukses dan berasal dari keluarga konglomerat. Ayahnya adalah pemilik perusahaan properti tersukses di Eropa Barat. Tidak sebanding dengan diriku yang tidak memiliki apa-apa. Jangankan bergelimang harta seperti Nona Kimberly, ayah pun aku tidak punya," Flowi menangis pilu.


"Oh iya, ini jam tangan ayahmu! Tadi saat dia menghancurkan rumah kami, jam tangannya terjatuh," Fiona mengembalikan jam tangan Nino kepada Archie. Tadi memang jam tangan itu jatuh dari saku jas Nino saat ia duduk di sofa.

__ADS_1


Hati Archie begitu sakit. Mengapa bisa ayahnya berlaku demikian? Archie seperti tidak mengenali ayahnya sendiri. Ia ingin sekali membantah dan tidak mempercayai Flowi dan ibunya. Akan tetapi, bukti di depan matanya. Ia begitu amat mengenali jam tangan milik pria yang membesarkannya itu, karena jam tangan itu adalah kado ulang tahun dari Archie.


"Pasti ayahmu bersikap seperti itu agar kau bisa segera menerima pernikahanmu dengan Kimmy," Fiona seakan-akan menyiramkan bensin pada api yang sedang berkobar.


"Aku tidak pernah menerima pernikahan itu. Hanya kau yang selalu aku cintai," Archie menghapus air mata Flowi. Dadanya amat sesak melihat Flowi dan juga ibunya menangis di tengah rumah mereka yang berantakan bak kapal pecah.


"Sepertinya aku harus merelakan hubungan kita. Papamu tidak merestui kita," Flowi berpura-pura pasrah.


"Tidak. Tidak ada hubungan yang harus direlakan. Aku hanya meminta waktu untuk memulai lagi kisah kita," Archie mengusap rambut Flowi.


Archie membenarkan sofa yang terbalik. Setelahnya mereka duduk berjajar di sana.


"Aku meminta waktu," Archie mengulangi lagi perkataannya.


"Apa maksudmu meminta waktu?" Flowi tampak tidak mengerti. Ia memang belum diberitahu mengenai perjanjian antara Archie dan juga ayah mertuanya.


Flowi dan Fiona terkesiap. Mata mereka membeliak karena terkejut. Apakah skenario epik yang mereka tengah mereka mainkan gagal total?


"Sudah ku duga. Kau pasti lebih memilih Nona Kimberly. Ya, aku memang tidak ada apa-apanya di banding dia. Dia adalah seorang psikolog ternama. Putri dari pengusaha sukses. Bahkan kakeknya adalah pemilik rumah mode terkenal di dunia. Aku seharusnya sadar diri untuk tidak disandingkan dengannya. Kau pasti realistis dan memilih Nona Kimberly," Flowi berkata dengan suara yang begitu menyayat hati.


"Bukan, bukan seperti itu," Archie mengusap air mata yang terus menetes dari mata Flowi.


"Aku sudah membuat sebuah perjanjian dengan ayah mertuaku atau dengan papa Kai. Jadi, selain karena usia Kimmy yang semakin bertambah, tapi dia selalu menutup diri dengan lawan jenis, Papa menikahkan Kimmy adalah untuk menyembuhkan traumanya," Archie mulai bercerita.


"Trauma apa?" Fiona merasa penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjelaskannya. Yang pasti aku membuat sebuah kesepakatan dengan papa Kai. Aku akan membantu Kimmy sembuh dari traumnya. Setelah dia sembuh, aku akan meninggalkannya dan memulai hidup baru denganmu," Archie yang begitu lugu menatap Flowi dengan penuh kasih.


"Kau yakin jika dia mempunyai sebuah trauma? Jangan-jangan itu hanya akal-akalan saja untuk menjeratmu lebih lama dengan pernikahan palsu itu!" Fiona mempengaruhi Archie.


"Aku merasa yakin papa Kai tidak berbohong. Kimmy memang mempunyai sebuah trauma," Archie membela Kimmy.


"Kau pasti sudah di bohongi, Babe! Mana mungkin seorang psikolog memiliki sebuah trauma!" Flowi tidak mengerti. Ia merasa sangat tidak masuk akal mengenai diri Kimmy yang memiliki masa lalu yang pahit.


"Psikolog pun adalah manusia dan tidak semua orang memiliki masa lalu yang menyenangkan. Aku sangat yakin papa Kai tidak berbohong. Aku mengenal keluarga mereka dengan baik," Archie terus membela Kai dan keluarganya.


"Aku tidak percaya," Flowi keukeuh dengan pendiriannya. Akan tetapi, Fiona memberikan kode agar Flowi diam.


"Sayang, mungkin yang dikatakan Archie benar, Nak. Tapi, apa kau yakin akan meninggalkan Nona Kimmy setelah ia sembuh? Bagaimana jika kau jatuh hati dan terlanjur mencintainya?" Fiona bertanya.


"Tidak akan. Aku memastikan hal itu. Yang aku cintai hanya Flowi," Archie mengambil lengan Flowi dan menggenggamnya.


"Bagaimana jika traumanya tidak akan sembuh?" Flowi bertanya dengan resah.


"Aku yakin bisa membantunya untuk sembuh," Archie terlihat optimis.


"Baiklah. Tolong jangan sia-siakan kepercayaan yang telah aku berikan sepenuhnya untukmu!" Flowi tersenyum.


"Bersabarlah sebentar! Aku harap kau sabar menunggu. Kita hanya perlu menunggu Kimmy sembuh dari trauma masa lalunya. Hanya itu cara agar aku bisa terlepas dari pernikahan ini. Karena bagaimana pun, aku tidak akan pernah bisa berpisah dengan Kimmy selain karena alasan itu," Archie meminta sebuah pengertian dari Flowi.


"Dan maafkan papaku! Maafkan atas semua yang terjadi hari ini," Archi memperlihatkan wajah merasa bersalahnya.

__ADS_1


"Iya, kami memaafkannya!" Fiona mengangguk.


"Aku harus menemui papa dan meminta penjelasan mengapa papa melakukan hal buruk seperti ini."


__ADS_2