Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Ternyata Dia Adalah.


__ADS_3

Pagi itu hari Minggu Dewi sangat segar setelah melakukan mandi bersama Richard. jadwal mereka hari ini akan bertemu dengan helena tapi sebelum nya mereka ingin melakukan olahraga terlebih dahulu. iya Richard dan Dewi akan menuju ke tempat car free day setelah selesai berdandan mereka sudah berada di dalam mobil tinggal meluncur ke silang Monas. mengingat usia kehamilan nya yang masih sangat muda, Dewi hanya duduk menikmati kuliner yang berderet di sepanjang jalan. sementara Richard sudah berlari-lari mengelilingi jalanan. dan saat Richard melihat Dewi sedang menyantap sarapan di kang bubur tangan Richard melambai-lambai dengan memanggil nama Dewi. Dewi pun membalas hanya melemparkan senyum karena mulutnya sedang terisi penuh bubur ayam.


" mas, sudah selesai" sapa Dewi saat di lihatnya Richard berada di samping nya dengan keringat mengucur deras di tubuh nya.


" huuuft capek." jawab Richard dengan nafas yang ngos-ngosan. Dewi pun menyodorkan minuman dari tangan nya. Richard beristirahat duduk di kursi milik Kang bubur samping Dewi.


" mau makan bubur ayam??" tanya Dewi saat melihat Richard sudah hilang capek nya.


" masa habis buang Karbo jadi tambah karbo. ayo ikut aku " Richard menarik tangan Dewi, mereka berjalan sampai pada di sebuah parkiran mobil. Richard membawa Dewi ke sebuah mall tempat mereka akan bertemu dengan helena. masih ada sedikit waktu , mereka menggunakan nya untuk quality Time. Richard mengajak Dewi bermain ice skating di daerah mall taman a*g*rek tepat nya di lantai paling atas.


" ayo kita main-main Dulu." Richard menarik tangan Dewi untuk bersiap memakai perlengkapan.


" aahh.. aku tidak mau. aku belum pernah melakukan nya." jawab Dewi berusaha melepaskan genggaman tangan Richard.


" sebentar saja nanti aku ajarin."


" aku tidak mau mas, aku takut jatuh. nanti ada apa-apa lagi sama kandungan ku."


" tidak, aku tidak akan melepaskan tangan mu, saat kita sudah berada di dalam. ayolah." Richard yang waktu itu terus memaksa membuat Dewi tidak bisa berbuat banyak. Dewi pun masuk bersama Richard. Dewi awal nya kesulitan berjalan, tetapi tangan Richard yang terus menggenggam tangan Dewi membuat Dewi tidak begitu kesulitan. sesekali Richard memeluk tubuh Dewi dari belakang. awalnya Dewi sangat malu dengan beberapa orang pengunjung. tetapi rasa itu di tepis nya saat Richard berbisik. " bayangkan lah hanya ada kita berdua di sini."


Richard kemudian bercerita bahwa dahulu saat ia masih duduk di bangku SMA dia sering pergi ke sini bersama teman-teman nya. mengingat kata SMA Dewi melemparkan pertanyaan kepada Richard.


" siapa mantan kamu mas, sebelum kamu menikah dengan ku. kamu pasti pernah memiliki pacar?." mendengar pertanyaan dari Dewi Richard termenung dan melepaskan pelukannya.


" maaf mas, kalau sampai aku menyinggung masa lalu mu."

__ADS_1


" tidak apa-apa, berhubung kita sudah menjadi suami istri aku akan menceritakan semuanya kepada mu." Richard mengajak Dewi keluar dari area ice skating. dan mencari tempat makan dan minum.


mereka sudah duduk di sebuah restoran. " jadi ceritanya bagaimana mas, tentang mantan mu.?"


" kayak nya ada yang penasaran nih". ucap Richard dengan melirik kan mata nya.


" iya, memang aku sangat penasaran. awal aku mengenal mu kamu sangat tertutup dengan perasaan mu." . "ah, aku kalau mengingat nya, aku jadi sedih". gumam Dewi dalam hati.


" aku memang dulu pernah pacaran dengan seorang gadis yang sangat aku cintai dia baik, di mata ku dia wanita sempurna iya bernama Khairunnisa biasa di panggil Nisa. tapi kemudian takdir berkata lain. dia pergi lebih dahulu meninggalkan ku di saat aku sangat-sangat mencintai nya. cukup lama aku baru membiasakan diri ku tanpa kehadiran nya.


Richard termenung teringat akan ucapan nya saat Nisa baru saja pergi meninggalkan nya.


Dulu kamu pernah bilang


kita akan memiliki kerajaan


kamu mempercayakan itu semua


dan sekarang kenyataan pada mu


engkau pergi meninggalkan ku semua


ke istana yang sudah


di siapkan oleh Allah SWT

__ADS_1


tunggu aku di alam keabadian


mengingat itu semua mata Richard sudah mulai berkaca-kaca. " mas kamu tidak apa-apa?." suara Dewi kemudian mengingat kan bahwa itu kini dia juga harus menjaga perasaan Dewi yang sedang mengandung anak nya.


"gara-gara kamu sih mancing aku membuka masa lalu ku, perasaan ku jadi melau begini."


" aku tidak berniat membuka luka lama mu, hanya saja aku ingin kita saling terbuka. maafkan aku, aku tidak tahu kalau mantan mu sudah tidak ada di dunia ini."


" tidak apa-apa. CUP .. " Richard mengecup kening Dewi secara tiba-tiba. kemudian beralih memeluk nya."


" mau seperti apapun masalalu ku yang terpenting aku bahagia memiliki mu, dan kita menjalani hidup bersama." ucap Richard dengan tidak melepaskan pelukannya.


" ayo kita makan, makanan nya sudah dingin dari tadi." Dewi pun menuruti nya mereka menyantap makanan nya, Richard pun menyuapi Dewi makan. tanpa mereka sadari sedari tadi sudah ada sepasang mata yang terus mengawasi nya.


Helena sudah datang dari tadi, hanya saja ia duduk di bangku yang cukup jauh sehingga Richard dan Dewi tidak mengetahui keberadaan nya. Helena memperhatikan dengan seksama bagaimana Richard dan Dewi. Helena begitu bersyukur bahwa orang yang sudah menjadi suami Dewi itu ternyata benar-benar mencintai Dewi.


beberapa menit kemudian Dewi izin pamit untuk pergi ke toilet, saat Dewi berjalan Dewi menabrak seseorang. " aw.. aduh kalau jalan pelan-pelan dong." ucap Dewi saat di rasa lengan nya sedikit sakit karena bertabrakan dengan seseorang yang juga secara mendadak bangun dari duduknya.


" maaf mba, maaf." helena menoleh, ternyata helena yang ingin berdiri tidak sengaja bertabrakan dengan Dewi yang hendak pergi ke toilet. helena kaget karena yang di tabrak nya itu adalah seseorang yang ia bayangkan dari dulu ingin sekali menyentuh, memeluk dan menghadiahkan nya dengan banyak ciuman. tubuh nya gemetar dan kaku juga grogi menghampiri nya. rasa tidak percaya diri menghampiri nya seketika itu helena merunduk kan kepalanya.


melihat keributan tidak jauh dari tempat duduknya, Richard berdiri dan ternyata ia mendapati Dewi sepertinya sedang berdebat dengan orang lain. " kamu tidak apa-apa?" tanya Richard dengan memegang pundak Dewi dari belakang.


" aku tidak apa-apa mas, ibu ini tidak lihat-lihat saat berjalan. jadi kita bertabrakan."


Richard menoleh ke arah ibu yang sedang berurusan dengan Dewi.

__ADS_1


" ibu lain kali kalau jalan harus lebih berhati-hati ya." mereka berdua pun saling tatap, Richard begitu terkejut ternyata orang yang sedang berada di depan nya itu, tidak lain adalah mertuanya.


" Mama.... "


__ADS_2