Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Amarah nya


__ADS_3

pagi hari aku terbangun, aku merasakan badan ku terasa lemas, aku pun mengingat kejadian semalam. aku melihat semalam Richard saat melakukan hubungan dengan ku, pancaran wajah nya antara amarah bercampur kesedihan. aku menyentuh lengan Richard yang masih memeluk pinggang ku. aku mengusap nya dengan lembut. aku merasa kasihan pada Richard mungkin dia sedang memiliki banyak masalah.


aku bangun dari tempat tidur setelah aku memakai pakaian ku yang tercecer di lantai, aku ingin ke kamar mandi. aku berjalan dengan pelan karena merasa tubuh ku ada yang terasa sakit. aku mengguyur tubuh ku, aku menjadi lebih segar mendapat siraman air di pagi hari.


aku telah selesai mandi, ku lihat Richard masih tertidur dengan lelap. " mas, kamu berangkat kerja tidak ?" tanya ku yang telah rapih. tetapi Richard masih belum terbangun.


" ah, mungkin dia sangat kelelahan " gumam ku membiarkan Richard tidur, aku pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. ku buatkan teh hangat untuk Richard. mungkin secangkir teh hangat dapat menyegarkan tubuh kami setelah pergulatan semalam.


sudah hampir jam 8 pagi Richard belum juga bangun, aku pun pergi ke kampus dengan meninggalkan Richard yang tertidur.


* Richard POV *


Richard menikmati kebersamaan nya dengan Dewi semalam sampai-sampai Richard tertidur dengan lelap sekali. rasanya semua kelelahan nya selama bekerja sudah hilang. Richard meraba tempat tidur di sebelah nya dan merasakan Dewi tidak ada, Richard segera mengambil handphone nya untuk mengecek jam. Richard terkaget karena sudah siang dengan cepat Richard pergi ke kamar mandi untuk melakukan mandi kilat agar tidak telat ke kantor.


Richard sudah bersiap -siap pergi ke kantor, Richard buka pintu apartemen nya dan melihat Sarah sedang berdiri dengan Sheila.


" Richard, kamu sudah mau pergi ke kantor ?" ucap Sarah.


" iya mah, aku buru-buru ni, sudah telat"


" nanti Dulu, Mama ingin berbicara sesuatu dengan kamu "


" nanti aja mah, Richard buru -buru nie " Sarah menahan lengan Richard.

__ADS_1


" baik, mah. hanya sebentar saja yah " Richard pun masuk kembali ke dalam.


mereka bertiga duduk di sofa ruang keluarga. Sarah sengaja mendudukkan Sheila di dekat Richard.


" cepat, ada apa mah."


" jadi bagaimana keputusan mu tentang perjodohan kamu dengan Sheila. semakin cepat semakin baik untuk perusahaan mu"


" jadi, Mama kesini, mengganggu ku pagi hari hanya untuk membicarakan ini?. aku tidak bisa mewujudkan keinginan Mama untuk aku menikah dengan Sheila mah "


" lalu bagaimana dengan perusahaan mu"


" nanti aku bisa mengatur nya, tenang saja mah. aku pamit dulu ya mah" Richard menciumi tangan Sarah. Sheila sedari tadi hanya menatapi kedua orang yang ada di depan nya berbicara karena tidak ingin mengganggu dan juga Sheila belum begitu akrab dengan Richard.


Richard sudah sampai di kantor, ia langsung menghampiri Dhani salah satu karyawan nya yang di percaya. Dhani mengungkapkan beberapa store yang di miliki harus sebagian ada yang di tutup. wajah Richard menjadi menegang seperti memendam rasa kesal.


" sial " Richard menghempaskan beberapa beberapa barang yang terletak di atas meja.


" kenapa harus kamu Ferdi yang jadi saingan ku sekarang!."


" arrrgghhh.... " Richard merasa sangat kesal sekali.


" aku harus cepat-cepat menyelesaikan masalah ini " Richard pun berfikir mencari solusinya.

__ADS_1


" Dhani, keruangan ku sekarang " Richard menggunakan telpon yang ada di meja kerja nya. selang beberapa menit, Dhani datang.


" saya, pak " ucap Dhani.


" tolong Carikan aku rumah yang tidak terlalu besar tetapi bisa menampung Lima orang atau lebih.


" baik pak " ucap Dhani di iringi suara langkah kaki nya keluar dari ruangan Richard.


********


akhir-akhir ini hubungan Dewi dan Richard sudah menjadi lebih baik, sehingga Richard selalu menyempatkan untuk menjemput Dewi dari kampus lagi-lagi Richard harus menyaksikan Ferdi sedang mengobrol dengan Dewi di parkiran gedung.


" dumm... " suara pukulan tangan Richard ke wajah Ferdi secara tiba-tiba. Richard pun langsung menarik tangan Dewi dan memasukkan nya ke dalam mobil dengan keras.


*********


Richard mengendarai mobil dengan sangat kencang, aku pun menjadi semakin takut terjadi sesuatu, tangan ku berpegangan dengan kuat. aku melihat Richard menjadi pribadi yang dahulu lagi.


Richard terus menggandeng tangan ku saat keluar dari mobil. setelah sampai di apartemen, Richard menghempaskan tubuh ku dengan ke atas sofa.


" mas, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Ferdi baru saja datang saat kamu juga datang mas dan dia baru berkata sekedar menyapa ku" aku menerangkan dengan tubuh yang serasa sakit di pergelangan tangan ku.


" apapun alasannya, aku tidak mau kamu berhubungan dengan nya walau hanya beberapa jarak sekalipun" suara nada Richard semakin meninggi.

__ADS_1


" yasudah, maafkan aku ya mas" ucap ku agar emosi Richard semakin turun. apapun itu, mulai sekarang aku akan mengalah. karena sebenarnya Richard adalah orang baik.


Richard pun membuka kancing kemeja nya mengendorkan kerah baju, kemudian aku lihat Richard masuk ke dalam kamar.


__ADS_2