
Pagi itu setelah membawakan sarapan ke dalam kamar untuk Dewi, Richard meletakkan nya di atas nakas saat di lihat nya Dewi belum membuka mata nya melihat sang mentari. padahal Richard ingin sekali menyuapi Dewi sarapan sebelum ia pergi ke kantor. waktu terus berlalu Richard duduk di samping Dewi memandangi wajah nya terus, sesekali ia menciumi kening Dewi tetapi Dewi belum juga terbangun, dengan berat hati akhirnya Richard pun pergi ke kantor sebelum dewi terbangun.
Richard memasuki ruangan di kantor nya, saat berjalan menyusuri ruangan nya ia sudah melihat beberapa karyawan nya berada di kantor. orang yang pertama kali ingin ia panggil ialah Dhani salah satu karyawan yang sangat di percayai nya. apalagi kemarin juga Dhani sudah ikut mengunjungi kantor cabang di luar kota sehingga Richard ingin tahu bagaimana perkembangan beberapa kantor yang belum sempat ia kunjungi karena Dewi jatuh sakit sehingga Richard harus membatalkan kunjungan beberapa kantor cabang lainnya.
Dhani masuk ke dalam ruangan Richard, saat Richard memanggilnya lewat panggilan telepon kantor. Dhani duduk menghadap Richard. dan langsung menyodorkan beberapa berkas kepada Richard seakan sudah sangat mengetahui keinginan bos nya itu.
mereka berdua membicarakan tentang pekerjaan hampir setengah jam mereka berbincang di ruang Richard, saat Dhani ingin meninggalkan ruangan Richard, dia memanggil kembali Dhani yang sudah berada di ambang pintu hendak keluar.
" Dhani.. "
" saya pak."
" coba kamu hubungi Aryo, buatkan jadwal ku untuk bertemu dengan nya secepatnya."
__ADS_1
" baik pak." ucap Dhani sembari menenggelamkan diri di balik pintu. sementara pikiran Richard bergelayut memikirkan tentang siapa kah pengirim bunga misterius itu, dan bagaimana perkembangan kabar tentang orang tua Dewi. rasanya ia sudah tidak sabar lagi ingin menemui Aryo sang detektif itu.
Dhani datang kembali ke ruangan Richard dan mengabarkan bahwa dalam beberapa jam ini dia sudah bisa bertemu dengan Aryo di sebuah cafe yang di pilih oleh Dhani. tanpa ingin banyak mengulur waktu Richard segera bersiap -siap. setelah Richard merapikan penampilan nya Richard pergi meninggalkan kantor nya dan masuk ke dalam mobil.
Richard telah sampai di sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari kantor nya. di lihatnya setiap tempat duduk tetapi ia belum melihat keberadaan Aryo.
" ah, mungkin saja aku terlalu cepat." Richard yang tidak sabar mendengar berita dari Aryo membuat nya sangat antusias ingin bertemu dengan Aryo. Richard kemudian duduk di salah satu meja yang di rasa sangat nyaman untuk nya berbincang dengan Aryo.
" bagaimana kabar tentang... ?" ucap Richard yang belum menyelesaikan ucapan nya langsung di jawab oleh Aryo.
" jadi begini pak, setelah saya melakukan penyelidikan, saya mendapati orang yang mengirimkan bunga untuk ibu Dewi itu bertemu dengan salah satu teman bapak yaitu pak Ferdi di sebuah cafe."
" apa..???" Richard yang kaget langsung memotong pembicaraan Aryo.
__ADS_1
" Lalu..???" Richard tambah penasaran.
" iya, jadi dari obrolan mereka di cafe itu yang intinya pak Ferdi memberi tahu bahwa Dewi adalah anak kandung dari ibu Helena itu sehingga ibu Helena terkejut dan sedih, dia ingin sekali bertemu dengan anak yang telah ia buang beberapa tahun silam itu. tetapi ibu Helena belum ada keberanian untuk bertemu, Helena sangat takut jika Dewi tidak bisa menerima dan memaafkan nya, sehingga ia selalu memantau keadaan Dewi dari jauh, ia pun selalu mengirimi ibu Dewi bunga untuk menghilangkan rasa bersalah nya dan Dewi dapat memaafkan kesalahannya."
Richard begitu terkejut mendengar penjelasan dari Aryo, Richard senang mendengar kabar itu, tetapi amarah nya langsung muncul saat nama Ferdi di sebut, bagaimana Ferdi bisa lebih dahulu mengetahui keberadaan ibu kandung Dewi. tangan Richard mengepal mengumpulkan kekesalannya pada jari-jari yang ia genggam itu jika saja Ferdi berada di depan nya Richard ingin melampiaskan nya kepada Ferdi.
Richard terus berfikir bagaimana Ferdi selangkah lebih dulu mencari keberadaan ibu kandung Dewi. dan kenapa Ferdi seakan masih begitu penasaran dengan Dewi yang sudah menjadi istri sahabatnya itu. " seperti nya aku harus benar-benar memberi peringatan kepada Ferdi, aku ingin sekali segera menemui nya." lalu Richard sadar bahwa dirinya masih berbicara dengan Aryo .
" Aryo tolong buatkan aku jadwal untuk bertemu dengan Helena, katakan saja bahwa aku adalah menantu nya, jadi ia pasti akan mau menemui ku."
" baik pak." setelah selesai memberikan informasi itu, Aryo pun izin pamit karena masih banyak yang harus ia kerjakan.
Richard masih duduk di cafe itu sendirian, rasa kesal masih terlihat dari raut wajah nya. Richard teringat kembali akan nama Ferdy kemudian Richard pun pergi meninggalkan cafe dengan terburu-buru.
__ADS_1