
Richard POV.
setelah bertemu dengan saudara nya Dewi, Richard izin pamit harus pulang malam itu juga sendiri. di dalam mobil Richard terus kepikiran tentang kabar papa mertuanya. di tekan lah Nomer Aryo dan meminta nya untuk menyelidiki Vicky. setelah mengirimkan foto dan juga KTP yang ia dapat dari Mama Helen. Richard segera meletakkan handphone nya.
tak terasa Richard pun sudah sampai di rumah nya, semua anggota keluarga sedang makan malam, saat Richard masuk kakek Aditya langsung melemparkan pertanyaan kepada Richard. " di mana Dewi,? kenapa kamu hanya pulang sendiri.? "
Richard menghampiri kakek dan berbisik. " nanti aku akan ceritakan kepada kakek setelah makan malam selesai."
" kenapa berbisik? apa yang kamu coba sembunyi kan dari Mama.? dan di mana si wanita kampungan itu, kenapa tidak ikut pulang.?"
" Dewi punya nama mah, kenapa masih menyebut nya seperti itu.?" Richard berlalu meninggalkan meja makan dan berjalan masuk ke dalam kamar nya ingin segera membersihkan tubuh nya yang terasa lengket karena seharian ini ia berada di luar rumah.
setelah membersihkan diri nya, Richard keluar kamar dan menghampiri kakek nya. Aditya rupanya sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari Richard. sampai- sampai menunggu Richard di ruang keluarga tempat ia menghabiskan waktunya sendirian.
Richard segera duduk di samping kakek nya itu. dan mulai bercerita tentang Dewi yang sudah bertemu dengan ibu kandung nya. Aditya sangat bahagia sampai mata nya mulai berkaca-kaca. setelah bercerita kepada kakek nya Richard masuk ke ruang kerjanya mengerjakan pekerjaan kantor.
*** Dewi POV.
Dewi mengantar Richard sampai depan rumah, tak lupa Dewi pun memberikan ciuman selamat malam nya kepada Richard. setelah mobil Richard menghilang di tengah jalanan. Dewi pun masuk ke dalam rumah Mama nya. saat baru memasuki ruangan tangan Dewi di tarik oleh seseorang. " jangan macam-macam dengan Mama ku, Mama ku sudah setengah gila mencari anak nya yang ia titipkan di panti itu, sampai-sampai beliau jika melihat gadis perempuan seumuran dengan anak nya itu dia pasti berucap itu adalah anak nya. jika sampai aku mengetahui kalau kamu sedang membodohi Mama ku jangan harap kamu lepas dari hukuman mu." ancam Prita.
" aku tidak berbohong, aku memang anak kandungnya" jawab Dewi.
" tunggu sampai aku menyelidiki nya sendiri tentang identitas mu." Prita kemudian meninggalkan Dewi. Dewi pergi ke kamar mama nya. di dalam kamar Helena sudah tidak sabar menunggu kedatangan Dewi.
" sini sayang.. " helena kembali memeluk Dewi. rasanya sangat tidak percaya Dewi kini sudah bersama nya setelah beberapa tahun berpisah dengan nya. Helena mendudukkan Dewi di depan cermin kemudian mengambil sisir. Helena menyisir rambut Dewi dengan sangat pelan seakan sedang membayar yang dahulu tidak bisa ia lakukan. setelah puas melewati kebersamaan nya dengan Dewi pagi hari helena bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anak nya.
" tumben mah sarapan nya banyak sekali " ucap Prita yang tiba-tiba berdiri di samping helena yang sedang menata sarapan.
" iya, mama lagi ingin membuat sarapan yang spesial untuk kalian." jawab helena.
setelah itu Jho dan Dewi datang menghampiri meja makan Jho sudah rapih hendak pergi ke kantor semenjak ayah nya meninggal, Jho lah yang mengurusi perusahaan.
" wah, anak Mama sudah rapih " helena terkagum dengan anaknya yang sekarang terlihat sangat tampan sambil menarik kursi untuk duduk Jho kemudian bergantian helena menarik kursi untuk Dewi.
" anak mama yang cantik dan tampan sudah berkumpul, Mama sangat bahagia sekali."
mereka pun menyantap makanan yang ada di meja makan, ada nasi goreng telur ceplok, roti sandwich dan beberapa macam minuman mereka tinggal memilih saja.
Jhonatan menyapa Dewi dan menanyakan beberapa hal, juga menanyakan tentang Richard. seperti nya Jho senang akhirnya Dewi bertemu dengan Mama yang sejak dulu mencari nya. sementara Prita tampak cemberut seakan cemburu jika Jho berusaha dekat dengan Dewi.
__ADS_1
" mah, aku antar Prita ke kampus dulu ya." Jho dan Prita pamit mencium tengkuk tangan helena setelah selesai sarapan.
" iya, hati-hati di jalan yah." Helena berbalik ke arah Dewi yang kala itu sedang membereskan meja makan.
" sayang, biarkan ART yang melakukan pekerjaan itu."
" enggak apa-apa mah, Dewi sudah terbiasa melakukan ini."
" sudah biarkan saja, sini mau berbicara dengan kamu." Helena menarik tangan Dewi mengajak nya untuk duduk di ruang keluarga.
" Dewi kamu tidak pergi kuliah?" tanya helena.
" tidak mah, di suruh cuti dulu sama mas Richard."
" Loh memang nya kenapa?"
" oh iya aku lupa memberi tahu Mama, kalau aku sedang hamil."
" hamil???" ucap helena dengan terheran.
" betul mah. mama akan menjadi nenek "
" ini adalah kabar baik, mama akan merayakan nya."
*** Richard POV.
pagi hari Richard sudah berada di kantor meskipun sedikit telat karena semalam ia lembur di ruang kerja nya juga harus menyiapkan segala sesuatunya karena tidak ada Dewi.
" huft..aku sudah terbiasa dengan keberadaan nya. sekarang pas Dewi tidak ada rasanya jiwa ku merasa kosong. aku begitu merindukan nya." Richard menghela nafas di kursi kantor nya sambil memutar-mutar kan. kemudian Richard mengambil benda pipih yang tergeletak di atas meja. Richard menekan tombol hijau setelah di layar tertera kontak Dewi.
tuuuut... tuuuut... tuuuut.
bunyi dari handphone Richard, sudah menunggu beberapa detik tetapi belum ada jawaban. Richard pun mencoba nya lagi tetapi tetap sama. " sedang apa kah Dewi, sampai-sampai tidak bisa menjawab telepon ku.
" pak, rapat akan segera di mulai." Dhani berkata dari depan pintu.
" baiklah aku akan segera ke sana." jawab Richard. seperti baterai yang belum di cas. Richard datang ke ruang rapat dengan sangat lemas.
" kenapa pak, seperti nya bapak tidak bersemangat sekali." Tanya Dhani di ruang rapat.
__ADS_1
" tidak apa-apa." jawab Richard.
" tidak apa-apa apanya, wajah bapak terlihat seperti semalam tidak mendapat jatah."
" jatah apa nya, sok tahu sekali kamu." Richard tampak marah.
" maaf ." Dhani berucap dengan sedikit cekikikan berhasil menggoda bos nya.
setelah beberapa jam rapat pun telah selesai, Richard kembali ke ruang kerjanya. di lihat handphone nya belum ada panggilan balasan dari Dewi. hati Richard pun semakin tidak karuan. Richard berencana untuk pergi ke rumah helena tiba-tiba terdengar ketukan dari luar.
" masuk " ucap Richard seperti biasa nya.
" hallo mas Richard" Sheila tiba-tiba datang dan langsung duduk di depan Richard.
" hem, Mak lampir yang datang." ucap Richard dari dalam hati.
" bicara apa mas?" Sheila seakan mendengar ucapan Richard dalam hati.
" tidak apa-apa. ada apa kamu kemari."?
" aku kangen sama kamu mas." jawab Sheila dengan genit.
" gak kapok-kapok kamu ya, sudah aku tolak beberapa kali. kamu itu cantik dan juga wanita karier. tetapi kamu masih saja mengejar-ngejar aku yang sudah punya istri dan juga istri ku juga sedang hamil. di luaran sana itu masih banyak pria yang akan menerima mu dengan senang hati."
" tapi mas, aku cinta nya hanya sama kamu. kamu juga pasti pernah mengalami dengan yang namanya jatuh cinta. perasaan itu datang dengan sendirinya dan tidak bisa di paksa atau di tentuin kepada siapa kita berhak jatuh cinta. cinta adalah perasaan alami."
" iya, aku tahu. tetapi harus nya setelah kamu mendapatkan penolakan dari ku, kamu bisa menutup perasaan mu kepada ku."
" tapi aku tidak bisa mas, meski aku sudah mencoba nya. tetapi bayangan mu selalu hadir di mana pun aku berada."
Sheila berdiri dan berjalan ke arah Richard. obrolan nya dengan Richard yang secara intim membuat nya semakin berani menghampiri Richard dan mulai menggoda nya dengan duduk di pangkuan Richard secara tiba-tiba.
" Sheila apa-apaan kamu.?" bentak Richard yang masih kaget dengan gerakan Sheila yang begitu tiba-tiba.
Sheila langsung mengalungkan tangannya ke leher Richard dan bibirnya nyaris menyentuh bibir Richard tetapi bisa di gagalkan karena Richard langsung menjatuhkan tubuh Sheila ke bawah. " kamu semakin lancang. keluar sekarang dari ruangan ini." bentak Richard.
" aw... sakit mas" Sheila mengaduh kesakitan. posisi nya masih di bawah kursi Richard.
kaget dengan tingkah Sheila, Richard pergi keluar dari ruangan nya tanpa membantu Sheila untuk berdiri.
__ADS_1