
Richard pergi dari kantor nya menuju ke rumah Amira setelah Amira mengirimkan alamat nya.
tok tok tok ....
suara pintu rumah nya terdengar, Amira pun bergegas menuju ke depan meninggalkan anak-anak nya yang sedang bermain sedang kan suaminya sudah berada di kantor sejak tadi pagi.
ceklek.
suara pintu rumah Amira di buka.
" permisi, apakah benar ini rumah ibu Amira " ucap Richard yang berdiri mematung. Amira menatap Richard dari atas kepala sampai ujung kaki.
" benar, ini dengan bapak Richard ya, silahkan masuk pak" Richard pun masuk dan duduk di kursi tamu setelah Amira terlebih dahulu duduk. Amira pun menceritakan semuanya awal dewi bisa berada di rumah nya.
" boleh kah aku menemuinya " izin Richard.
" silahkan pak , aku juga mau ke dapur membuat minuman" setelah kepergian Amira ke dapur, Richard langsung masuk ke dalam kamar Dewi berada. " bersembunyi di sini rupanya kamu" Richard mengelusi rambut Dewi. tapi ternyata itu tidak membuat dewi terbangun saking lelap nya.
" baiklah, kita lihat saja apa yang terjadi wahai tukang tidur " Richard merencanakan sesuatu. dia menemui Amira, meminta izin untuk membawa dewi dalam keadaan tertidur. awalnya Amira merasa aneh, tetapi ia pun tidak bisa mencegah nya, karena bagaimanapun Richard suaminya sehingga Amira tidak ada hak untuk melarangnya.
Richard mengangkat tubuh dewi masuk ke dalam mobil dengan pelan, kemudian Richard pun berpamitan kepada Bu Amira dan mengucapkan terimakasih, Richard menyalakan mobilnya untuk segera ke apartemen nya sebelum dewi terbangun. Richard pun terus menertawakan dewi yang masih terlelap tidur saat dirinya sudah memindahkan nya ke dalam kamar dewi.
" baiklah, kita lihat mau berapa lama lagi kamu tertidur wahai tukang tidur " ucap Richard yang sedang berkutik di dapur membuatkan minuman hangat untuk dewi.
selepas ashar dewi terbangun, dan mendapati Richard sedang berada di sampingnya dengan terus memandangi wajah nya, itu membuat Dewi terkaget dan segera terduduk.
__ADS_1
" bagaimana kamu bisa ada di sini mas " ucap Dewi terheran.
" memang nya kenapa, aku ada di apartemen ku, apa yang salah" ucap Richard membuat Dewi memandangi keadaan sekita dan memang sekarang dirinya sedang berada di kamar nya padahal tadi ia sedang berada di rumah ibu Amira. Dewi pun kebingungan.
" cepatlah minum ini." Richard menyodorkan segelas teh hangat yang di campur dengan jamu Anti masuk angin.
" apa ini mas "
" cepat minum saja " dewi pun menuruti perintah Richard.
" aku minta maaf, sudah jangan kabur lagi ya " ucap Richard dengan kaku. beberapa pertanyaan ingin dewi lempar kan tetapi perubahan sikap Richard membuat ia urungkan.
" bagaimana dia bisa tahu keberadaan ku di rumah ibu Amira ., aku tidak ingin banyak bertanya, nanti dia bisa berubah lagi, sekarang aku cukup menuruti perintah nya " gumam Dewi dalam hati.
" aku mau mandi dulu mas"
" aku tidak salah dengar, dia sudah menyiapkan makanan untuk ku " masih banyak pertanyaan bagi Dewi akhirnya ia benamkan diri nya masuk ke dalam kamar kamar mandi.
setelah rapih Dewi pun menghampiri Richard yang sedang terduduk di meja makan sambil memainkan handphone nya.
" kenapa lama sekali " ucap Richard.
" mmm.... " Dewi pun bingung harus menjawab apa, dewi pun masih berdiri di samping kursi.
Dewi menatapi makanan yang ada di atas meja beberapa menu nya, seperti nya Richard delivery order.
__ADS_1
" kenapa masih berdiri, cepat duduk lah " perintah dari Richard membuat Dewi semakin kebingungan, selama dirinya hidup bersama Richard, jika mereka hanya berdua saja Richard memperlakukan nya seperti pembantu. jika Richard sedang makan Dewi berdiri di samping nya menunggu Richard selesai makan.
" kenapa masih berdiri saja, cepat duduk lah aku sudah sangat lapar menunggu mu mandi " Richard menekan ucapan nya membuat dewi langsung mendarat kan diri nya di kursi yang ia pegangi.
Dewi mengisi piring Richard dan melayani nya dengan menuangkan minuman nya. mereka berdua pun makan bersama, Richard terus menatapi wajah Dewi, membuat Dewi tidak nyaman juga karena tidak ada obrolan dari mereka berdua.
" nanti malam, kita akan keluar " suara Richard memecah keheningan karena tadi hanya ada suara piring dan sendok yang saling berbenturan.
" hah " ucap Dewi bingung.
" dandan yang cantik ".
" memang nya selama ini aku tidak cantik"
gumam Dewi.
" kenapa "
" tidak "
" tumben sekali dia mengajak ku keluar, ada apa yah "
mereka berdua pun selesai makan, Dewi membereskan piring kotor nya kemudian mencuci nya di dapur. sementara Richard masuk ke dalam ruang kerja nya. Dewi pun masuk ke dalam kamar nya untuk membaca beberapa buku mata kuliah.
********** πΌπΌπΌπΌ *********
__ADS_1
selamat membaca, jangan lupa like dan vote nya ya. terimakasih πππ