Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
berkumpul di rumah baru.


__ADS_3

" ini tidak terlalu buruk mas " ucap ku saat kami sedang berada di dalam rumah baru yang hendak kami tinggali. rumah ini terdapat lima kamar, tiga kamar utama dan sisanya adalah kamar untuk tamu juga ART.


" kapan kita pindahannya mas " ucap ku lagi sambil memperhatikan Richard sedang mengamati desain rumah dengan detail.


" mas .... " Richard masih tetap fokus sampai tidak mendengar ucapan ku.


" Hem "


" kapan kita pindah ke sini" aku mengulangi perkataan ku.


" besok saja, nanti aku akan menyuruh orang untuk mengatur nya. dan kita kesini saat semua sudah beres "


***


dua hari kemudian kami semua sudah berkumpul di rumah baru, kami hendak melakukan makan malam setelah aku menyiapkan makanan di meja makan. aku hendak memanggil semua anggota keluarga yang sedang berada di ruang keluarga sedang berbincang-bincang.


Mama menghampiri ku lebih dulu. aku takut dengan tatapan nya. " mah " aku menyapa nya terlebih dahulu untuk menghilangkan ke kakuan ku. tak ada balasan dari beliau. wajah nya masih murung pada ku seolah-olah aku sudah merusak mood nya.


" mas.. makanan nya sudah siap." aku meninggalkan Mama di meja makan dan menghampiri Richard beserta kakek dan papa. mereka semua bangun kami pun jalan beriringan menuju ke meja makan, aku menuntun kakek berjalan. kulihat senyum kakek semakin mengembang.


kami semua duduk di kursi meja makan, aku mengambil kan makanan untuk semua anggota keluarga. dari arah pintu terdengar suara seseorang sedang berjalan ke arah kami. sorot mata kami pun tertuju padanya.


" Tante " ucap nya. seorang wanita cantik dan sangat modis, kalau di bandingkan dengan ku. mungkin tidak ada apa-apa nya. siapa kah wanita cantik itu?. aku bertanya pada diri ku sendiri.


" hai Sheila sayang.." Mama menyambut nya dengan sangat baik. berbanding jauh sikapnya saat bersama ku.


" sini duduk " Mama berdiri dan mempersilakan Sheila untuk bergabung bersama kami. Mama menarik kursi yang berada tepat di samping Richard. meskipun Richard duduk bersebelahan dengan ku, tapi melihat Mama menyuruh nya duduk di samping Richard membuat ku bertanya- tanya. untung nya aku lihat Richard cuek dengan kedatangan Sheila. kakek dan papa sedang menonton TV.

__ADS_1


makan malam pun telah selesai, aku membereskan makanan di meja makan di bantu bi Narti. Richard masuk ke ruang kerjanya sementara Mama sedang asyik mengobrol dengan Sheila di ruang tamu, aku yang sesama wanita merasa penasaran apa yang mereka omongin.


aku masuk ke dalam kamar ku untuk membersihkan diri setelah itu aku pun keluar lagi untuk melihat Richard telah selesai atau belum. aku kaget karena sudah sangat malam tetapi Sheila masih mengobrol dengan Mama. aku cemburu melihat kedekatan Sheila dengan Mama. sebagai menantu nya aku belum pernah sedekat itu dengan Mama.


" Dewi ... " suara Mama membuyarkan lamunanku ku.


" iya mah " jawab ku.


" tolong bereskan kamar tamu. karena Sheila akan menginap malam ini."


" hah " ucap ku kaget.


" cepat bereskan "


" baik mah " aku pun pergi ke kamar tamu membersihkan dan menyediakan beberapa perlengkapan tidur. setelah itu aku ingin menemui Richard di ruangan kerjanya. saat aku berada di depan pintu. terdengar Richard sedang berbicara dengan Sheila membuat ku mengurungkan untuk masuk. akhirnya aku pun kembali ke kamar ku.


" sudah tidur ya " aku dengar sayup-sayup suara Richard.


" kamu baru selesai mas " ucap ku .


" iya.. sini " Richard membalikkan tubuh ku.


" kenapa lama sekali mas " Tanya ku dengan manja dengan mengeratkan pelukan ku.


" kenapa, sudah kangen ya."


" aku takut sendirian " bantah ku. menyembunyikan rasa ku, karena memang akhir akhir ini aku suka sekali jika terus berduaan dengan Richard.

__ADS_1


" bilang saja kangen " goda nya membuat wajah ku bersemu merah.


" apaan sih mas..." ucap ku dengan manja.


" mas "


" Hem " ucap nya sambil membelai rambut ku.


" besok kamu berangkat jam berapa?"


" agak siang, kenapa? kamu ingin ikut ke kantor "


" untuk apa aku ikut ke kantor ?"


" untuk menemaniku seharian di sana "


" ah, aku malu mas. sama karyawan di sana."


" kenapa harus malu. kamu kan istri ku"


" iya... tapi tetap saja, aku takut karyawan mu bertanya -tanya alasan ku ikut ke kantor"


" ya karena mereka tahu, kamu tidak bisa jauh dari ku " ledek nya dengan tertawa.


" ih, enak aja." kami tertawa bersama, Richard pun semakin mempererat pelukannya.


sampai kami pun terlelap bersama dengan saling berpelukan, kurasakan Richard terus menciumi rambut ku. membuat aku semakin di sayang.

__ADS_1


__ADS_2