
Jam menunjukkan pukul 17:00 menandakan jam pulang kantor. seluruh karyawan meninggalkan gedung, mereka berhambur keluar mencari alat transportasi yang akan mereka tumpangi untuk pulang ke rumah masing-masing. Richard pun begitu ia sudah berada di dalam mobil sedang menyalakan mesin untuk pergi ke rumah Helena tempat Dewi berada.
Tin.... tin..... tin....
Bunyi klakson mobil Richard yang sudah berada tepat di depan gerbang, salah seorang security pun membuka kan pintu untuk Richard. Mobil pun terparkir dengan rapih berjejer dengan deretan mobil lainnya.
Richard masih berada di dalam mobil, Dewi datang menghampiri. " mas " ucap Dewi dengan sumringah.
Richard yang masih memegang kemudi mobil merasa senang di hampiri oleh istrinya, yang sejak tadi pagi ia begitu merindukan nya. " kenapa telpon nya tidak di angkat, Hem " ucap Richard dengan merangkum wajah Dewi dengan begitu gemasnya.
" tadi Mama mengajak ku berbelanja dan aku lupa membawa handphone."
" belanja apa, apa baju mu perlu aku ambil dari rumah mama." Richard menduga Dewi berbelanja pakaian, karena pakaian Dewi masih di rumah nya.
" tadi mama mengajak ku berbelanja kebutuhan pokok juga beberapa makanan, karena mama mau mengadakan syukuran."
" syukuran.?"
" iya, mama mengetahui aku tengah hamil. jadi mama ingin mengadakan syukuran untuk bayi kita dan karena beliau bahagia karena sudah bisa bertemu dengan ku."
tin... tin.. tin..
suara mobil di pintu gerbang sepertinya itu Jhonatan. security segera membuka pintu nya. mobil Jhonatan pun segera masuk dan bergerak di samping mobil Richard.
" hai ka, kok enggak di dalam saja ngobrol nya." ucap Jhonatan yang melihat Dewi berdiri di pintu mobil.
" eh, iya ini juga mau masuk." Richard membuka pintu mobil dan berjalan ke arah Dewi dan menggandeng tangan Dewi. Richard dan Jhonatan pun mengobrol mengenai pekerjaan mereka masing-masing sambil melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah. Helena melihat keakraban diantara mereka bertiga Helena merasa bahagia. " Prita mana Jho.? tanya helena.
" tadi katanya mau pergi dulu sama teman-teman nya. Jho ke atas dulu ya mah." Jho pamit akan mengganti baju.
" Dewi, ajak suami mu ke kamar, biarkan Richard istirahat dulu."
__ADS_1
" mm... baik mah." Dewi mengajak Richard ke kamar nya yang begitu luas, di dalam lemari sudah berjejer banyak pakaian pria dan wanita seperti nya Helena sudah menyiapkan baju untuk Richard dan Dewi. sehingga tidak perlu repot-repot mengambil pakaian dari rumah nya.
****
Esok hari keluarga sudah berkumpul di acara syukuran. Sarah tidak menyangka ternyata Dewi adalah anak orang kaya. saat baru masuk, Sarah dan Bram tercengang dengan rumah helena yang begitu besar saat Richard membawa mereka masuk ke dalam. wajah kakek terus tersenyum, ia bahagia ternyata Dewi masih mempunyai orang tua, ia pikir dulu saat ia mengambil Dewi dari panti asuhan, Dewi adalah seorang anak yatim-piatu.
tidak lupa Dewi juga mengundang sahabatnya Anita. semua anggota keluarga sudah berkumpul semua. di acara syukuran itu, Helena mengundang anak-anak panti dari yayasan milik umi safiya tempat Dewi di besarkan juga mengundang ustadz yang tidak jauh dari tempat tinggal Helena. acara berlangsung selama 2 jam setelah penyerahan beberapa bingkisan untuk para tamu undangan dan beberapa anak yatim-piatu. ibu safiya izin pamit pulang.
Rumah Helena kini tersisa beberapa orang saja. Anita hendak pamit ingin pulang tetapi Dewi meminta nya untuk tinggal lebih lama lagi karena Dewi masih ingin menghabiskan waktunya dengan sahabat nya itu. maklum rasa kangen menghampiri Dewi karena selama beberapa hari ini ia tidak pergi ke kampus sehingga ia jarang ketemu dengan Anita. Dewi merasa Anita adalah sahabat nya yang terbaik karena Anita selalu membantu nya.
Sementara itu Richard mengajak anggota keluarga nya pulang karena kakek tidak mau menginap.
Prita masuk ke kamar nya, entah mengapa Prita seperti enggan berkumpul dia lebih asyik memainkan ponselnya di dalam kamar. Jhonatan masih bergabung dengan Anita dan Dewi. dan hanya menjadi pendengar sesekali ia mencuri pandang kepada Anita.
" Dewi aku pamit pulang dulu." teriak Anita saat Dewi tengah di dapur untuk mengambil minuman yang baru. Anita merasa tidak nyaman karena Jhonatan terus memandangi nya.
" loh kok cepetan An ." jawab Dewi.
" iya nie, setelah ini aku mau ke toko buku."
" iya sama-sama, kamu juga hati-hati ya, selalu jaga calon ponakan ku ini ya." Anita mengelusi perut Dewi yang masih belum begitu menonjol.
" kak, itu temen deket kakak ya." tanya Jho saat Anita sudah meninggalkan rumah.
" iya, kenapa?. kamu suka." goda Dewi kepada Jho adiknya yang umurnya tidak begitu terpaut jauh dengan dirinya.
" hehehe ... kakak bisa aja." Jhonatan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Emang kamu belum punya pacar." tanya Dewi.
" pacar dari mana?. kalau hari-hari nya Jho habiskan untuk kuliah dan mengurus kantor." Helena menyamber dari belakang.
__ADS_1
" beneran mah, Jho masih jomblo."
" untuk apa mama bohong, Jho memang masih belum laku."
" ah mama bikin Jho malu aja di bilang tidak laku."
" emang kamu tidak laku Jho, sejak dulu mama belum pernah lihat kamu pergi dengan seorang wanita, mama sudah berpikir kamu yang tidak-tidak."
" maksudnya tidak-tidak itu apa mah" Jho meminta penjelasan pada mama nya.
" kamu pikir aja sendiri." jawab Helena
" mama berfikir nya suka yang tidak-tidak pada anak sendiri."
" Oia kak, boleh minta nomer nya temen kakak itu.?"
" nama nya Anita Jho, nanti ya, kakak minta izin dulu kepada Anita, apa boleh menyerahkan nomernya ke kamu".
" kakak, minta nomer aja harus izin."
" harus dong, nanti Anita bisa marah-marah sama kakak lagi."
"yaudah lah terserah kakak aja." ucap Jho sambil pergi ke kamar nya meninggalkan Dewi dengan Mama nya.
Dewi pun merasa tidak sabar ingin cepat menelpon Anita, Dewi merasa senang karena dengan ini hubungan dengan Jho akan lebih dekat lagi jika Anita mau mencoba PDKT dengan adik nya itu.
" mah, aku ke kamar dulu ya mah." Dewi izin pamit kepada Helena.
" iya... kamu istirahat lah, dari kemarin kamu ikut sibuk menyiapkan acara syukuran."
belum sempat Dewi menelpon Anita, pintu kamar nya terdengar suara ketukan dari luar dan ternyata itu Richard yang telah datang setelah mengantar keluarga nya.
__ADS_1
" sudah datang mas."
" Hem... sini..." Richard memeluk Dewi. acara menelpon Anita pun harus tertunda karena ada yang minta di manjakan. Dewi pun harus melayani suami nya yang sejak kemarin uring-uringan karena dari kemarin Dewi sibuk menyiapkan untuk acara syukuran.