Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Menyusul Kimmy


__ADS_3

Kimmy segera pergi dari rumah Archie dengan mengendarai mobil milik suaminya. Tujuan Kimmy adalah rumah kedua orang tuanya. Archie yang sudah menguasai rasa sakitnya berlari mengejar Kimmy. Ia melihat Kimmy melesat keluar dari halaman rumah dengan menaiki mobilnya.


"Pasti Kimmy pergi ke rumah papa Kai. Ini tidak bisa dibiarkan. Kimmy tidak boleh melarikan diri dariku," Archie bergumam dengan was-was.


Lekas Archie segera bersiap untuk pergi ke rumah mertuanya. Ia sudah tidak memperdulikan penampilannya yang semrawut karena diha-jar oleh istrinya. Archie segera berlari meninggalkan rumah. Tapi langkahnya terhenti dan Archie pun kembali lagi ke arah rumahnya.


"Aku lupa mengunci pintu," Archie menepuk keningnya. Bergegas ia mengunci pintu rumah dan segera menyusul Kimmy.


Archie menyetop taksi. Archie harus segera menyusul Kimmy dan meluruskan kesalah pahaman sebelum Kimmy bercerita kepada kedua orang tuanya perihal masalah mereka. Archie takut Kai atau Alula akan menyuruh Kimmy berpisah dengannya.


"Lebih dipercepat, Pak!" Pinta Archie kepada supir taksi.


"Aku bisa kena tilang, Tuan!" Supir taksi menolak.


Archie mengalah. Ia tidak bisa menyuruh seseorang untuk melanggar hukum. Archie memainkan jari-jarinya. Sesekali Archie mengetuk-ngetuk kaca mobil dengan perasaan gusar. Mengapa perjalanan ini seakan lama sekali? Archie semakin frustasi dibuatnya.


"Itu dia!" Archie terlihat sumringah saat rumah kedua orang tuanya dan rumah mertuanya sudah terlihat. Rumah Nino dan Kai memanglah bersisian.


"Ini, Pak. Ambil kembaliannya!" Archie dengan tergesa keluar dari dalam mobil. Supir taksi hanya melihatnya dengan tatapan heran. Akan tetapi, sejurus kemudian tatapan supir taksi berbinar ketika melihat jumlah uang yang ia terima.


Langkah Archie terhenti tepat di pintu rumah mertuanya. Archie pun melihat mobil miliknya yang dipakI Kimmy terparkir di halaman rumah milik Kai. Ah tidak salah lagi, Kimmy memang sedang kabur darinya. Sebelum menyentuh gagang pintu, Archie menghirup oksigen untuk menambah keberaniannya. Archie sudah siap dengan segala caci maki yang akan Kai lontarkan padanya. Perlahan Archie membuka pintu.


"Kimmy?" Archie berteriak saat pintu terbuka.


Akan tetapi, semua orang yang ada di dalam tampak keheranan melihat kedatangan Archie yang tiba-tiba.


"Ar, akhirnya kau menyusul istrimu. Dari tadi aku bertanya di mana keberadaanmu," Jasper mendekat ke arah Archie. Jasper adalah kakak dari Kimmy dan juga sahabat sejati dari Archie.


"Kapan kau datang ke sini, J? Mengapa tidak mengabariku?" Timpal Archie kepada sahabat kecilnya itu.

__ADS_1


"Biar kejutan," Jasper memberikan alasan, padahal sejatinya dia lupa untuk mengabari Archie. Ya, waktunya memang Jasper dedikasikan untuk keluarga dan juga pekerjaannya.


"Ar, mengapa penampilanmu seperti itu?" Alula bertanya dengan tatapan heran.


"Ini-" Archie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sebenarnya ada acara apa?" Archie seperti orang b0-doh saja. Ia memilih untuk mengalihkan topik saja.


Archie melihat rumah Kai memang tengah penuh olah semua keluarganya. Archie melihat ada Jasper dan keluarganya, ada William dan Sofia kakek dan nenek dari Kimmy. Archie mencari keberadaan istrinya. Sesaat kemudian Archie melihat Kimmy tengah memasangkan balon di sudut rumah.


"Ada perayaan ulang tahun Emrick yang ke lima tahun," beri tahu Alula saat melihat wajah kebingungan dari Archie.


"Memangnya Kimmy tidak memberitahumu?" Kai bertanya sambil memasang pita-pita di dinding rumah.


"Kimmy sudah memberitahunya. Sepertinya dia lupa," Kimmy beralasan. Pasalnya Kimmy memang pernah mengatakan jika Emrick akan berulang tahun yang ke lima.


"Kalau begitu bantu Kimmy untuk menata balon ya, Ar!" Suruh Jasper kepada sahabat yang kini sudah menjadi adik iparnya itu.


Archie langsung tersenyum senang mendapat perintah seperti itu. Archie langsung berjalan cepat ke arah Kimmy. Ia mendekat ke arah istrinya dengan penuh kegembiraan.


"Aku pikir kau kabur dariku!" Archie berkata dengan nada manja.


"Untuk apa aku kabur darimu, hah?" Kimmy menggeram kesal.


"Ya, aku pikir kau akan kabur dan aku akan sulit menemuimu," Archie mencebikan bibirnya.


Kimmy merasa jengah akan polah suaminya yang menurutnya kekanakan itu. Kimmy hanya terdiam sembari fokus lagi mendekor balon di tempatnya.


"Daddy, aku ingin pup!" Emrick menarik-narik baju yang dipakai oleh Jasper.

__ADS_1


"Daddy sedang sibuk, sayang. Minta bibi Kimmy untuk membantumu pup!" Suruh Jasper sembari tatapannya kini fokus pada kertas-kertas doorprize.


"Kim? Tolong ya?" Pinta kakak sulungnya itu.


"Oke," jawab Kimmy singkat.


Kimmy langsung membawa Emrick ke toilet. Sementara Archis terus mengekorinya dari belakang. Setelah sampai di depan pintu toilet, Kimmy mendudukan dirinya di atas kursi yang tak jauh dari sana.


"Kim, mengapa kau duduk? Kasihan Emrick!" Protes Archie saat melihat Kimmy duduk dengan menyilangkan kakinya.


"Siapa bilang aku yang akan mengurus pup Emrick? Aku memintamu untuk mengurusnya. Bisa kan?" Kimmy tersenyum miring.


"Tapi, Kim-" Archie hendak berucap.


"Katanya mencintaiku," Kimmy memainkan rambutnya dengan ibu jari.


"Baiklah, aku yang akan mengurus Emrick!" Archie langsung menuntun Emrick ke dalam kamar mandi.


Kimmy pun beranjak dari duduknya. Ia harus memperhatikan Archie membersihkan Emrick seperti apa. Kimmy takut Emrick terpeleset atau yang lainnya. Kimmy melihat semuanya dari pintu yang terbuka. Kimmy memperhatikan Archie yang sedang menutup hidungnya.


"Sekarang bersihkan ya?" Archie memberikan tisu kepada Emrick. Emrick pun langsung membersihkan p*nt-atnya dengan tisu itu.


"Ini, Paman!" Emrick memberikan tisu yang sudah ia pakai.


Archie pun bergidik ngeri melihat lengan mungil itu memberikan tisu bekas pup padanya.


"Ayo paman cepat! Aku ingin segera ke ruang tengah lagi!" Rengek Emrick.


Archie pun menerima tisu-tisu itu dengan menahan mual. Archie lalu membuangnya ke tong sampah khusus yang ada di sampingnya. Sementara Kimmy hanya tertawa puas melihat raut wajah Archie.

__ADS_1


__ADS_2