Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Flowi Mengetahui


__ADS_3

Kimmy baru saja selesai mandi. Hari ini ia akan berangkat bekerja ke klinik. Kimmy mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, masih dengan memakai handuk yang dililitkan di tubuhnya.


"Sayang, kamu mau ke mana?" Archie masuk ke dalam kamar dengan tatapan penuh maksud.


"Aku mau kerja," Kimmy menjawab tanpa mengalihkan perhatiannya dari pengering rambut itu.


Archie mendekati Kimmy. Ia mengambil hair dryer itu dan mematikannya.


"Hey, mengapa kau matikan?" Kimmy bertanya dengan bingung.


"Tidak akan ada yang akan pergi kerja hari ini," Archie menggendong Kimmy ke tempat tidur.


Tangannya menarik handuk yang membalut tubuh polos istrinya. Akhirnya hari itu Kimmy tidak jadi berangkat kerja karena ia harus melayani suaminya selama seharian penuh.


Di tempat lain, Flowi sedang menikmati cemilannya, ia menyenderkan tubuhnya di sofa yang berukuran sedang. Hari ini Flowi libur dari pekerjaannya, ia pun memutuskan untuk bermalas-malasan dengan menonton acara TV. Merasa bosan menonton televisi, akhirnya Flowi membaca sebuah majalah. Matanya terbelalak ketika ia melihat wajah mantan kekasihnya di sana. Terlebih tulisan demi tulisan semakin membuat Flowi tersentak.


"Apa ini?" Tangan Flowi bergetar. Di majalah itu diberitakan mengenai perusahaan Asuransi milik Archie yang di nobatkan sebagai perusahaan asuransi tersukses di Eropa Barat.

__ADS_1


"Aku harus mengkonfirmasi berita ini!" Flowi bangkit dari duduknya.


Flowi langsung menyabet kunci mobilnya. Flowi harus memastikan sendiri dengan mata kepalanya. Flowi mengemudikan mobilnya ke arah perusahaan milik Archie yang diakui oleh pria itu jika perusahaannya sudah bangkrut. Flowi menyetir dengan harap-harap cemas.


"S*ial!" Flowi memukul setir ketika mengingat sikap ketusnya kepada Archie.


Sesampainya di halaman perusahaan milik Archie, Flowi langsung turun dari mobilnya. Ia langsung datang ke meja resepsionis dengan tergesa.


"Archie mana?" Flowi bertanya dengan tidak sabar.


"Tuan Archie libur hari ini," jawab Resepsionis itu.


"Mohon maaf, kami tidak bisa memberi tahu apapun kepada orang asing," timpal Resepsionis itu dengan ramah.


"Orang asing? Kau tidak mengenalku?" Flowi bertanya dengan jengkel.


"Anda Nona Flowi Brandie kan? Reporter berita itu? Tapi siapa pun anda, saya tidak berhak memberi tahu apapun mengenai Tuan Archie. Jika ingin bertemu dengannya, silahkan buat janji terlebih dahulu!" Kata Resepsionis itu dengan tegas.

__ADS_1


"Oke. Kalau begitu saya ingin bertanya, apa perusahaan ini bangkrut atau mengalami kemunduran?" Tanya Flowi dengan penuh keingin tahuan.


"Nona, anda bercanda? Perusahaan ini baru saja dinobatkan sebagai perusahaan penyedia layanan asuransi terbaik dan tersukses saat ini," jawab sang resepsionis yang semakin membuat wajah Flowi pias.


"Bukannya perusahaan ini sedang kolaps?" Flowi meyakinkan.


"Nona, anda sangat lucu!" Resepsionis itu tertawa.


"Perusahaan ini semakin maju di bawah pimpinan tuan Archie. Baiklah, Nona. Ada yang ingin anda tanyakan lagi? Saya harus bekerja lagi."


"Tidak. Tidak ada," Flowi menjauh dari meja resepsionis. Tubuhnya seakan berat untuk melangkah.


"Mengapa waktu itu aku menjauhi Archie? Si*al!!" Flowi memukulkan tasnya ke pintu kaca.


"Nona, apa yang anda lakukan?" Seorang petugas keamanan mendatangi Flowi.


"Maaf, saya hanya refleks!" Jawab Flowi kemudian ia meninggalkan perusahaan megah itu.

__ADS_1


"Mengapa aku begitu bodoh sehingga aku tertipu? Pasti saat itu Archie sedang mengujiku!" Flowi mengepalkan tangannya.


"Tidak. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus bertemu dengan Archie," Flowi akhirnya memutuskan. Tapi tanpa Flowi tahu, Archie sudah benar-benar tidak menginginkan dirinya.


__ADS_2