Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Extra Part 2. [ Hancur Hatiku. Mengenang Dikau. ]


__ADS_3

" bagaimana ceritanya kalian bisa bersama?" Dewi menatap kedua nya dengan heran.


" jadi, saat dulu aku sering ke kampus untuk bertemu dengan kamu, tetapi selalu terhalang karena Richard selalu datang. aku akhirnya mencoba berkenalan dengan teman kamu." jawab Ferdi.


" maaf ya wi... aku jadi seperti menikam mu dari belakang. itu sebabnya aku tidak berani bercerita sama kamu." keluh Anita dari wajah nya terlihat sangat menyesal.


" kata siapa, kamu menikam ku dari belakang. aku dengan Ferdi memang sejak dulu hanya sebatas teman. mungkin jika aku tidak kuliah, aku tidak bisa memiliki teman seperti kamu. dan hanya memiliki Ferdi sebagai teman ku. aku senang melihat kalian bersama " Dewi berusaha menenangkan Anita.


saat Dewi berbicara seperti itu, ada yang menatapi nya dengan tatapan tidak suka. Jho pergi meninggalkan mereka, dia keluar dari rumah, yang memang rencana awal nya Jho ingin pergi bersama teman-teman nya kemudian dia harus menyaksikan drama sepasang kekasih yang sedang berbahagia tapi tidak dengan dirinya.


Richard dan Dewi menatapi kepergian Jho, rasa bersalah bersarang di hati Dewi, tetapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa memaksa kan keinginan nya, semuanya ada di tangan Anita.


hari sudah tengah malam, sejak kepergian Ferdi dan Anita sore tadi, pikiran Dewi tidak bisa tenang memikirkan Jho. Dewi sedang menunggu kedatangan Jho dengan khawatir. Richard yang sedari tadi menyaksikan istri di ruang depan datang menghampiri nya.


" ini sudah sangat larut malam, kamu tidur lah. biar aku yang menunggu Jho."


" tapi mas, apa tidak sebaiknya kamu cari Jho saja mas, aku sangat khawatir pada dia mas."


" Jho sudah besar, kamu tidak usah berlebihan seperti itu."


" tapi mas, aku merasa bersalah karena aku yang memberi nya harapan, jadi kalau ada apa-apa dengan dia, aku tidak bisa memaafkan diri ku." Jho memeluk Dewi dari belakang. berusaha menenangkan istri nya.


" baiklah, kita tunggu Jho bersama." suara pintu depan pun terbuka, Jho datang dengan keadaan mabuk.


" Jho.... " Dewi datang menghampiri Jho dan membantu nya berjalan.


" lepaskan." Jho menepis tangan Dewi. Richard pun berusaha membantu Jho untuk berjalan tetapi juga di tepis oleh Jho sampai akhir nya Jho harus berjalan sendiri ke arah kamar nya sendiri dengan sempoyongan.


" hiks.. hiks ... ini semua salahku mas."


" sudah tenang, biar aku yang mengurus nya." Richard mengelusi pucuk kepala Dewi dan menghujami nya dengan ciuman. menenangkan agar istri tidak sedih lagi.


" kamu sudah selesai kan ?" tanya Richard.


" selesai apa maksud nya.?"


" itu....".

__ADS_1


" itu apa mas, ngomong yang jelas dong."


" itu..., kamu sudah selesai nifas kan."


" istri lagi sedih juga, pikiran nya kesitu melulu. males ah, sama kamu mas." Dewi meninggalkan Richard.


" tapi yang, itu semua juga biar sedih kamu hilang." Richard berlari mengejar Dewi masuk ke dalam kamar.


" waktu nya bukan sekarang juga kali tidak tepat."


" tapi aku sudah tidak tahan yang, masa aku harus menahan lebih lama lagi. mau yah.. yah..." ucap Richard dengan menghiba merayu Dewi. Dewi menatap suaminya dengan rasa kasihan, belum sempat Dewi memberi jawaban, tangan Richard sudah bergerilya di mana-mana. membuat Dewi hanya bisa pasrah. malam itu selama dua bulan lebih mereka cuti bersama, akhirnya mereka baru melakukan nya lagi dan terasa seperti pengantin baru lagi.


Baru beberapa ronde mereka melakukan nya, suara tangisan salsa menghentikan aktivitas kedua orang tua nya. Dewi segera bangun dari tempat tidur nya, mengambil salsa dari ranjang bayi dan menenangkan salsa untuk berhenti menangis. Dewi dudu di samping Richard yang masih berada di ranjang, dan segera memberi kan salsa ASI.


" ini punya papi sayang ." Richard melepaskan ASI yang sedang di hi**p salsa membuat nya semakin menangis.


" mas, ini sudah malam, jangan bercanda dong mas, kasihan anak kita, dia pengen cepat tidur lagi."


" tapi aku gemas sama dia, merebut kepunyaan papi nya." Richard menjiwel pipi salsa yang cabi. membuat nya kembali menangis.


" mas, udah dong, kalau kamu masih membuat anak kita menangis, aku tidak mau kasih ronde berikutnya." ancam Dewi yang sudah sangat paham suaminya tidak akan berhenti jika baru melakukan nya hanya dua ronde saja.


kini pekerjaan lembur Dewi menjadi lebih lama lagi, karena Dewi harus melayani suami nya. " tidak yang besar, tidak yang kecil. kalau malam pinginnya di Nina Bobo in." gumam Dewi dalam hati.


***


hari sudah mulai pagi, Jho masih terlelap dalam tidur nya, mungkin hari ini Jho libur tidak ke kantor.


sedangkan setelah drama acara bangun kesiangan, Richard dengan terburu-buru berangkat ke kantor. sampai melupakan tas yang tadi sudah di siapkan nya. Richard pun menyuruh Dhani mengambil kan nya karena posisi nya sudah berada di kantor.


***


sementara di kediaman Aditya, Sarah tengah termenung sendiri, bi Ijah yang sedari tadi memperhatikan nya merasa kasihan kepada majikannya itu. bagaimana tidak, Sarah seperti orang yang sangat Kesepian. " nyonya... nyonya kenapa ?" tanya bi Ijah.


" ah, bibi. aku kira siapa. mengagetkan saja."


" maaf nyonya, kalau bibi mengagetkan nyonya." bi ijah hendak pergi meninggalkan Sarah.

__ADS_1


" tidak bi, tidak apa-apa. bibi kemari lah." Sarah mengajak bi Ijah duduk di samping nya.


" nyong kenapa? seperti ada yang di pikirkan."


" aku kangen sama salsa bi."


" loh kangen kok gak telpon nona Dewi aja, biar non Dewi main kemari atau tuan Richard menjemput nyonya menemui cucu nyonya."


" aku malu karena sikap ku dahulu yang sangat tidak baik memperlakukan Dewi."


" jangan begitu nyonya, nona Dewi itu orang nya sangat baik, tidak mungkin nona Dewi masih mengingat nya, kalau menurut aku, lebih baik kalau nyonya kangen, nonya datang ke rumah nona Dewi untuk bertemu dengan cucu nyonya, kemudian meminta maaf kepada nona Dewi. aku yakin nona Dewi pasti memaafkan nyonya." setelah mendapat kan saran dari bi Ijah, pagi itu Sarah pergi ke kediaman helena dengan di antar supir.


" oeek.. oooeeeek... " suara salsa menangis memecah seisi ruangan, Sarah yang saat itu baru datang langsung menghampiri suara tangisan itu, di lihatnya salsa menangis di ranjang bayi nya. Sarah mengambil nya dan mengayunkan nya. " cucu Oma, kenapa nangis sayang, laper ya."


" oooeeeek... oooeeeek..." suara tangisan itu semakin kencang. Sarah membawa nya keluar mencari keberadaan Dewi seperti nya salsa lapar dan ingin segera minum ASI.


" cep.. cep.. cep..." Sarah berusaha menenangkan cucunya yang sudah sangat tidak sabaran itu.


"Mama kapan datang?" tanya Dewi yang saat itu sedang berjalan terburu-buru hendak menghampiri salsa yang kemudian di lihatnya salsa sudah di gendong oleh Oma nya.


" baru tadi, dan mama lihat salsa menangis, jadi mama langsung masuk mengambil salsa."


" iya, tadi Dewi sedang di belakang lagi buat kue dan Dewi mesti mencuci tangan Dewi lebih dahulu jadi nya lama. sini mah duduk." Dewi mempersilahkan mertuanya itu untuk duduk saat salsa sudah beralih ke tangan nya.


Dewi dan Sarah pun duduk, Sarah terus menatapi salsa, melepaskan kerinduan nya. " Dewi...." ucap nya dengan dalam.


" iya, mah kenapa.?"


" maafkan mama yah, selama ini mama sudah sangat jahat sekali kepada kamu.".


" mama bicara apa,?. mama tidak pernah jahat kok sama Dewi."


" tapi mama merasa banyak dosa sama kamu, dan mama tidak tenang sebelum kamu memaafkan mama."


" iya mah, jauh sebelum mama meminta maaf, Dewi sudah memaafkan mama sejak dulu."


" terima kasih Dewi..." Sarah memeluk tubuh Dewi. dengan haru biru.

__ADS_1


" sama-sama mah, Dewi sayang sama mama." ucap Dewi membuat Sarah semakin sedih.


***


__ADS_2