Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Mendapat perawatan.


__ADS_3

Saat aku baru sampai dari kampus. Aku masuk ke dalam rumah, aku melihat mama sedang berada di ruang keluarga. menatap ku dengan tatapan tidak suka. " Dewi.. kemari!" ucap mama, membuat hati ku senang, baru kali ini mama mau berbicara pada ku.


" iyaa mah. ada apa?" aku telah berada persis di samping mama.


" tolong bersihkan meja ini" aku lihat meja itu berantakan bekas sisa-sisa makanan.


" oh baik mah " aku mau mengambil lap dan sapu di dapur. ku coba menahan tubuh ku yang lemas untuk membersihkan meja dan lantai yang berantakan.


" Tadi Sheila kesini membawa makanan, jadi maaf ya mejanya berantakan."


" oh iya mah " aku membereskan nya dengan terus di awasi mama. setelah selesai aku langsung masuk ke dalam kamar ku. tubuh ku sangat lemas, karena sedari pagi aku belum makan apapun. kurebahkan tubuh ku di atas ranjang. rasanya sangat nyaman sekali aku pun mulai tertidur.


Aku terbangun saat kakek memanggil-manggil nama ku dengan mengetuk pintu secara terus menerus.


tok... tok ... tok...


Dewi.. Dewi.. Dewi..


Kepala ku sangat pusing tubuh ku begitu lemas untuk berjalan membuka pintu kamar.


" iya, kek masuk aja. pintunya tidak di kunci " suara ku dengan pelan. setelah itu aku melihat pintu terbuka.


" Dewi, kamu kenapa berada di kamar terus.?" kakek bertanya kepada ku dengan melangkah kaki nya menghampiri ku.


" kepala ku agak pusing kek, jadi sedari tadi aku tertidur" jawab ku.


" sudah minum obat?"

__ADS_1


" belum kek."


" wajah kamu pucat. " sebaiknya kakek membawa mu kerumah sakit.


" tidak usah kek nanti juga sembuh sendiri." ucap ku.


" baiklah, nanti kakek akan menyuruh bi Narti membawakan makanan dan obat untuk kami." kakek pun keluar dari kamar ku.


Lalu tiba-tiba perut ku mual kembali. aku mengangkat tubuh ku, ingin memuntahkan cairan yang serasa sudah berada di tenggorokan.


uuwweeekk.....


Aku tidak bisa menahannya lagi, aku memuntahkan isi dalam perut ku. ke bawah ranjang dengan posisi aku yang masih terduduk. rasanya tidak enak sekali. setelah itu aku tertidur.


****


Di saat Richard tidak ada, aku merasa sendiri. aku pun tidak tahu malam itu perasaan ku begitu sensitif saat mengingat Orang tua ku yang sampai saat ini aku belum pernah bertemu dengan mereka.


Ku lihat makanan ada di atas nakas, perut ku lapar, tetapi mulut ku menolak nya. kemudian aku tertidur kembali.


***


Pagi hari aku terbangun karena rasa mual di perut ku, aku memuntahkan sesuatu yang ingin keluar dari mulut ku, tetapi tidak kunjung keluar. mungkin karena isi perut ku yang kosong.


Kakek masuk ke kamar ku, beliau melihat ku yang sedang muntah, lalu kakek memijat tengkuk leher ku.


" Dewi... seperti nya kakek harus membawa mu ke rumah sakit"

__ADS_1


" tidak usah kek. nanti pagi juga aku akan sembuh. mungkin ini hanya masuk angin biasa."


" Tapi keadaan kamu seperti nya tidak baik, kemarin saat Richard hendak pergi ke kantor. Richard menitipkan kamu pada kakek. jadi kakek tidak mau di salah kan Richard jika sampai kamu kenapa-napa."


Kakek keluar dari kamar ku, aku mencoba memejamkan mata ku, tapi rasa mual itu menghantam ku kembali. aku muntah, tubuh ku terasa sangat lemas. kemudian kakek datang dengan bi Narti.


keduanya memapah tubuh ku keluar dari kamar kemudian masuk ke dalam mobil. bi Narti masih menemani ku, kakek duduk di samping supir dengan terus menengok kebelakang memperhatikan ku dengan sangat khawatir.


Aku melihat kakek menghubungi Richard yang sedang berada di luar kota itu, padahal baru tadi pagi ia pergi, tetapi aku harus merepotkan nya balik lagi ke rumah.


Saat kami telah sampai di sebuah rumah sakit, para petugas rumas sakit datang dengan mendorong ranjang pasien, aku langsung di pindahkan oleh beberapa orang, kakek dan bi Narti memegang tangan nya di ranjang dengan berusaha menyeimbangi para petugas yang membawa ku. aku masuk ke dalam ruang perawatan. aku tidak dapat melihat kakek dan bi Narti lagi karena para petugas menghalangi mereka masuk. setelah itu aku tidak tahu lagi dengan keadaan ku karena seperti nya aku jatuh pingsan di ruang perawatan.


***


setelah setengah jam Dewi masuk ke dalam ruang perawatan, salah satu seorang dokter yang menangani Dewi keluar dan berbicara kepada kakek.


" Apakah kalian keluarga pasien?" tanya seorang dokter pria paruh baya itu.


" betul sekali pak, saya kakek nya. bagaimana dengan keadaan cucu saya dok?"


" cucu anda sudah mendapatkan perawatan intensif, Anda tidak perlu khawatir karena ibu Dewi sedang mengalami gejala morning sickNes, itu biasa terjadi pada ibu hamil di trimester awal kehamilan. "


" cucu saya hamil dok ?" kakek masih belum percaya mendengar keterangan dari dokter.


" iyaa, betul sekali pak. dan kehamilan ibu Dewi sudah berjalan 6 Minggu." keterangan dari dokter membuat wajah kakek bersemu bahagia. dan tidak sabar ingin segera memberi tahu Richard tentang kabar ini.


******

__ADS_1


maaf ya up nya sering terlambat. terimakasih support nya.


__ADS_2