
pagi hari Richard pergi ke kantor dengan perasaan kesal terhadap Dewi, yang mengira telah memiliki hubungan dengan Ferdi di belakang nya. sampai - sampai Richard tidak sarapan terlebih dahulu. Richard tiba-tiba datang di kantor langsung memarahi karyawan nya yang di anggap nya tidak becus bekerja.
Richard masuk ke dalam ruangan nya dengan melempar tas kerja yang ia bawa. Richard duduk sambil mengistirahatkan nafasnya yang tersengal. tapi suara keributan di depan membuat nya harus keluar. " ada apa ini " ucap Richard yang di lihat nya seorang security sedang berseteru dengan orang yang seperti nya ia kenal.
" orang ini nyelonong aja masuk pak " jawab seorang security dengan ketakutan dia mengetahui mood bos nya itu sedang kurang baik, sehingga dia mengetahui kalau bos nya itu tidak ingin di ganggu.
" Ferdi , mau apa kamu kemari " ucap Richard kaget.
" Richard aku perlu berbicara dengan kamu " jawab Ferdi dengan memelas.
" kalau kamu ingin membicarakan Dewi, lupakan lah " Richard hendak pergi meninggalkan Ferdi.
" sebentar saja Chad.." Ferdi pun membuntuti langkah Richard dan dengan enaknya langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi Richard.
" hanya sebentar saja" sarat dari Richard yang merasa tidak tega melihat sahabat dari kecil nya itu memohon.
" baiklah, ada apa? cepat katakan. waktu ku tidak banyak" Richard merasa perasaan nya sedang tidak nyaman sehingga dia tidak ingin berlama-lama.
" serahkan Dewi pada ku dan aku akan memberikan apapun yang kamu mau , kamu mau salah satu perusahaan ku,?. akan aku berikan. apapun itu Richard, aku mohon biarkan Dewi ikut dengan ku " Ferdi terus merengek.
" apa-apaan kamu, cepat pergi lah dari sini " ucap Richard dengan mengangkat tubuh nya .
" kalau kamu tidak mau memberikan Dewi untuk ku, tolong kamu jangan sering menyakiti nya. kalau kamu masih menyakiti nya, aku tidak akan segan untuk merebut nya dari mu " ucap Ferdi dengan nada mengancam.
" cepatlah pergi dari sini, atau aku akan memanggil security " Richard yang mulai kesal jalan kearah pintu, tetapi Ferdi pun mengikuti langkah Richard dan pergi dari perusahaan Richard.
__ADS_1
Richard menghempaskan tubuhnya ke kursi dengan kasar dan mengusap rambut nya menggunakan kedua tangan nya. hari ini seperti nya Richard sangat malas jika harus di mengerjakan pekerjaan kantor. Richard keluar meninggalkan gedung perkantoran miliki nya. tetapi dia pun bingung harus pergi kemana. Richard teringat sebuah tempat yang nyaman, yaitu sebuah clab. Richard main billiar di sana di temani para wanita sexsi.
*********************
Dewi POV
Dewi keluar apartemen setelah Richard juga pergi ke kantor, tidak ada obrolan di antara keduanya. Richard sedang mendiaminya setelah kejadian semalam.
tapi Dewi tidak peduli ia tetap melangkahkan kakinya dengan penuh semangat pergi ke kampus. dengan menaiki angkutan umum. setelah mobil yang di naiki Dewi berhenti tepat di depan kampus.
" Dewi.. " seseorang memanggil dan melambaikan tangannya.
" kak Ferdi"
Ferdi pun menghampiri Dewi, kemudian menyapa nya. dan mereka mengobrol sebentar, setelah itu Dewi masuk ke dalam kampus karena jam mata kuliah akan segera di mulai.
" hai Anita " balik sapa Dewi. Anita mulai akrab dengan Dewi setelah sering nya mereka bertemu saat ospek.
" Dewi... kamu sarapan belum " Tanya Anita.
" mmm... belum " jawab Dewi dengan ragu.
" kita ke kantin sebentar yuk... " Anita langsung menarik lengan Dewi dan menggandeng nya. berjalan ke arah kantin kampus, di. sana sudah berjejer penjual makanan.
" kamu mau pesen apa " Tanya Anita.
__ADS_1
" aku, pesen bubur ayam aja" jawab Dewi. Anita pun.
Anita penuh semangat menghampiri pedagang bubur di kantin, semula Anita ingin sarapan roti bakar, saat Dewi memilih bubur ayam seperti nya dia tertarik dan akhirnya memilih menu yang sama seperti Dewi.
beberapa menit mereka telah selesai sarapan, dan kembali lagi ke kelas. berselang setelah Dewi dan Anita masuk, dosen mata kuliah pun masuk memberi pelajaran.
" Dewi.. mau sekalian " tawar Anita saat berada di tempat parkiran yang membawa mobil sendiri, karena kuliah hari ini telah usai.
" kita enggak searah, aku naik angkutan umum saja" jawab Dewi yang enggan untuk merepotkan orang lain.
" tidak apa-apa, aku sekalian mau tahu rumah rumah mu " Anita memaksa membuat Dewi tidak enak menolak nya.
" baiklah " Dewi mengiyakan ajakan Anita. Dewi dan Anita pun masuk ke dalam mobil nya, Anita menyetir nya dengan sangat cepat.
" Anita sejak kapan? kamu sudah mulai bisa menyetir " tanya Dewi di sela - sela obrolan nya dengan Anita.
" sejak SMA, orang tua ku membelikan ku mobil, dan aku mulai belajar menyetir, setelah aku lancar. orang tua ku pun membolehkan ku membawa nya" terang Anita.
" itu rumah ku, berhenti di sini saja" ucap Dewi saat gedung apartemen sudah terlihat di depan.
" oh, kamu tinggal di sini" balas Anita.
" kamu mau mampir dulu " tawar Dewi saat tubuh nya sudah berada di luar mobil.
" gampang nanti saja lain waktu" tolak Anita.
__ADS_1
" baiklah, terimakasih ya atas tumpangannya" ucap Dewi, Anita pun membalas nya dengan lambaian tangannya dan pergi meninggalkan Dewi. Dewi pun masuk ke dalam apartemen nya.