Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Kena Rayuan Nya


__ADS_3

Di dalam mobil Richard tidak bisa menyembunyikan kekesalan nya, berulang kali ia memukul kemudi mobil. awalnya ia ingin segera menemui Ferdy, banyak perbuatan nya yang sudah di luar kewajaran. kemudian dia berfikir kembali untuk menyiapkan waktu yang tepat lebih lagi, Richard Ingin membalas perbuatan Ferdy dengan beberapa kejutan yang akan ia siapkan untuk nya.


Richard pun mengarahkan mobil nya ke arah rumah nya, perasaannya begitu sangat merindukan Dewi, padahal baru tadi pagi ia meninggalkan Dewi yang belum terbangun dari tidurnya. Richard sudah sampai di depan rumah nya, langkah nya di percepat seakan tidak sabar untuk segera menemui Dewi.


terlihat kakek sedang duduk di ruang keluarga menonton TV. Richard pun mengabaikan nya ia langsung masuk ke dalam kamar mencari keberadaan Dewi. " kemana Dewi?" saat di lihatnya seisi kamar tidak ada keberadaan Dewi.


" sayang." teriak nya sambil berjalan ke arah kamar mandi. terdengar suara kucuran air di dalam kamar mandi itu berarti Dewi sedang berada di dalam nya. Richard berdiri di depan pintu menunggu Dewi keluar dari kamar mandi.


setelah beberapa menit Dewi keluar tidak ingin menunggu lama, Richard segera menggendong Dewi. hal itu membuat Dewi kaget dengan dekapan Richard yang begitu tiba-tiba. " mas " teriak nya.


" kenapa tidak bilang kalau kamu datang".


" aku sudah berteriak memanggil nama mu, kamu saja yang tidak dengar."


" lepas mas, aku bisa jalan sendiri."


" istri ku tidak boleh capek, diam lah aku akan melayani mu, apalagi sekarang ada Dede bayi dalam perut mu." Richard meletakkan Dewi di atas ranjang dengan sangat pelan, tatapan mata mereka bertemu, tatapan itu terkunci dengan sangat lama. Richard membelai rambut Dewi Dengan pelan. mengelus pipi Dewi yang putih dan mulus. menyentuh mata nya yang sipit, saat memegang mata Dewi. Richard teringat akan nama Helena. yang masih ia sembunyikan dari Dewi.


" sayang"


" ia mas."


" kenapa mata kamu terlihat sangat sipit sekali. apa itu turunan dari keluarga mu."


" aku tidak tahu mas, aku tidak tahu keberadaan kedua orang tua ku."


" Lalu apakah kamu berharap bertemu dengan orang tua mu?."


" awalnya seperti itu mas, aku juga ingin sekali bertemu dengan orang yang telah melahirkan ku, meskipun mereka telah membuang ku. tetapi sepertinya mereka tidak menginginkan kehadiran ku, sehingga aku pun tidak begitu penasaran bertemu dengan mereka."

__ADS_1


Richard mencerna ucapan Dewi. " apa mungkin Dewi telah mengetahui keberadaan orang tua nya" gumam nya di dalam hati


tidak ingin banyak berfikir, Richard kembali bermain-main dengan wajah Dewi. memberi kecupan-kecupan di wajah nya. sentuhan itu pun akhirnya membuat Richard menginginkan tubuh Dewi untuk bisa melepaskan kerinduan junior Richard yang selama beberapa hari ini harus tertahan karena Dewi sakit.


Richard berdiri lalu berjalan ke arah kamar mandi, di lihat nya Dewi sudah terkapar tak berdaya, seperti nya Dewi tertidur. setelah Richard mandi. ia pun segera keluar dari kamar, kaki nya berjalan ke arah dapur untuk mencari makanan untuk Dewi.


" Richard?. kapan kamu pulang nak,?. " tanya kakek yang melihat Richard berjalan ke arah dapur. di lihatnya rambut Richard basah di siang bolong. kakek pun tertawa geli.


" kenapa kakek tertawa?"


" kakek tahu sekarang alasan mu pulang!".


Richard pun tersenyum malu, kemudian ia melanjutkan langkahnya ke arah dapur mencari makanan. setelah mendapatkan nya Richard kembali ke kamar.


" sayang bangun."


" Hem.." suara Dewi masih malas.


" kamu akan kembali lagi ke kantor mas?"


" iya, padahal aku ingin berlama-lama dengan mu. tetapi aku ada janji dengan klien."


mendengar hal itu Dewi merubah posisi nya duduk di atas ranjang. Richard pun segera menguapi Dewi dengan makanan yang sudah ia pegang. setelah di suapi Richard Dewi segera pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian. di lihatnya Richard sedang siap -siap pergi ke kantor. Dewi hendak mengantar Richard sampai di depan tetapi di cegah oleh Richard.


" tidak usah mengantar ku, beristirahat lah" Richard mendudukkan Dewi di atas ranjang.


" tapi aku dari tadi sudah istirahat mas."


" mengantar nya cukup sampai di sini saja, kalau ada perlu apa-apa panggil saja bi Narti yah. ... Cup.. " Richard mengecup kening Dewi.

__ADS_1


Dewi pun tidak bisa membantah perintah Richard, Dewi pun kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil menyaksikan langkah Richard pergi keluar dari kamar.


*****


Richard berada di kantor wajah nya tampak sumringah. " kok senyum-senyum sendiri pak?" dhani bertanya saat melihat keanehan pada bos nya itu.


" Hah .. " Richard tampak kaget dengan pertanyaan Dhani yang begitu tiba-tiba, karena pikirannya terus memikirkan pergulatan nya dengan Dewi tadi di rumah. karena malu Richard pun masuk ke dalam ruangan nya tanpa menjawab pertanyaan dari Dhani. Dhani pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah bos nya itu.


Di dalam ruangan pikiran Richard masih terngiang-ngiang peristiwa tadi di rumah, dasar karena otak nya yang mesum sehingga peristiwa tadi masih saja berkelibat di kepala nya. tanpa ia sadari handphone yang ia letakkan di atas meja berdering, Richard pun langsung mengangkat nya. terlihat itu panggilan dari Aryo.


*Richard : iya, bagaimana.?.


Aryo: ibu Helena bersedia bertemu dengan Anda besok siang pak.


Richard : kerja bagus Aryo*.


Richard memuji hasil kerja Aryo yang dengan cepat bisa mengatur pertemuan Nya dengan Helena itu.


tampak terasa waktu pun berlalu dengan cepat, jam kantor telah selesai Richard beserta karyawan yang lain meninggalkan kantor. di depan kantor Richard bertemu dengan Sheila.


" mau apa kamu kemari?" ucap Richard dengan sinis.


" mau mengajak mu keluar." jawab Sheila tanpa tahu malu.


" dasar perempuan s*nt*ng. aku tidak mau pergi dengan mu."


" jangan seyakin itu, kamu pasti akan menuruti perintah ku."


Richard memikirkan ucapan Sheila, tiba-tiba Sarah muncul dari belakang Sheila. " Richard ikutlah bersama dengan Sheila. kita jalan bersama.!"

__ADS_1


" tapi mah, aku ingin segera pulang."


" sebentar saja, ikut lah bersama Mama. lagian apa kamu tidak bosan makan di rumah terus. sekali-kali kita makan di luar." Sarah terus merayu Richard. Richard tampak berfikir. tanpa menunggu lama Sarah pun menarik lengan Richard mengajak nya masuk ke dalam mobil Sheila.


__ADS_2