
tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat sehingga pernikahan Richard dan Dewi pun siap untuk di gelar, semua persiapan telah dilakukan oleh orang orang Aditya mereka menyebarkan undangan pernikahan kepada kolega, teman dekat keluarga Hermawan, juga teman-teman Sarah dan umi safiya.
pagi ini, Richard dan Dewi sudah berada di kamar hotel tempat mereka akan di make up . Dewi terlebih dahulu di tangani oleh sang make up artist ternama ia menggunakan gaun pengantin berwarna putih yang cukup besar di bagian bawah Nya. sementara Richard yang telah menggunakan jas dan kemeja serba putih mengikuti gaun pengantin Dewi, sedang menunggu giliran Nya setelah Dewi. Dewi pun telah selesai, Richard menatapi Dewi yang sangat cantik dia hampir tidak menyangka Dewi bisa secantik itu.
" mas , apa kita bisa mulai " ucap Jhonny sang make up artist yang berpenampilan sedikit kemayu, menggunakan kaos berwarna pink.
" Maas " ucap halus Jhonny.
mendengar suara Jhonny, Richard langsung sadar dari tatapan Nya kepada Dewi, dan langsung duduk di depan cermin.
setelah selesai makeup Dewi dan Richard sudah berpenampilan rapi siap melangkah ke arah aula gedung hotel yang telah di hias dengan beraneka macam bunga dan ornamen -ornamen pendukung yang membuat gedung terlihat sangat mewah , di sana pun telah berjejer aneka kuliner Nusantara siap memanjakan lidah para tamu undangan.
Richard keluar dari kamar hotel di ikuti langkah kaki Dewi di belakang Richard yang agak kesulitan berjalan karena gaun pengantin Dewi yang begitu panjang.
" tuan , apakah bisa tolong aku " ucap Dewi yang sedikit bingung harus memanggil apa terhadap Richard.
tanpa menghiraukan Dewi, Richard pun tetap berjalan menyusuri lorong hotel. saat Richard sudah melihat aula hotel ia berdiri menunggu Dewi menghampiri Nya.
" cepat lah , kenapa kamu berjalan seperti siput " ucap ketus Richard.
" kalau merasa aku berjalan dengan lambat, kenapa juga kamu tidak mau membantu ku " jawab Dewi.
" sudahlah cepat " bentak Richard dengan menarik lengan Dewi.
__ADS_1
" hati -hati tuan aku bisa jatuh nanti " keluh Dewi
Beratus pasang mata pun telah menyaksikan kedatangan kedua mempelai. Richard dan Dewi berjalan ke tempat akad nikah di samping pelaminan. Dewi dan Richard duduk beriringan di depan Nya sudah ada penghulu yang telah siap menikah kan.
penghulu :
saudara Richard apakah anda telah siap.
Richard :
siap pak
penghulu memegang tangan Richard .
saudara Richard Hermawan bin Bramantyo Hermawan saya nikah kan dan kawin kan engkau dengan Dewi Anjani binti Fulan dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin 100 gr dibayar tunai
Richard :
"bagaimana para saksi" ucap penghulu sambil menengok ke kanan dan kiri
sah ... sah .. sah ... ucap para saksi.
di balas suara tepuk Sorai para tamu undangan yang ikut berbahagia karena Richard dan Dewi kini telah sah menjadi suami istri di mata hukum dan agama. Richard dan Dewi pun menandatangani buku nikah mereka berdua, setelah itu mereka berjalan ke arah pelaminan menyambut para tamu undangan yang ingin memberikan ucapan selamat kepada Richard dan Dewi.
__ADS_1
Di akhir tamu undangan , Dewi melihat umi safiya datang bersama Fikri menghampiri Nya .
" ummi ... " ucap Dewi haru .
" Dewi , apa kamu bahagia " tanya safiya
Dewi yang merasa bingung harus menjawab apa karena Richard masih berada di samping Nya.
" Dewi , bahagia umi " jawab Dewi .
" syukur lah kalau kamu bahagia, umi juga ikut bahagia " ucap safiya.
" umi, kenapa anak panti tidak ada yang datang " tanya Dewi .
" umi sengaja tidak mengajak mereka karena takut akan mengacaukan acara pernikahan kamu " jawab safiya .
karena tidak ada lagi Tamu yang hendak mengucapkan selamat, Richard pergi meninggalkan Dewi bersama safiya.
" umi, Abi , Dewi tinggal Dulu ya " Dewi izin pamit meninggalkan umi dan Abi Nya , berlari mengejar Richard dengan gaun pengantin yang sangat berat.
Richard memasuki kamar hotel , di susul dengan kedatangan Dewi , Richard mengganti pakaian Nya menjadi pakaian santai, karena Richard lelah, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
sementara Dewi sedang kesusahan melepaskan gaun pengantin yang menempel di tubuhnya.
__ADS_1
" bagaimana ini , tidak mungkin aku membangun kan dia , pasti dia bukan malah membantu ku , tapi cuma memarahiku " ucap Dewi berbicara sendiri.
dengan berusaha keras, akhirnya Dewi pun bisa melepaskan gaun pengantin Nya, dan membersihkan diri ke kamar mandi , setelah itu Dewi tidur di atas sofa.