Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Mendapat Udara Segar.


__ADS_3

sampai pada kami yang sudah menjalani pernikahan secara sembunyi sembunyi dari ayah lalu ternyata aku hamil sehingga aku tidak bisa lagi menyembunyikan pernikahan ku dengan Vicky. aku memberi tahu ayah tentang pernikahan ku, beliau terkejut dan tidak mau merestui hubungan ku dengan Vicky. hidup berdua dengan Vicky jauh dari ayah ku. dan saat kehamilan ku menginjak usia tiga bulan. badai itu datang. ayah mengetahui tempat tinggal ku, aku di seret nya dari rumah yang biasa aku tinggali bersama Vicky. dan setelah saat itu aku tidak pernah lagi melihat Vicky atau pun Vicky datang menjemput ku.


setelah aku berada di rumah ayah. aku di suruh menggurkan kandungan ku, aku menolaknya. " lebih baik aku mati, jika sampai aku menggurkan kandungan ku". jawab ku setelah ayah memberikan ku pilihan.


usaha ayah tidak berhenti sampai di situ, beliau terus mencoba agar aku menggugur kan kandungan ku. aku terus di siksa sampai akhirnya aku menyerah. aku memberikan penawaran pada ayah ku. " aku mau di jodohkan dengan anak teman ayah asalkan aku di perbolehkan untuk melahirkan anak ini, setelah itu aku akan menuruti semua permintaan ayah." jawab ku dengan berat.


selama lima bulan itu aku di kurung nya dan tidak boleh keluar sampai aku melahirkan anak ku. dan Vicky tidak pernah mencari ku, aku berharap dia datang dan menolong ku, padahal yang ku tahu dia adalah pria yang bertanggung jawab, tapi sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan nya.


aku melahirkan anak ku dan ku letakkan dia di panti asuhan. aku bahagia meskipun aku tidak bisa merawat nya setidaknya dia memiliki kehidupan di luar sana. kemudian aku menikah dengan pria pilihan ayah ku. dan sudah memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan. ayahku menjodohkan ku dengan pria yang sangat kaya raya, dia bernama Gunawan, dia memiliki sifat otoriter sehingga membuat ku tidak bisa banyak melakukan aktivitas di luar.


Dia sangat membenci ku karena setelah menikah dia baru tahu ternyata aku sudah tidak perawan lagi. dia merasa aku adalah seorang penipu jadi sikapnya dia pada ku bukan seperti seorang istri melainkan seperti seorang budak. tetapi sekarang Gunawan telah tiada, saat itu aku sudah mencari Dewi di panti, tetapi pemilik panti tidak mau memberi tahu di mana tempat tinggal Dewi sekarang karena demi menjaga privasi orang tua angkatnya.


*****

__ADS_1


" aku sudah menceritakan semuanya kepada mu, tolong aku agar Dewi dapat memaafkan kesalahan ku, aku ingin sekali bertemu dengan nya."


" bagaimana aku bisa mempercayai semua cerita mu"


" aku tidak akan berbohong jika mengenai masalah ini. tolonglah" helena memegang tangan Richard sambil terus memohon.


" baiklah, dalam beberapa hari mendekat aku akan mengatur pertemuan mu dengan Dewi." Richard menyeruput kopi sambil terus memikirkan ucapan helena. setelah bertukar nomor, helena dan Richard pergi dengan tujuan nya masing-masing.


pagi itu setelah Richard pergi ke kantor nya aku mencoba menggerakkan kaki ku berjalan keluar kamar. kulihat Mama sedang membongkar banyak belanjaan. mama mengetahui ku aku sedang memperhatikan nya mencoba beberapa baju dari paper bag .


" lihat lah ini " ucap Mama dengan mengambil banyak belanjaan di tangan nya, aku masih diam.


" ini semua Sheila yang memberikan nya untuk Mama. sementara kamu, apa yang bisa kamu berikut untuk Mama?" ucap Mama dengan sinis.

__ADS_1


" aku akan memberikan cucu yang lucu untuk Mama " jawab ku dengan mengelus perut ku yang masih datar.


" untuk apa cucu, jika Richard menikah dengan Sheila pun dia masih bisa memberikan ku cucu." mendengar mama seperti itu, tentu saja hati ku sakit tetapi sekarang aku tidak terlalu memikirkan ucapan Mama, sekarang aku begitu hafal dengan watak mertua ku itu. aku pun pergi meninggalkan nya. dan berjalan keluar ingin mencari udara segar. aku berjalan melihat tanaman di depan. angin nya pun begitu indah dia menggoyangkan pepohonan di luar. bunga pun terlihat seperti menari-nari. aku suka suasana seperti ini.


" kamu sedang apa Dewi. termenung sendiri." kakek tiba-tiba datang.


" oh kakek. aku sedang mencari udara segar kek, sepertinya pengap jika terus di dalam rumah." ucap ku menoleh pada Kakek dan menghadap nya.


" kamu sudah makan?"


" sudah kek ".


kami mengobrol sebentar setelah itu kakek masuk lagi ke dalam, sementara aku masih ingin menikmati udara segar di luar.

__ADS_1


__ADS_2