Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
kedatangan tak terduga


__ADS_3

Dewi masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang. suara bunyi bel membuat nya bangun, berjalan dengan sangat malas, menghampiri asal suara tersebut. " kenapa dia balik lagi di jam segini ya" Dewi merasa terheran berbicara sendiri.


ceklek.


suara pintu yang telah di buka Dewi, " Mama " ... " ucap Dewi terheran dengan kedatangan ibu mertua nya secara tiba-tiba.


sarah menyelonong masuk, mengabaikan Dewi yang masih mematung berdiri di tempat semula. " apa kamu masih akan tetap berdiri di situ " suara sarah seketika membuat Dewi langsung menutup pintu apartemen.


" jam segini, kamu baru bangun tidur, malas sekali" gerutu Sarah.


"itu mah, tadi Dewi ketiduran" Dewi berusaha membela diri.


" alesan saja, Richard itu anak kesayangan ku, awas saja kamu tidak melayani nya dengan baik" Sarah mengancam sambil memeriksa barang- barang di apartemen memegang memeriksa dari debu." Hem, bersih" gumam nya dalam hati.


" sebenarnya aku tidak suka kamu menikah dengan anak kesayangan ku, kamu itu kampungan dan tak selefel dengan kita, tetapi ini semua karena kakek, jadi jangan harap kamu bisa macam-macam. menghabiskan harta Richard, aku akan selalu memantau gerak- gerik mu. awas juga kalau kamu memanfaatkan hubungan baik mu dengan kakek." Sarah mengancam Dewi dengan jari yang di tunjukkan ke wajah Dewi dengan kata yang menekan.


Dewi pun ketakutan dengan perkataan dari mertua nya itu. hanya bisa diam dan menundukkan pandangan nya mendengar kan setiap kata yang keluar dari mulut mertuanya itu.


setelah puas, memarahi Sinta, Sarah berlalu pergi meninggalkan Dewi tanpa ada ucapan salam.


Sinta mendengar ponsel nya berdering yang ia tinggalkan di dalam kamar. ia ambil dan di tekannya aikon warna hijau di layar ponsel nya. " kakek " teriak Dewi dengan girang.


"hallo kek" ucap Dewi dengan semangat.

__ADS_1


"Dewi" ucap Aditya singkat


"iya kek, ada apa" tanya Dewi.


"besok kamu sudah bisa kuliah" ucap Aditya


" benarkah kek" Dewi kegirangan.


"kapan, kakek berbohong sama kamu"


Dewi tersenyum sendiri memastikan pembenaran dari mulut Aditya.


" baik lah kek, Dewi mau siap-siap dulu untuk besok"


*apakah aku boleh keluar. Dewi


mau kemana? . Richard*. tulisan yang langsung muncul di layar ponsel Dewi.


*mau membeli perlengkapan ku kuliah. Dewi


baiklah, tetapi saat aku pulang kantor kamu harus sudah berada di apartemen*. Richard


layar ponsel Dewi memunculkan pesan kembali.

__ADS_1


oke, baiklah. terimakasih. Dewi


Dewi pun langsung bersiap untuk keluar saat sudah mendapatkan izin dari Richard. Dewi pun keluar dengan menggunakan hijab nya, karena Richard tidak bersama nya, jadi Dewi merasa tak masalah mengenakan hijab nya.


Dewi menuruni tangga apartemen, di lihatnya Ferdi sudah berada di bawah tangga.


" Dewi " suara Ferdi dengan sangat nyaring.


" kak Ferdi, apa kak Ferdi selalu menunggu ku di sini" tanya Dewi.


" iya, aku menunggu mu setiap hari di sini, kenapa selama dua hari ini kamu tidak pernah keluar"


"aku selalu menunggu mu disini, aku sangat menghawatirkan mu Dewi, apakah suami mu telah berbuat jahat pada mu" Ferdi menghujami Dewi dengan banyak pertanyaan.


tanpa menjawab satu pun pertanyaan dari Ferdi, Dewi berjalan ke depan meninggalkan Ferdi.


"hei, aku sedang berbicara pada mu " Ferdi mengejar Dewi.


" kakak, apa kakak tidak punya pekerjaan?. kenapa kakak selalu menunggu ku ?. " ucap Dewi sambil berjalan.


" aku , akan selalu menunggu mu " Ferdi menjawab pertanyaan Dewi dengan santai.


Dewi pun pergi bersama Ferdi membeli semua keperluan nya untuk kuliah besok pagi. Ferdi lebih bersemangat setelah mengetahui kini Dewi akan kuliah, itu berarti dia akan lebih mudah bertemu Dengan Dewi.

__ADS_1


setelah selesai menemani Dewi, Ferdi mengantar pulang menggunakan mobil nya. Dewi pun datang dengan tepat waktu. saat di dalam apartemen Dewi belum mendapati kedatangan Richard. Dewi menggunakan waktu nya untuk memasak makanan kesukaan Richard.


__ADS_2