Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Minta Cucu


__ADS_3

Richard bangun saat aku sedang menyiapkan makanan siang. dia mendatangi ku, yang saat itu aku sedang berada di dapur.


Richard mencium pipi ku dari belakang. aku tersentak karena sentuhan Richard yang begitu tiba-tiba.


" mas "


" Hem "


" kamu belum mandi ya?, bau tau. mandi dulu sana. terus habis itu kita makan siang "


" aku tidak ingin makan siang, aku mau memakan mu saja" ucap Richard.


" ish.. apaan sih." aku menutup mulutnya dengan sendok saat bibir nya hendak mencium ku.


Aku pun berlari meninggalkan nya. kulihat Richard hanya berdiri termenung menatap ku yang sudah lari meninggalkan nya aku pun tersenyum tipis berusaha menggoda nya.


Kami sudah selesai makan siang, tetapi Richard masih berada di kamar nya. aku membawa nampan yang berisi makanan. " mas " teriak ku. suara kucuran air kran di kamar mandi membuat ku tahu bahwa Richard sedang berada di kamar mandi.


Aku menunggu nya sambil membereskan tempat tidur yang berantakan. beberapa menit Richard pun keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi.


"mas, ini makanan nya aku bawa kesini."


" terimakasih sayang..." jawab nya.


Richard langsung melahap makanan yang


aku bawa.


" Dewi ..." ucap nya dengan raut wajah yang serius.


" iya, mas "


" terimakasih ya, kamu sudah mau menemani ku dalam masa sulit ini"


" sama-sama mas, memang itu kewajiban seorang istri "


" Tidak terasa pernikahan kita sudah hampir satu tahun, tapi aku baru menikmati indahnya sekarang. maafkan aku yang dulu sangat kasar pada mu ya, !!."


"sebelum kamu meminta maaf pun, aku sudah memaafkan mu mas " ucap ku. dan saat itu Richard memegang tangan ku, dan menciumi nya seakan menyesal.


Oia, kamu tidak merindukan panti asuhan ibu safiya tempat kamu dulu ?,"

__ADS_1


" Aku memang merindukan panti mas, tetapi aku tidak berani mengungkapkan nya, aku takut kamu melarang ku untuk kesana "


" Minggu depan kita ke panti yah "


" beneran mas, kamu tidak malu aku berasal dari sana."


" tidak sayang. untuk apa aku malu. aku mencintaimu dan aku mencintai masalalu mu juga " kata-kata Richard sudah meluluhkan ku, tidak terasa aku menyandarkan diri ku di tubuhnya."


" terimakasih mas."


" Hem " Richard menciumi kening ku berkali-kali.


" mas,... "


" iya sayang "


" kita seharian ini terus berada di kamar, Apa tidak malu sama kakek, papa dan mama "


" Mereka pun akan mengerti kok, kita pengantin baru "


" pengantin baru dari mana?. kita kan sudah lama menikah mas"


" iya, tapi aku baru merasakan indahnya sekarang."


Aku menyapa kakek yang sedang termenung sendiri. " kakek sedang memikirkan apa?" tanya ku.


" oh, kamu Dewi. kakek sedang melamun kapan rumah ini ramai suara anak berlari kesana-kemari dan mengganggu kakek."


" Maksud nya kek "


" Masa kamu tidak mengerti, apa kamu pura- pura tidak mengerti." aku bersemu merah mendengar ucapan kakek.


" kakek sangat menginginkan cucu, kapan kamu dan Richard memberi kakek cucu". tanya kakek.


aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari kakek, seakan lidah ku kelu.


" tenang saja kek, setiap hari kami sudah membuat nya. tinggal menunggu jadi saja" ucap Richard yang datang tiba-tiba dari arah belakang. dan berdiri tepat di samping ku. mendengar Richard bicara sevulgar itu membuat aku mencubit lengan nya dengan gemas.


" Hahaha... " dan aku mendengar kakek tertawa terbahak - bahak. Richard pun bergabung di sisi kakek dan menemani nya mengobrol. kalau dipikir aku juga merasa kasihan kepada kakek yang merasa Kesepian.


Hari sudah malam tetapi aku belum melihat tanda-tanda kedatangan mereka. mama dan papa sedang berkunjung ke rumah temannya.

__ADS_1


Aku dan Richard pun kembali ke kamar setelah menemani kakek. karena kelamaan duduk kakek minta di antar ke kamar nya dan juga ini sudah malam. kakek ingin beristirahat.


" Mas, kamu yakin ingin memberikan kakek cucu " Tanya ku.


" Aku terserah kamu saja, bagaimana dengan kuliah mu " jawab Richard.


" iya aku juga memikirkan kesitu, tapi tadi melihat kakek termenung sendiri membuat ku kasihan."


" kalau begitu, kita coba saja program hamil, lagian juga wanita hamil tidak di larang kuliah kok " ucap Richard.


" aku setuju mas ... " jawab ku.


" mari kita mempraktekkan nya " ledek nya dengan tatapan menggoda.


" setiap hari, kamu mah minta nya praktek terus mas " bantah ku.


" iya, tapi aku ingin mempraktekkan nya lagi " Rayu Richard yang sudah memeluk ku dari belakang.


memang aku tidak pernah bisa menolak ajakan nya. malam itu kami pun melakukan nya lagi.


********


 


VISUAL CAST PEMERAN


 


DEWI



RICHARD



DEWI & RICHARD



FERDY

__ADS_1



__ADS_2