
Bangun tidur, tubuh Dewi merasa sakit, karena seharian berdiri menyambut para tamu, meskipun begitu Dewi bangun pagi-pagi sekali dan langsung pergi menyiapkan sarapan. meskipun sudah selesai menyiapkan Dewi enggan membangun kan Richard. Dewi membereskan gaun pengantin dan jas dan kemeja Richard pada laundry ternama langganan keluarga Hermawan. dan membereskan kamar hotel , sesekali Dewi menatapi tubuh Richard yang masih tergeletak di atas ranjang.
hari sudah hampir siang Richard baru bangun, ia lalu berjalan ke arah kamar mandi, setelah mandi , Richard mengenakan pakaian rapih tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Richard, ia mendiamkan Dewi.
" Tuan , sarapan dulu . " tawar Dewi pada Richard yang sedang menyisir rambutnya.
" jam segini, apa bisa di katakan sarapan ." jawab Richard yang mengambil kunci mobil Nya dan pergi keluar kamar hotel.
" mau kemana tuan " Dewi bertanya meski Richard tidak menjawab Nya dan justru langsung keluar kamar hotel.
seharian Dewi berdiam diri di kamar hotel, karena umur Dewi yang masih sangat muda juga pengalaman Nya yang sedikit di dunia luar, membuat Dewi enggan meninggalkan kamar hotel.
hari pun sudah sangat larut, Dewi yang menunggu Richard pulang membuat Nya ketiduran, pada pagi hari Dewi menatapi sekeliling Nya tidak ada siapapun.
hari berikutnya Dewi masih menunggu kedatangan Richard tapi masih tetap sama, belum ada tanda-tanda akan kedatangan Richard.
__ADS_1
************************
Richard POV.
setelah meninggal kan hotel , Richard kembali ke apartemen Nya. malam hari Richard pergi ke sebuah club malam di ajak teman-teman nya. Richard pulang dalam keadaan mabuk , sudah hampir tiga hari Richard meninggalkan Dewi di hotel, ia lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di dalam apartemen Nya.
Aditya pun mendapat kan laporan dari anak buahnya tentang Richard.
dret .. dreet .. ponsel Richard bergetar terlihat di layar ponsel sebuah panggilan dari kakeknya.
" hallo kek ... ada apa " ucap Richard setelah menekan warna hijau di ponsel Nya.
" terus saja kakek mengancam ku " gerutu Richard kesal lalu ia lemparkan ponselnya di atas ranjang. setelah mendapat kan ancaman dari Aditya Richard segera mendatangi hotel.
setelah sampai di depan kamar hotel, Richard membuka pintu kamar dengan nomer pin yang sebelumnya sudah ia ketahui.
__ADS_1
ceklek ...
Richard membuka pintu, dan mendapati Dewi sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
" hei bodoh , kenapa kamu masih di sini saja , apa Jika aku tidak datang selama Nya , kamu juga masih akan disini " bentak Richard yang membuat Dewi kaget . Dewi pun tidak bisa menjawab pertanyaan Richard, karena Dewi selalu takut akan ancaman Richard yang ingin membuat hidup Nya menderita.
" kenapa kamu masih diam saja , cepat bereskan barang barang milik mu " ucap Richard yang kemudian duduk di atas ranjang sambil menunggu Dewi selesai merapikan barang miliknya.
Dewi berdiri di samping Richard sambil memegang tas di depan tangannya menunggu pergerakan dari Richard. setelah melihat Dewi selesai Richard berjalan keluar kamar hotel menuju resepsionis hotel hendak cek out.
Richard dan Dewi sampai di apartemen milik Richard.
" apa kamu bisu , dari tadi kamu hanya diam saja " tanya Richard
" apa " Dewi balik bertanya
__ADS_1
" sial sekali hidup ku , menikah dengan orang seperti mu , sebenarnya apa yang kakek lihat dari mu, sehingga dia menyuruh ku menikah dengan orang macam kamu, cepat bereskan barang barang milik mu dan letakkan di dalam lemari di kamar sebelah. " suruh Richard.
Dewi masuk kedalam kamar yang di tunjukkan Richard, dia semakin takut terhadap Richard. Dewi menangis karena sikap Richard yang meninggal kan Nya sendiri di kamar hotel dan memikirkan setiap ucapan Richard, kemudian mengumpulkan keberanian nya sehingga tidak takut lagi pada Richard.