
pagi hari Richard sedang bersiap untuk pergi ke kantor, sementara Dewi tengah menyiapkan sarapan.
" tuan , sarapan Nya sudah siap "
Richard duduk di bangku meja makan dan memakan makanan Nya secara pelan, Dewi berdiri di samping Richard.
" cih ... makanan apa ini kaya gini " Richard mengeluarkan makanan yang berada di mulut Nya.
" kenapa tuan , apa masakan aku tidak enak " Dewi menundukkan kepalanya saat bertanya pada Richard.
" apa ,! kamu terbiasa memakan masakan kampungan seperti ini " Richard yang terbiasa memakan masakan western, mulutnya terasa aneh dengan masakan Dewi .
" makanan apa ini namanya " ucap Richard kembali bertanya.
" itu , nasi kuning tuan " jawab Dewi ragu .
" itu , apalah namanya, saya tidak suka, besok kamu masak masakan yang saya sukai " perintah Richard
" memang tuan , suka masakan seperti apa "
" seperti Nya kamu , tidak tahu perkembangan zaman, apa mungkin Dulu kamu tinggal di kutub Utara " Richard meremehkan pengetahuan Dewi ,
" saya tidak tahu tuan , saya terbiasa memasak masakan yang seperti itu " jawab Dewi memberikan perlawanan terhadap Richard.
" ah , sudah lah , aku tidak ingin membuang waktu " Richard mengangkat tubuh Nya beranjak dari tempat duduknya. dan berlalu pergi ke luar apartemen.
" bagaimana aku bisa tahu masakan kesukaan Nya apa, sementara dia saja tidak mau mengatakan Nya kepada ku " gerutu Dewi saat Richard telah pergi dari apartemen.
Dewi mengambil ponsel dari kamar Nya, dan menghubungi kakek Aditya. telpon pun telah tersambung.
__ADS_1
" Dewi , bagaimana kabar mu di sana " Aditya mendahului Dewi yang ingin berbicara
" Alhamdulillah Dewi baik -baik saja kek " jawab Dewi .
" apa Richard menyakiti mu " Aditya bertanya
" ah , kakek sudah tahu Richard tidak menginginkan kehadiran ku , tapi kakek malah menjodohkan ku dengan Nya " gerutu Dewi dalam hati.
" tidak kek , Richard tidak menyakiti ku "
" syukur , kalau Richard tidak menyakiti mu " ucap Aditya merasa tenang
" aku berharap seperti itu kek , doakan saja "
" kakek ... "
" iya Dewi ada apa "
" bicara lah "
" makanan kesukaan Richard itu apa "
" Dewi , kok kamu manggilnya Richard saja, kenapa tidak menggunakan panggilan yang lebih akrab , seperti mas , atau apa " saran Aditya
" entah apa jadinya kek, kalau aku memanggil cucu kesayangan kakek dengan sebutan mas atau sayang, seandainya kakek tahu, aku itu di mata Richard bukan seperti istrinya tapi melainkan hanya seperti seorang pembantu"
" oh , iya kek maaf ya aku belum terbiasa "
Dewi kini sedang belajar bersandiwara.
__ADS_1
" tidak apa-apa Dewi kakek mengerti, kakek senang karena kamu mau belajar apa saja yang di sukai Richard "
" maaf kek Dewi terpaksa melakukan Nya, agar Dewi masih bisa hidup dengan tenang di muka bumi ini " Dewi mendengar kan ucap Aditya dengan seksama.
" Dewi, Richard itu sangat menyukai makanan western seperti , steak, pasti, chicken ," ucap Aditya memberikan informasi nya.
" oh , seperti itu ya kek " membalas ucapan Aditya.
" Dewi , nanti Hadi akan ke apartemen, ada yang ingin kakek berikan untuk mu " Aditya memberi tahu Dewi
" apa itu kek " tanya
" sebuah kartu kredit, kakek tidak mau Richard membuat mu susah " ucap Aditya
" tidak perlu repot-repot kek " Dewi ingin menolak pemberian Aditya
" sudah tunggu saja kedatangan hadi " Aditya memaksa
" baik kek " ucap Dewi mengakhiri pembicaraan Nya dengan Aditya.
setelah mengobrol dengan Aditya di handphone, Dewi browsing di internet mencari resep masakan western, dan mempelajari Nya.
terdengar bunyi bel , Dewi datang membuka kan pintu terlihat Hadi berdiri di depan.
" silahkan masuk pak " ucap Dewi .
Hadi pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
" nona ini " hadi menyodorkan sebuah kartu debit
__ADS_1
Dewi menerima Nya " bagaimana cara menggunakan Nya pak " tanya Dewi.
Hadi pun meragakan cara penggunaan kartu tersebut secara detail, setelah selesai Hadi izin pamit pulang . Dewi melanjutkan aktivitas Nya mempelajari resep masakan western.