
"Tidak. Kalian yang mundur dan turunkan senjata kalian atau aku akan menembak wanita yang tak berguna ini!" Nino tiba-tiba datang dengan menyeret Renata. Ia pun menodongkan senjatanya ke arah kepala Renata yang sedang menangis ketakutan.
Galvin dan Adam terkejut bukan main saat melihat kedatangan Nino bersama Renata yang menjadikannya sebagai tawanan.
"Lepaskan Kimmy, atau aku benar-benar akan menembak wanita ini! Aku tak pernah bermain-main dengan ucapanku!" Peringat Nino dengan santai, walau sebenarnya hatinya menceos saat melihat menantunya diperlakukan sangat kejam oleh Galvin.
"Dad, kak Galvin, tolong Aku!" Teriak Renata histeris. Ia benar-benar ketakutan dengan aksi Nino. Renata sangat takut Nino akan benar-benar menembaknya. Air mata Renata memenuhi wajahnya.
Wajah Adam pucat pasi seperti tak dialiri darah sama sekali. Ia melirik Galvin yang tak bergeming. Detik kemudian Dilihatnya Renata yang gemetar ketakutan di bawah ancaman Nino.
"Lepaskan wanita ini Galvin! Nyawa putriku lebih berharga," akhirnya Adam memutuskan. Ia tak akan sanggup untuk kehilangan putri satu-satunya yang amat dicintainya itu.
"Dad, tapi kita sudah sejauh ini!" Galvin tampak tak terima.
"Kak Galvin, apa kau ingin aku mati? Mengapa kakak begitu tega? Aku adikmu, Kak. Bahkan aku tidak tahu apapun," Renata menangis histeris membuat Galvin bertambah gusar.
"Dad, aku mohon akhiri semua ini!" Renata menyorot mata Adam dengan penuh permohonan hingga membuat Adam tak tega. Ia tak akan pernah bisa melihat Renata terluka bahkan seujung kuku pun.
Nino tersenyum menyeringai. Ia semakin merekatkan cengkraman di leher Renata.
"Da-d!" Renata berkata dengan tersegal.
"Hentikan!" Adam berteriak.
Sementara Kimmy yang masih berada di cengkraman Galvin, ia menatap Archie dengan sorot kesedihan. Fisiknya sangat lelah sekali, sejak Angela membawanya ke hotel, dirinya tidak diberi makan dan minum sehingga membuat tubuh Kimmy benar-benar Lemas.
"Aku tak ingin putriku jadi korban! Sudah kita barter saja antara Kimmy dan Renata!" Bujuk Adam. Walaupun ia sudah tahu konsekuensi setelah ini. Setelah ini, pasti Kai tak akan membiarkan hidupnya tenang.
"Ternyata kau tak ada bedanya denganku, hm? Sama-sama b*jingan! Kau pun melakukan hal yang sama percis sepertiku! " Ejek Galvin kepada Nino.
"Oh ya? Tapi aku lebih baik darimu! Aku bukan seorang pencandu narkoba!" Nino tersenyum miring mempermainkan emosi pria yang masih muda itu.
__ADS_1
"Lebih baik dari sisi mana? Kau dengan liciknya membatalkan pernikahanku! Kau pun memaksa putramu untuk meninggalkan kekasihnya. Bukankah kau benar-benar biadab Mr. Walsh?" Galvin masih saja tak mau kalah.
"Aku hanya menyelamatkan Kimmy dari pria menjijikan sepertimu! Putraku lebih baik darimu. Putraku tanpa cela, tidak seperti kau!" Bibir Nino tertarik ke atas. Membentuk senyuman sinis.
"Si*lan!" Galvin mengacungkan senjatanya ke arah Nino.
Emosi Galvin terpancing sudah. Tanpa sadar, ia pun melepaskan cengkraman dari leher Kimmy dan memegang senjata dengan kedua tangannya bersiap untuk menembak Nino.
Nino melirik Kai. Kai yang mengerti langsung menembak kaki kanan Galvin yang sedang lengah. Refleks Kimmy langsung berlari ke arah Archie dengan langkah tertatih. Sementara Adam dia tak bisa menembak Kimmy, mengingat Renata masih jadi tawanan Nino.
Galvin terkejut saat Kimmy berlari. Ia sudah kalap. Galvin menarik pelatuk senjatanya ke arah Kimmy, namun Alden berlari ke arah Galvin Ia langsung merampas senjata yang dipegang Galvin dan mengarahkannya ke udara hingga tembakan kedua tak terhindarkan.
Dengan kesal, Alden menodongkan senjata milik Galvin di kepala pria jahat itu "turunkan senjatamu, Adam! Atau aku akan menghabisi kedua anakmu sekaligus!" Ancam Alden dengan wajah bersungguh-sungguh.
Spontan Adam langsung membuang senjatanya. Adam kemudian mengangkat kedua tangannya sebagai tanda ia sudah kalah telak. Anak buah Kai segera menangkap Adam. Sedangkan Adam hanya bisa pasrah mengingat posisinya sudah kalah.
Kimmy berlari ke arah Archie. Dengan sigap, Archie melepaskan ikatan tangan Kimmy. Dengan hati-hati, ia pun membuka lakban yang menutupi mulut istrinya.
"Archie aku takut" Tangis Kimmy terdengar.
"Maafkan aku, Kim! Aku tak bisa menjagamu dengan baik! Aku suami yang gagal!" Air mata Archie lolos begitu saja. Ia sangat mengkhawatirkan Kimmy. Ditatapnya semua tubuh Kimmy dari atas hingga bawah.
"Apa si k*parat ini yang melakukan ini padamu?" Tanya Archie saat melihat baju bagian bahu istrinya robek. Kimmy menganggukan kepalanya lemah.
Kai pun menghampiri Kimmy. Ia menciumi semua wajah putrinya. Dilihatnya wajah putrinya yang memar, ia juga melihat kulit tangan Kimmy memerah akibat ikatan tali yang kencang dan lama.
Archie melangkah ke arah Galvin. Namun Kai menahannya. Aura gelap dan murka Kai terpancar. "Biarkan Papa yang membuat perhitungan padanya!"
Kai menghampiri Galvin yang sedang berlutut karena menahan sakit saat timah panas itu menembus kakinya. Kai lalu menginjak kaki kanan Galvin yang ditembak Nino tadi. Spontan Galvin berteriak kesakitan hingga tubuhnya terduduk di atas tanah yang dingin.
"Lepaskan dia, Alden" Perintah Kai, Alden langsung melepaskan genggaman tangannya di tangan Galvin.
__ADS_1
Plakk....
Tamparan Kai layangkan di pipi kanan dan kiri Galvin, membuat pria itu meringis. Pria itu menunduk mencoba menahan rasa sakit yang menjalar di kakinya dan kedua pipinya sekaligus.
"Lihat aku b*jingan!" Maki Kai, ia lalu menjambak rambut Galvin dan menengadahkan wajah pria itu ke arahnya.
"Beraninya kau bermain-main dengan keluargaku!!" Kai meninju hidung Galvin, tak lama cairan merah dan pekat mengalir dari hidungnya.
"Ini karena kau sudah berani menculik anakku!" Pukulan Kai layangkan lagi di wajah Galvin, hingga membuat wajah Galvin babak belur.
"Ini kau sudah berani berniat menyentuh kulitnya!" Tendangan maut Kai melesat di perut Galvin, sehingga membuat pria itu meringis menahan sakit.
"Ku mohon hentikan!" Renata berteriak histeris. Ia tak sanggup melihat pemandangan kakaknya yang sedang disiksa layaknya binatang.
Sementara Adam, ia hanya menelan salivanya. Tenggorokannya terasa kering. Ia seperti kehilangan taringnya. Semuanya telah gagal. Adam benar-benar dendam pada Nino, karena untuk kesekian kalinya pria itu selalu menggagalkan rencannya.
Dor...
Kai menembak kaki kiri Galvin, membuat pria itu menjerit kesakitan. Kimmy hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Archie. Archie perlahan berjalan mundur. Ia memasukan Kimmy ke dalam mobil. Archie tak mau Kimmy melihat sisi gelap ayahnya.
"Kakak!!!" Renata semakin berteriak histeris.
"Sudahi semua! Bukankah Kimmy sudah ada di tangan kalian!!" Adam ikut berteriak. Sudut matanya sudah basah oleh air mata. Adam takut Kai melenyapkan Galvin. Sementara Alden memegangi tangan Adam.
"Kai, hentikan! Kau bisa membunuhnya! Sebaiknya kita serahkan mereka ke pihak berwajib! Aku akan pastikan adik dari Adam tidak akan pernah bisa mengeluarkannya," Nino memperingatkan Kai. Ia takut Kai sampai kebablasan dan membunuh Galvin mengingat Kai sangat tak pandai mengatur emosinya.
Kai tak mendengarkan peringatan Nino, tatapannya beralih ke tangan Galvin. Dengan spontan Kai menginjak jemari pria itu hingga terdengar seperti patahan tulang yang diiringi dengan teriakan kesakitan dari Galvin. Nino dan Alden bergidik ngeri mendengarnya. Sudah sangat lama mereka tidak melihat sisi kelam dari sahabatnya.
"Sayang, hentikan! Kau bisa membunuhnya!" Alula tiba-tiba keluar dari mobil yang baru saja menepi. Ia mendekati Kai, ia memeluk Kai dari belakang.
"Aku mohon! Ini bukan dirimu" Alula terisak. Bagaimana pun Alula tak mau jika sampai suaminya membunuh orang.
__ADS_1
Emosi yang menguasai Kai seketika lenyap saat dirinya menyadari kehadiran istrinya. Hanya alula yang selalu bisa meredam emosi suaminya. Dengan nafas memburu Kai berbalik ke arah Alula, ia melihat Alula menangis setelah sekian lama.
"Tolong hentikan! Biarkan polisi yang menghukum mereka!" Mohon Alula lagi dengan tersedu.