Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Reaksi Flowi


__ADS_3

Walaupun tidak menggunakan mobil pribadi, Archie tetap mengantarkan Kimmy berangkat kerja. Archie mengantarkan Kimmy dengan naik taksi. Ia harus tetap memastikan jika istrinya sampai di tempat bekerja dengan selamat. Setelah melihat Kimmy masuk ke dalam klinik miliknya, Archie menyuruh supir taksi untuk mengantarkan dirinya ke kantor.


"Terima kasih, Pak," Archie memberikan beberapa lembar pounds sebelum ia turun.


"Ini kebanyakan, Tuan!" Supir taksi setengah berteriak.


"Ambil saja!" Jawab Archie dengan ramah.


"Terima kasih, Tuan," timpal supir taksi yang terlihat sangat senang.


Saat Archie baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah, ia langsung disapa oleh suara wanita yang begitu familiar di telinganya.


"Ar!" Panggilan itu semakin jelas seiring dengan semakin dekatnya pemilik suara itu.


"Flo?" Archie menjawab sapaan Flowi.


"Ar, kau pasti belum sarapan kan?" Flowi bertanya dengan raut wajah gembira. Ia terlihat cantik dengan dress selutut bergambar bunga mawar kecil.


"Iya, kebetulan aku belum sarapan," Archie berbohong.


Nyatanya Archie sudah sarapan bersama dengan Kimmy di rumah. Akan tetapi, demi melancarkan niatnya, Archie rela sarapan kembali di restoran yang terletak sangat dekat dengan letak perusahaannya.


Archie dan Flowi duduk saling berhadapan. Flowi langsung memesankan menu-menu kesukaan dirinya dan kesukaan Archie. Flowi memang tahu apa yang Archie suka dan tidak. Senyuman di wajah wanita itu seakan tidak berkurang. Tak lama pesanan mereka pun datang, Flowi terlihat mengaduk-aduk minuman miliknya.


"Oh iya, Ar, tadi aku melihatmu turun dari taksi. Ke mana mobilmu?" Tanya Flowi sembari menyeruput vanila latte miliknya.


"Oh itu, mobilku sudah di sita oleh perusahaan," jawab Archie dengan sedih.


"What? Disita oleh perusahaan? Maksudmu?" Flowi tampak terkejut mendengarnya.


"Jadi, perusahaanku mengalami kolaps karena beberapa petinggi menggelapkan uang asuransi nasabah. Penggelapan itu sangat besar sekali jumlahnya. Untuk mengganti rugi kepada nasabah, maka semua asetku di sita," Archie berpura-pura menghirup oksigen dengan berat.

__ADS_1


"Ar, kau pasti becanda! Bagaimana bisa ini semua terjadi? Kau kan pemilik dari perusahaan itu?" Flowi berhenti menyeruput vanila latte miliknya.


"Aku tidak becanda, Flo. Untuk apa aku becanda?" Archie memasang mimik wajah yang sangat serius.


"Lalu, apakah semua bisa kembali dengan normal?" Raut wajah Flowi terlihat sekali memendam kepanikan yang mendalam.


"Sulit, Flo. Uang yang harus dibayarkan kepada nasabah sangat besar. Dengan semua aset perusahaan dan aset pribadiku saja tidak akan cukup," Archie berkata dengan sedih.


"Tapi aku melihat semua karyawanmu biasa masuk kerja hari ini?" Flowi lagi-lagi ingin meyakinkan dirinya bahwa semuanya masih baik-baik saja.


"Mereka datang untuk rapat darurat. Rapat ini bersifat luar biasa. Sepertinya hari ini akan ada PHK massal," kata Archie dengan nada frustasi.


"Sudah mencoba meminta bantuan kepada papamu?"


"Papa tidak boleh tahu, Flo. Ini semua menjadi masalahku, bukan masalah papa," Archie mulai meminum jus mango nya.


"Ar, papamu tidak bisa diam. Dia harus membantumu sampai darah penghabisan sampai perusahaanmu kembali stabil lagi. Bila perlu kau bisa mengambil alih perusahaan milik papamu setelah ini," Flowi mendesak.


"Dari pada kau terpuruk, lebih baik kau ambil alih perusahaan papamu!" Hasut Flowi lagi.


"Tidak bisa, Flo. Perusahaan papa adalah milik papa. Lagi pula aku tidak ingin membuat papa khawatir," Archie mulai memakan Pie yang terhidang di meja dengan rakus.


"Sepertinya aku harus terbiasa dengan semua ini. Biaya sehari-hari pun mungkin sekarang mengandalkan Kimmy," Archie berkata dengan makanan yang memenuhi mulutnya.


"S*al! Mengapa jadi begini?"


"Flo, aku mau pesan Waffle ya? Mungkin esok hari aku akan susah memesannya. Oh iya, sarapan kali ini kau yang membayar kan? Uangku habis di pakai bayar taksi. Mungkin esok hari aku akan pakai sepeda."


"What? Ar, masa aku harus membayar?" Flowi tampak tidak terima.


"Flo, kau perhitungan sekali!" Archie mencebik. Ia membaca raut wajah Flowi yang mulai tidak nyaman dekat dengannya.

__ADS_1


"Oke, aku yang membayar," Flowi mendelik kesal. Entah mengapa keramahan yang tadi ia pertontonkan seakan sirna detik ini juga.


"Flo, terima kasih ya?" Archie berpura-pura makan dengan lahap.


"Iya," jawan Flowi pendek.


"Kalau aku butuh sesuatu, kau mau menolongkan?"


"Butuh sesuatu seperti apa?" Flowi berkata dengan datar.


"Ya, butuh makanan, barang. Kau siap kan memberikannya untukku? Kemarin kau bilang bahwa kau masih mencintaiku," Archie berkata dengan intonasi manja.


"Aku tidak tahu, Ar. Gajiku kecil. Tidak akan sanggup memberikan apapun kepadamu," Flowi berkata dengan cepat. Mereka pun kemudian diliputi oleh keheningan yang nyata. Flowi bahkan tidak menyentuh sama sekali makanannya.


"Makananmu tidak kau makan? Biar aku bungkus saja ya? Biar aku menghemat uang," pinta Archie dengan wajah tanpa dosanya.


"Ambil saja! Aku duluan ya kalau begitu. Siaran langsung akan dimulai beberapa menit lagi," Flowi melihat arloji di tangannya.


"Jangan lupa bayar ini semua ya, Flo!" Archie menjentikan jarinya untuk memanggil waitress. Tak lama waitress datang dengan bill di tangannya. Flowi memberikan kartu debitnya dengan kesal. Setelah membayar, wanita itu pun berlalu dari restoran.


"Dasar wanita matrealistis! Sebenarnya dosa apa yang aku lakukan sehingga dulu bisa ditipu oleh Flowi habis-habisan?" Gerutu Archie kepada dirinya sendiri.


Archie langsung beranjak dari restoran dan berjalan ke kantornya. Semua pegawai yang Archie temui menyapa dengan penuh hormat kepada bos mudanya itu. Perusahaan Archie nyatanya baik-baik saja, bahkan sangat baik. Bahkan perusahaan asuransi milik Archie baru saja dinobatkan sebagai perusahaan asuransi terbaik di Eropa Barat. Untung saja Kimmy dan Flowi bukanlah orang-orang yang senang menonton berita ekonomi atau pun bisnis.


Archie langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya. Ia duduk di kursi dan memutar-mutarkan kursinya. Sesaat kemudian Archie tersenyum sinis. Tersenyum karena dirinya kini tahu seperti apa mantan kekasihnya. Archie mengambil ponselnya, ia langsung mengetik pesan kepada Flowi.


"Semangat siaran langsungnya!"


Pesan di baca oleh Flowi. Tapi wanita itu belum membalas. satu menit, dua menit, lima menit, sepuluh menit. Flowi hanya membaca pesan Archie tanpa niat untuk membalasnya. Sementara dulu, Flowi selalu sigap membalas pesan-pesan yang Archie kirimkan.


"Kimmy memang wanita terbaik untukku," Archie tersenyum ketika terbayang wajah istrinya.

__ADS_1


__ADS_2