Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
meratapi.


__ADS_3

Dewi membuka pintu apartemen nya, dan mendapati Richard tidak ada di dalam. tiba-tiba perasaan Dewi tidak seperti biasanya, Dewi sangat malas untuk melakukan hal apapun, Dewi terpikir akan orang tua nya yang tega untuk membuang nya, apalagi sekarang dia harus hidup dengan orang yang arogan,dingin. Dewi merasa dirinya seperti budak. sore itu Dewi termenung di atas balkon apartemen, pikiran yang kacau seketika teduh saat Dewi menatapi langit cerah. yang di lihatnya hanya memiliki dua warna, awan bergerak pelan kesana-kemari.


Dewi cukup lama termenung menatapi awan dengan sangat lama, tangannya bersender di besi penyangga. setelah memandangi awan suasana hatinya berubah menjadi sedikit lebih baik. sampai sampai dia juga lupa harus memasak untuk Richard.


langit senja telah pergi dan berganti gelap Dewi beranjak dari tempatnya masuk ke dalam, dan menunci pintu yang menghadap balkon. langkah kakinya masuk ke dalam kamar nya untuk mandi dan berwudhu untuk sholat Maghrib.


" sudah malam, tapi dia belum juga pulang" pikir nya memikirkan Richard.


setelah sholat Dewi pergi ke dapur untuk memasak untuk nya saja . " seperti nya Richard akan pulang larut " Dewi terus berbicara sendiri. setelah makan malem Dewi menonton TV sambil menunggu Richard pulang, tanpa sadar ia pun ketiduran di sofa.

__ADS_1


Richard POV.


Richard masih di clab malam bersama para wanita, dengan menenggak minuman keras, tanpa sadar dia pun telah mabuk berat. salah satu pegawai menelpon nomor Ferdi, karena sejak dulu Ferdi yang mengantarkan Richard jika mabuk berat jadi pegawai clab itu sudah hafal mesti menghubungi siapa?.


Ferdi memapah tubuh Richard membawa nya masuk ke dalam mobil nya, dan mengendarai ke arah apartemen Richard. di dalam mobil Richard terus saja mengoceh. Ferdi pun hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


Ferdi telah sampai di depan apartemen Richard, Ferdi pun membawa nya masuk ke dalam, setelah menempel kan ID card yang di ambil dari dompet Richard, pintu apartemen pun terbuka, Ferdi berjalan masuk ke dalam hendak membawa Richard ke dalam kamar nya, tetapi Ferdi melihat Dewi tengah tertidur di sofa, membuat nya berhenti menatapi Dewi. Ferdi cukup lama mematung, membuat Richard sedikit tersadar dan mendapati Ferdi tengah menatapi Dewi yang tengah tertidur di atas sofa.


" sana pergi" ucap Richard dengan setengah mabuk.

__ADS_1


Ferdi pun pergi keluar, tetapi fikiran nya masih di liputi tentang Dewi.


Richard menutup rapat pintu setelah Ferdi keluar dan berjalan menghampiri Dewi yang sedang tertidur dengan pulas nya.


Richard tersenyum sendiri, keadaan nya yang masih mabuk membuat nya berjalan sempoyongan, karena Richard tengah mabuk ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas Dewi, seketika Dewi terkaget, Dewi hendak bangun berusaha lepas dari dekapan Richard, tapi lagi-lagi Dewi kalah. Dewi hanya bisa pasrah terhadap semua perlakuan Richard, air mata nya mengalir saat Richard sedang menikmati tubuhnya. rasa sakit yang ia rasakan lebih sakit lagi dengan hati nya. kehidupan macam apakah yang sedang di alaminya.


setelah puas, Richard tertidur dengan pulas, Dewi yang masih menangis segera mengangkat tubuh nya dan berjalan dengan gontai ke arah kamar nya. Dewi mematung di belakang pintu dengan derai air mata. ingin sekali ia berteriak sekeras mungkin.


teriakkan yang tertahan membuat mulut Dewi hanya membuka dengan lebar tapi tangannya meremas rambut nya dengan frustasi.

__ADS_1


" Tuhan kapan kah ini semua berakhir, kenapa jalan hidup ku seperti ini " ucap Dewi dengan terisak. Dewi pun tetap pada posisi nya merebahkan tubuhnya, ia sudah tidak peduli dengan dingin nya lantai. Dewi terus menangis dan meratapi sampai Dewi terlelap dalam tidur.


__ADS_2