
Tubuh Dewi jatuh ke bawah tidak sadarkan diri, Anita menjadi panik. ia memanggil teman-temannya untuk memindahkan Dewi ke ruangan UKS. Anita mengambil handphone yang ada di tas Dewi kemudian menghubungi Richard.
Anita berusaha menyadarkan Dewi dengan mengoleskan minyak kayu putih di hidung dan area telapak tangan nya sambil terus memijat-mijat tangan Dewi. setelah beberapa menit Dewi pun tersadar.
" syukur lah kamu akhirnya sadar juga, aku sangat khawatir Dewi. kenapa kamu sampai pingsan. apa kamu sedang sakit. kenapa kamu sampai memaksa kan masuk kuliah." Anita menghujami banyak pertanyaan.
" aku tidak apa-apa, ini cuma karena aku tadi tidak sarapan dan kemarin sore juga aku malas untuk makan." terang Dewi.
" ya ampun Dewi, kenapa kamu sampai tidak makan. baiklah, aku akan mencari makanan dulu di kantin " ucap Anita dengan terburu-buru meninggalkan Dewi sendirian di ruangan itu.
***
Anita keluar dan aku mulai melihat ruangan yang aku tempati. menatap langit-langit dan sekeliling ku, aku mengenali ruangan ini, aku pun mencoba untuk duduk.
sudah cukup lama, Anita pergi ke kantin aku pun merasa bosan, aku ingin pergi saja dari ruangan ini, saat kaki ku sudah menjuntai ke bawah, kulihat handle pintu bergerak. " itu pasti Anita" pikir ku. dan ternyata.
" Dewi.." suara Richard yang nampak khawatir. berjalan ke arah ku.
"m-m mas, bagaimana kamu.. " aku belum menyelesaikan ucapan ku.
" kamu kenapa, apa yang terjadi. kamu tidak apa-apa kan?" Richard memegang tubuh ku dan memeriksa nya dengan satu persatu. seakan aku habis mengalami kecelakaan.
" aku tidak apa-apa mas"
__ADS_1
pintu pun terbuka kembali, aku lihat Anita memegang sesuatu di tangan nya.
" oh, rupanya suami kamu sudah datang. ini kamu suapin istri kamu, bisa-bisanya kamu membuat sahabat ku ini jadi kelaparan." Anita memindahkan se kotak makanan yang ia pegang ke tangan Richard.
" hah " ekspresi Richard tampak bingung.
" apa yang terjadi dengan Dewi?" tanya Richard.
" istri kamu dari kemarin tidak makan, tadi pagi juga dia tidak sarapan. bagaimana kamu sebagai suaminya tidak mengetahui itu" Anita pun memperjelas ucapan nya itu. raut rasa bersalah terlihat dari wajah Richard.
" Dewi. aku masuk ke kelas dulu ya" Anita ingin membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalah nya.
sekeluarnya Anita dari ruangan itu, Richard membuka kotak makanan yang di berikan Anita. isinya adalah bubur ayam. Richard mengambil nya sesendok Lalu di arahkan ke mulut Dewi." buka mulut mu Dewi. " Dewi pun menuruti nya. Richard menyuapi Dewi sampai makanan nya habis tak tersisa. Richard mengelap mulut Dewi yang terdapat sisa makanan di mulut nya.
" setelah ini kita periksa ke dokter yah"
" tidak usah, aku sudah tidak apa-apa" bantah ku.
" kita pulang ?"
" Hem.. "
Kami pun berjalan keluar dari ruangan UKS. menuju ke mobil Richard. setelah menemukan mobil nya, aku dan Richard masuk ke dalam. Richard pun melajukan mobil nya ke arah rumah. di dalam perjalanan aku memulai pembicaraan karena Richard belum mau berbicara.
__ADS_1
" mas, lebih baik, aku di marahin kamu dari pada di diemin seperti ini. mau sampai kapan mas hubungan kita seperti ini?" aku berusaha manja kepada Richard sehingga aku menyandarkan tubuh ku di bahu nya Richard.
tetapi Richard tidak bergeming, dia masih fokus menyetir dan tidak terpengaruh dengan tingkah ku yang manja. membuat ku kesal dengan nya. aku pun mengangkat tubuh ku berpindah menyandarkan tubuh ku ke samping pintu mobil. Aku menyesal harus pulang bersama Richard jika sikapnya tidak berubah.
Suasana pun menjadi kaku kembali. kami sama -sama terdiam di dalam mobil.
Kami telah sampai. Richard membuka kan pintu mobil dan menuntun ku masuk ke dalam rumah.
" Dewi.. kamu kenapa ?" tanya kakek saat kami baru saja masuk.
" aku tidak apa-apa kek , hanya kelelahan saja." jawab ku.
Richard membawa ku ke kamar untuk istirahat. dan membaringkan ku. " untuk apa perhatian kepada ku, kalau dia masih mendiamkan ku " gumam ku sambil memejamkan mata ku, sepertinya aku ingin tidur yang sangat lama.
***
*Richard POV.
Richard tahu sikap dingin nya kepada Dewi akan melukai nya, tetapi keputusan nya nanti jika Richard berhasil menemukan siapa sebenarnya yang selalu mengirimi Dewi bunga itu.
Tanpa sepengetahuan Dewi, saat Richard pulang tengah malam, Richard selalu mengecupi kening Dewi, dan terus bermain-main dengan wajah Dewi saat Dewi sedang terlelap dari tidur nya. rasanya juga sakit untuk Richard saat dia mendiamkan Dewi seperti itu. tetapi bagaimana lagi. rasa cemburu Richard begitu besar. sehingga kekesalan nya ia tunjukkan kepada Dewi.
Besok Richard mempunyai janji dengan orang suruhan nya yang mencari tahu tentang pengirim bunga misterius itu di sebuah cafe.
__ADS_1
" semoga pelakunya cepat di temukan, agar hubungan ku dengan Dewi kembali seperti semula lagi".