Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
pindah ke kamar nya.


__ADS_3

Sesuai janjinya kepada Dewi, setelah dari cafe Richard mengarahkan mobil nya ke arah kampus. jam kuliah juga belum selesai, Richard menunggu di samping mobil sambil melihat keadaan di luar kampus. pikiran nya masih terngiang tentang rencana Mama nya yang akan menjodohkan nya.


Dewi berjalan ke parkiran bersama Anita. " Dewi lihat, Anita menunjukkan seseorang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri "


Dewi melihat nya, Richard sedang berdiri menunggu nya, " sampai bertemu lagi ya Anita " Dewi berpamitan kepada Anita


" mas, kamu sudah datang " tiba-tiba Dewi membiyarkan lamunan Richard.


" sudah selesai "


" sudah mas "


mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, suasana menjadi hening. Richard yang masih memikirkan perjodohannya membuat nya sangat malas berbicara. sementara Dewi dalam hati nya bertanya-tanya perubahan sikap Richard yang kini sangat baik padanya.


" apa karena perusahaan nya lagi banyak masalah sehingga dia tidak mau menguras energi nya untuk berdebat dengan ku atau karena dia sedang banyak pikiran, entahlah " banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi Dewi berusaha menikmati perubahan sikap Richard.


" mas, kok kesini " tanya Dewi saat melihat jalanan yang di Lalui nya bukan jalan yang menuju ke apartemen mereka.


" kita jalan-jalan dulu, semalam kan kita batal keluar, sehingga aku ingin menebus nya "


" mmhm ... gitu ya "


" kamu sudah makan siang belum "


" belum mas "


" kita makan siang dulu yah " tiba-tiba Richard sudah membelokkan mobilnya ke sebuah restoran.


Richard membuka kan pintu mobil, kami pun jalan beriringan masuk ke dalam restoran. perasaan ku sedikit canggung saat Richard dekat-dekat dengan ku.

__ADS_1


" sini .... " Richard menarik lengan ku untuk duduk di kursi yang ia pilih.


setelah memesan menu kulihat mata Richard terus menatapi ku seolah ada yang salah.


" kenapa mas " tanya ku sambil memeriksa wajah menggunakan tangan ku.


" tidak apa-apa " jawab Richard.


makanan pun datang, aku melahap makanan nya karena memang aku begitu lapar. tetapi ku lihat seperti Nya Richard tidak begitu nafsu makan. " kenapa mas, makanan nya masih banyak " tanya ku.


" tidak apa-apa, aku lagi males saja , kamu sudah selesai makan nya???. "


"sudah mas "


"baiklah, kita pulang sekarang"


sesampainya di rumah, Richard masih memasang wajah sedih nya, aku melihatnya menjadi sedikit ingin tahu apa yang terjadi pada nya, masalah perusahaan apakah separah itu.


" mas, aku siapkan air hangat untuk kamu mandi yah , ini sudah sangat sore"


" iyaa.. " jawab nya singkat. aku masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat, tanpa ku duga Richard juga masuk ke dalam kamar.


" mas, kamu " ucap ku dengan terheran.


" maaf, aku kebelet pipis " ucap Richard dengan berusaha membuka resleting celana nya. aku dengan cepat ingin keluar dari kamar mandi, tapi karena posisi ku tadi sedang berjongkok membuat ku dapat menyaksikan Richard yang sedang membuka celana nya, aku segera berlari.


ih rasanya aneh banget, malu bercampur kaget. kenapa juga Richard sedari tadi harus menahan pipis nya.


aku masih termenung di dalam kamar Richard, aku kemudian mencoba membereskan kamar nya.

__ADS_1


"Dewi... tolong ambilkan pakaian ku, aku ingin sekalian mandi "


" baik mas " jawab ku.


aku membuka lemari bajunya dan memilih beberapa baju setelah ku dapat aku menyerahkan nya.


" ini mas " aku mengetuk pintu kamar mandi. terlihat Richard menyodorkan tangannya aku pun menyerahkan baju Richard. setelah itu aku keluar dari kamar Richard.


selesai mandi kami pun melakukan makan malam bersama setelah aku selesai memasak. dan aku hendak masuk ke dalam kamar ku, tetapi Richard memanggil ku.


" Dewi... "


" iya mas "


" bukan nya kemarin aku sudah menyuruh mu untuk tidur di kamar ku "


" mhmm... iya mas " aku ingin menolaknya tetapi bagaimana pun aku sudah menjadi istrinya jadi aku harus menuruti nya. ku ambil selimut dari kamar ku. aku masuk ke dalam kamar Richard saat malam sudah larut. aku mencoba mengulur waktu.


ceklek


pintu aku buka dengan pelan, aku lihat Richard masih berkutik dengan berkas-berkas nya lagi.


" mas , belum tidur, ini sudah larut malam loh." kata ku mencoba menghilangkan rasa canggung kuh.


" oh kamu, iya ini juga udah selesai. kenapa kamu baru kesini, kamu Takut?"


" mmmhhm.... tidak, tadi aku memang sedang belajar "


" begitu, cepat kamu juga harus tidur. nanti kamu juga bisa kesiangan" Richard sudah terlebih dahulu berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


aku pun menyusul nya. merebahkan diri di samping Richard. awalnya aku belum bisa memejamkan mata ku lama kelamaan aku pun terlelap dalam tidur ku.


__ADS_2