
pagi nya Dewi terbangun sangat pagi sekali, setelah sholat subuh ia mengambil AP. mengepel semua ruangan kecuali kamar Richard, karena Dewi enggan sekali jika harus membangunkan Richard sepagi ini, karena hanya akan menghambat keberangkatan nya ke kampus. setelah semua pekerjaan rumah selesai. Dewi berlanjut berkutik di dapur, memasak sarapan pagi untuk Richard dan untuk nya, Dewi membuat kan roti sandwich kesukaan Richard. Dewi telah menyiapkan nya di atas meja tinggal menunggu Richard keluar dari kamar.
Dewi pergi ke kamar Nya untuk menyiapkan keperluan nya di kampus, setelah selesai Dewi kembali lagi ke arah meja makan dan belum mendapati tanda - tanda kemunculan Richard dari kamar nya. " tuan... ini sudah siang " Dewi mencoba membangun kan Richard . Dewi menunggu beberapa jam tapi Richard belum juga keluar.
Dewi melihat jam di tangan nya menunjukkan pukul 07:30. sementara ini pertama ia akan masuk bangku kuliah. dengan terpaksa Dewi pergi mendahului Richard. setelah rapih Dewi meninggalkan apartemen Richard, Dewi berjalan menyusuri anak tangga, sebenarnya di apartemen itu tersedia lift tetapi Dewi lebih menyukai menuruni anak tangga.
seperti biasa saat Dewi hendak keluar selalu bertemu dengan Ferdi di bawah tangga. " kak Ferdi??." ucap Dewi terheran yang selalu mendapati Ferdi jika ia hendak keluar.
" Pagi... " Ferdi membalasinya dengan senyum sumringah, seperti pagi ini ia sangat bahagia sekali.
" mau pergi kuliah??... ayoo bareng sama aku aja " tawar Ferdi. Dewi memikirkan ini pertama kali nya ia berangkat ke kampus. dan jam menunjukkan kalau Dewi memerlukan setengah jam untuk bisa sampai di kampus nya. jika Dewi naik angkutan umum maka bisa di pastikan Dewi akan terlambat karena angkutan umum biasanya ngetem terlebih dahulu.
" kak, Ferdi. kenapa kak Ferdi selalu ada saat aku butuh." ucap Dewi dengan sedih.
__ADS_1
" udah, ayo cepat ikut lah dengan ku" Ferdi menarik tangan Dewi kemudian masuk ke dalam mobil Ferdi.
" Dewi... " ucap Ferdi yang kini sedang mengendarai mobil. dan Dewi berada di samping nya.
" ada apa? kak " tanya Dewi.
" aku punya kabar baik untuk mu " jawab Ferdi.
" apa itu, kak " tanya kembali Dewi.
" apa.... " ucap Dewi dengan yang terkaget sehingga suaranya begitu kencang dan membuat Ferdi menghentikan kemudinya.
" bagaimana Kaka bisa tahu, tentang masa lalu ku " tanya Dewi dengan heran.
__ADS_1
" aku mencari tahu semua tentang mu "jawab Ferdi meyakinkan Dewi.
" benarkah, lalu di mana orang tua ku." ucap Dewi.
" nanti setelah selesai kuliah aku akan mengantarmu menemui ibu mu " balas Ferdi.
" benarkah" ucap Dewi dengan spontan menjatuhkan tubuhnya ke pundak Ferdi. dan menangis di bahunya. " menangis lah terus di pundak ku, jika itu bisa meringankan kesedihan mu " ucap Ferdi sambil mengusapi air mata dewi.
Dewi pun semakin menangis sejadinya di pundak Ferdi, Dewi menangis karena membayangkan bertemu dengan ibu nya. dan Dewi hendak bercerita kepada ibu nya, yang di alami nya sekarang karena memiliki suami yang hanya memberikan nya kesedihan.
"ada apa Dewi? kenapa kamu menangis sampai sampai sebegitu nya" tanya Ferdi.
" bawa aku pergi dari sini kak" jawab Dewi dengan sesenggukan.
__ADS_1
Ferdi menyalakan kemudi nya dan melanjutkan perjalanan ke kampus Dewi, setelah mendengar ucapan Dewi tadi. setelah sampai tepat di depan kampus, Dewi keluar yang telah berpamitan kepada Ferdi. " Dewi... " teriak Ferdi memanggil Dewi saat Dewi telah memasuki gerbang kampus. " pulang kuliah aku jemput" Ferdi kembali berteriak. dari kejauhan Dewi pun mengangguk, dan melambaikan tangan. ketika Dewi telah menghilang dari pandangan nya, Ferdi masuk ke dalam mobil nya dan pergi ke kantor nya.