Menikah Dengan Nona Kim

Menikah Dengan Nona Kim
Rencana Flowi Lagi


__ADS_3

Saat sore menjelang malam, Kimmy dijemput pulang oleh Archie. Gadis itu terduduk dengan tenang di samping suaminya yang sedang mengemudi.


"Mengapa kau melihat terus ke arah tanganku?" Archie menoleh sebentar ke arah Kimmy.


"Aku gatal ingin menyetir. Kau seperti siput saja," cebik Kimmy dengan kesal. Kimmy memang cukup kesal karena mobil Archie melaju di kecepatan 60 km/jam.


"Lebih baik terlambat tapi kita selamat," Archie tertawa kecil.


"Kekasihmu!" Kimmy mengalihkan ke topik lain.


"Iya, ada apa dengan Flowi?" Archie mengernyitkan dahinya dengan heran karena Kimmy tiba-tiba membahas Flowi.


"Tadi pagi kekasihmu datang ke tempat aku bekerja. Dia menjadi pasienku," Kimmy mulai bercerita.


"Untuk apa dia datang? Apa dia tampak tidak sehat?" Archie tampak khawatir.


"Sepertinya dia datang untuk mengintimidasiku," Kimmy mengatakan kecurigaannya.


"Tidak mungkin Flowi seperti itu. Dia gadis yang baik," Archie membantah.


"Mungkin dia datang kepadamu karena merasa depresi mengenai pernikahan kita," mata Archie tampak sendu.


"Mengapa aku memiliki suami yang bodoh?" Tanya Kimmy dengan dingin.


"Suami bodoh?" Archie mengucap ulang perkataan Kimmy.


"Iya. Kau sangat bodoh. Dia datang ke klinikku adalah untuk mengintimidasiku. Bahkan wanita itu memanas-manasi ku jika kalian sudah sering tidur bersama. Lebih baik kau harus segera memastikan, dia hamil anakmu atau tidak!" Perintah Kimmy dengan dingin.


"Untuk apa aku memastikan? Aku tidak pernah tidur dengannya," Archie merasa bingung.


"Jadi, wanita itu berbohong?" batin Kimmy sembari terus menatap suaminya yang sedang menyetir.


"Flo, mengapa kau harus berbohong?" Batin Archie. Tapi Archie tetap berfikir positif, mungkin Flowi melakukan itu semata-mata agar Kimmy tidak mendekati dirinya. Mereka pun diam dengan pemikirannya masing-masing.


Mobil Archie sampai di halaman rumah, Kimmy segera keluar dari dalam mobil tanpa menunggu suaminya keluar.

__ADS_1


"Kakak? Kak Kimmy?" Seru seorang gadis bermata biru yang sedang berdiri di depan pintu.


"Lily?" Jawab Kimmy.


Lily segera berjalan cepat ke arah kakak iparnya. Ia langsung merebut tas Kimmy dan membawakannya.


"Biar aku yang bawa, kak!"


"Kakak bisa bawa sendiri!" Kimmy berusaha mengambil kembali tasnya yang sudah berada di genggaman adik iparnya.


"Tidak apa. Biar Lily saja. Kakak pasti lelah," Lily berjalan dengan gembira. Ia memang selalu membayangkan bagaimana memiliki saudara perempuan. Maka dari itu, Lily sangat terlihat antusias.


Archie hanya berjalan mengekor di belakang istri dan adik perempuannya. Di dalam rumah, Lily langsung menarik Kimmy untuk duduk di kursi makan. Di sana juga sudah ada Nino dan juga Tifanny. Mereka seolah menunggu kedatangan Archie dan juga Kimmy. Menu masakan enak pun sudah tersaji di atas meja.


"Kak, aku sudah masak untuk kakak. Makanlah!" Lily menyimpan tas Kimmy di kursi, lalu ia mengambil dan menyimpan makanan di atas piring Kimmy.


Nino dan Tifanny hanya tersenyum melihat putri mereka memperlakukan Kimmy dengan baik.


"Bagaimana? Enak tidak?" Lily menunggu komentar dari istri kakaknya itu.


"Enak. Hanya saja terlalu banyak lada," Kimmy berkata dengan jujur.


"Berarti tidak enak ya?" Lily berkata dengan sedih.


"Mengapa kau harus menambahkan embel-embel kebanyakan lada di belakangnya?" Archie berbisik di telinga Kimmy.


"Bukan tidak enak. Tapi hanya kebanyakan lada. Kau bisa memasak lebih baik lagi!" Kimmy tersenyum simpul. Ia memang bukanlah orang yang suka berpura-pura atau berbohong untuk menyenangkan hati orang lain.


"Baiklah, kak. Esok hari, aku akan lebih baik dalam memasak!" Lily tampak bersemangat.


Kimmy pun memakan makanannnya kembali. Lily tak henti bercerita bagaimana kehidupannya di Finlandia.


"Sudahi dulu ceritamu, sayang!" Nino menghentikan Lily yang masih asik bercerita.


"Kenapa? Kalian bosan?" Lily memperlihatkan wajah sedihnya dan memperhatikan wajah keluarganya satu persatu.

__ADS_1


"Tidak. Tapi ada yang harus kami sampaikan kepada kakakmu," Tifanny menjawab.


Kimmy dan Archie pun berpandangan. Merasa penasaran dengan apa yang hendak dikatakan oleh Tifanny dan juga Nino.


"Papa lihat, semenjak menikah kalian tidak ada waktu berdua. Kalian selalu sibuk dengan urusan pekerjaan,," Nino memulai.


"Kami terbiasa dengan itu, Pa," jawab Kimmy dengan simple.


"Ada kalanya sepasang pengantin baru membutuhkan waktu berdua. Dan papa yakin kalian membutuhkan hal itu," timpal Nino tak mau kalah.


"Tidak. Kami tidak membutuhkannya," Kimmy dan Archie langsung menjawab serempak. Tentu mereka tahu kemana arah pembicaraan kedua orang tuanya.


"Tidak. Mama juga melihat kalian tidak punya waktu satu sama lain. Apalagi saat Kimmy kecelakaan, kalian jadi tidak fokus terhadap kebersamaan kalian," Tifanny mendukung ucapan suaminya.


"Pergilah berbulan madu!" Nino mengeluarkan kata-kata keramat yang sejak tadi di takutkan oleh Archie dan juga Kimmy.


"Bulan madu?" Kimmy menjawab.


"Kami tidak perlu bulan madu, Pa!" Archie menolak dengan cepat.


"Pergilah, Nak! Pergilah bulan madu atau papa akan mencoretmu dari list nama anak papa," Nino tersenyum semanis mungkin. Archie meneguk salivanya dengan susah saat mendengar ultimatum yang sangat halus diucapkan oleh ayahnya.


"Benar. Pergilah berbulan madu. Aku ingin punya keponakan!" Lily tersenyum riang. Ia mulai membayangkan dirinya menjadi seorang tante yang ikut sibuk mengurusi keponakan.


"Mama dan Papa sudah mengurus bulan madu kalian. Besok kalian akan berangkat," Tifanny menambahkan.


"Besok? Apa tidak terlalu terburu-buru?" Kimmy protes.


"Iya. Lagi pula banyak pekerjaanku di kantor," Archie ikut-ikutan protes.


"Pekerjaanmu biar papa yang urus," Nino menjawab dengan enteng.


"Lalu, bagaimana dengan klinikku, Pa?" Kimmy bertanya dengan khawatir.


"Papa juga akan mengurus itu. Pokoknya kalian berdua besok harus berangkat. Papa tidak ingin rugi karena sudah mengeluarkan banyak uang untuk bulan madu kalian," putus Nino yang mau tidak mau disetujui oleh Kimmy dan juga Archie.

__ADS_1


Di tempat lain, Flowi masih belum menyerah. Perlawan yang Kimmy berikan membuatnya semakin berapi-api untuk mengganggu gadis blonde itu.


"Besok aku akan datang lagi ke kliniknya. Aku akan membuat suatu kekacauan di sana," Flowi tersenyum dengan sejuta rencananya.


__ADS_2