
setelah tubuhnya merasa lebih baik , Richard bangun dari ranjang menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya dengan air hangat. Lalu memakai baju bersiap-siap untuk pergi, Richard keluar dari kamar Nya , di lihat Nya Dewi sedang duduk menonton TV.
" mau kemana? bukan kah tuan sedang sakit " tanya Dewi.
" bukan urusan mu " jawab Richard ketus.
" tuan , tuan jangan pergi dulu, aku sudah masak untuk tuan " Dewi menghalangi Richard yang ingin keluar.
" baik lah " jawab Richard pergi ke meja makan.
Dewi mengambil kan secentong nasi, di letakkan Nya kedalam piring Richard beserta lauk Nya, Richard memakan Nya. setelah selesai makan Richard pergi keluar apartemen. kemudian melajukan mobilnya ke jalanan kota. handphone Richard pun berdering di tekannya warna hijau di layar handphone. " hallo Richard, Lo jadi kan ngumpul bareng kiat, merayakan kedatangan Ferdi dari Thailand." suara yang keluar dari handphone nya.
"jadi dong, ini gue lagi di jalan menuju lokasi " jawab Richard. "
" ok bro, kita tunggu kedatangan Nya, kita semua sudah pada ngumpul, tinggal nungguin Lo bro " suaranya pun terputus setelah itu.
Richard semakin menambah kecepatan nya, setelah itu sampai di sebuah clab tempat temannya berkumpul, berjalan masuk ke dalam. di dapatinnya ke empat teman- teman Nya sedang asyik mengobrol di temani dengan minum alkohol. mereka adalah , Bastian, Halim , Zaky, dan Ferdi.
Richard langsung memeluk tubuh Ferdi.
" hai bro , selamat datang " sapa Richard sambil memeluk tubuh Ferdi.
__ADS_1
" terimakasih , gimana kabar Lo Chad " tanya Ferdi membalas pelukan Richard.
" masih seperti biasa lah keadaan gue seperti yang lo lihat " Richard menunjukkan penampilan Nya.
" kelihatan tambah gemukan Lo Chad " puji Ferdi .
" bisa aja Lo bro " kemudian mereka duduk meneruskan obrolan mereka.
malam pun telah larut, Richard sudah tidak sadarkan diri mabuk berat, Ferdi kemudian mengantarkan nya ke apartemen Richard.
Ferdi mengetahui kode pintu apartemen Richard, langsung menekan tombol Nya. terbuka lah pintu Nya, Ferdi memapah tubuh Richard masuk ke dalam kamar Nya di letakkan nya di atas ranjang lalu Ferdi segera pergi dari apartemen Richard.
pagi hari Dewi melakukan rutinitas pagi Nya seperti biasa, Dewi masuk ke dalam kamar Richard mengecek keadaan nya yang kemarin sedang sakit tapi malah keluar sampai larut malam.
Dewi mendekati tubuh Richard yang tergeletak ia duduk di sampingnya, tangan nya menyentuh keningnya. " sudah tidak panas lagi , tapi tubuhnya bau alkohol " ucap Dewi berjalan keluar kamar .
" barang - barang kebutuhan pokok sudah pada habis " ucap Dewi yang membuka tempat penyimpanan beras . Dewi berjalan kearah kamar Nya, di ambil nya sebuah hijab segiempat berwarna biru muda , lalu di buat menjadi segitiga ia taruh di atas kepala. terlihat serasi dengan baju yang ia kenakan. Dewi melenggang keluar apartemen Nya menuruni tangga apartemen karena posisi apartemen Nya berada di lantai tiga.
Dewi berpapasan dengan beberapa orang yang tidak ia kenal saat berada di lantai dua kaki Nya terkilir dan hendak jatuh , beruntung ada seseorang di bawah Nya yang hendak naik ke atas.
" au ... " ucap Dewi tubuh Nya langsung di tahan oleh seseorang.
__ADS_1
" kamu tidak apa-apa " orang itu menanyakan keadaan Dewi.
" tidak.... tidak... hanya terkilir" terang Dewi
" mari saya bantu " tawar Nya
" tidak usah , saya bisa sendiri " tolak Dewi.
" biyar kan saya menolong anda" bujuk orang asing itu
" baiklah " Dewi setuju
di urutkan nya kaki Dewi yang terkilir , Dewi merasa kesakitan tetapi tidak lama, setelah Dewi di urutkan kaki Nya Dewi kini bisa berdiri kembali.
" terimakasih yah , siapa nama Anda " tanya Dewi.
" Ferdi, panggil saja saya Ferdi " jawab Ferdi lalu mengulurkan tangannya.
" Dewi ... nama ku Dewi " balas Dewi menjabat tangan Ferdi.
Ferdi dan Dewi pun pergi meninggalkan tempat itu, mereka memiliki kehidupan masing-masing.
__ADS_1