Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
ketagihan


__ADS_3

Aku menatap punggung Richard yang masuk ke dalam kamar nya, hubungan ku dengan Richard sudah lebih baik, tapi kenapa menjadi seperti ini lagi.


seperti nya aku harus berbicara kepada kak Ferdi, agar menjaga jarak dengan ku, aku tidak ingin hubungan ku dengan Richard seperti dulu lagi.


gumam ku yang merasa bingung bagaimana mencair kan suasana lagi.


aku membuat kan Richard kopi dan beberapa cemilan.


" mas.. " teriak ku saat aku telah masuk ke dalam kamar. mata ku masih mencari keberadaan Richard. kulihat Richard baru saja keluar dari kamar nya.


" besok kamu ada kuliah ?" Richard keluar dari kamar mandi dan melihat ku sedang berdiri menunggu tiba-tiba Richard melontarkan pertanyaan itu.


" kenapa memang nya mas " Tanya ku.


" temani aku untuk melihat rumah "


" hah, rumah? " tanya ku berharap Richard mengulangi perkataan nya.


" kita akan pindah dari sini, tinggal bersama keluarga ku, kamu tidak keberatan kan jika kita tinggal di rumah yang lebih sederhana lagi.?


" kapan itu mas?, aku akan ikut kemana pun kamu pergi mas." Richard menatap ku dengan intens, membuat ku sedikit grogi. saat aku membuang pandangan ku. tiba-tiba Richard sudah berada di depan ku, Lalu memeluk ku dengan erat.


" terimakasih. " ucap Richard dengan lirih, aku membalas pelukan nya dengan memegang pundak nya. kami sejenak saling menikmati pelukan hangat itu. setelah beberapa menit tangan Richard menyusuri wajah ku. sentuhan itu pun berpindah ke setiap anggota tubuh ku yang lain.

__ADS_1


" mas... "


" Hem.." Richard terus menyusuri tubuh ku dengan mulut nya.


" aku belum mandi "


" tidak apa-apa, nanti kita mandi bersama "


mendengar jawaban itu, aku tidak bisa membantah keinginan Richard. sore itu pergulatan itu di lanjutkan di atas tempat tidur.


aku mandi bersama Richard, sore itu terasa sangat menyenangkan sekali karena Richard terus melayani ku. sampai - sampai aku terbuai.


*****


" Dewi ... " ucap Richard menghilangkan keheningan di antara kita.


" iya mas ... "


" maafkan aku ya. tadi sudah bersikap kasar kepada mu "


" iya.. tidak apa-apa. mungkin aku juga yang salah."


Richard sejenak menghentikan kemudi mobil nya. " berjanji lah kamu akan selalu di samping ku, apapun yang terjadi"

__ADS_1


aku menangkap kegelisahan di mata nya, akupun menggenggam tangan nya " aku akan selalu di sisi mu mas " ucap ku agar Richard percaya kepada ku. kami saling bertatapan di dalam mobil, tak kuduga Richard mencium kening ku dengan sangat lama. aku pun merasa di sayang dengan perlakuan Richard.


kami sampai di rumah kakek pada pukul tujuh malam. " assalamualaikum ..." ucap ku yang sudah berada di depan pintu bersama Richard yang menggandeng tangan ku.


Richard membuka kan pintu, kami pun masuk. seorang asisten rumah tangga memberi tahu kami bahwa, kakek, Mama dan papa sedang berada di meja makan, kami pun menghampiri mereka.


" kebetulan sekali, cucu kesayangan kakek datang " kami di sambut senyum ceria kakek. aku dan Richard bersalaman dengan kakek, papa dan Mama tapi saat aku mendekati mama hendak mencium tangan Mama tangan ku di tampik oleh nya.


aku tahu memang sejak awal kami menikah Mama sangat tidak suka pada ku, tapi aku akan terus berusaha baik sama mama agar Mama bisa menerima ku. sama seperti Richard sekarang semoga Mama ku juga dapat berubah.


setelah itu kami ikut bergabung duduk di meja makan.


kami memulai makan malam kami. " dalam beberapa hari lagi kita akan pindah " ucap Richard.


" kenapa kita harus pindah " Mama yang paling pertama bereaksi.


" sudah lah mah, jangan bertanya seperti itu lagi padahal aku sudah menjelaskan Nya berulang kali" Richard membalas dengan malas.


" kakek setuju dengan kamu. apakah kamu dan Dewi akan tinggal bersama kami juga?" kakek tampak antusias sekali.


" iya kek, aku juga akan pindah dari apartemen " Richard menjawab membuat senyum tipis tersemat di bibir kakek.


setelah makan malam selesai kami pun mengobrol tak terasa malam pun telah larut. aku dan Richard izin pamit pulang. aku dan Richard mengendarai mobil. terlihat jalanan begitu sepi. kami pun sampai di apartemen dengan cepat. Richard menutup pintu apartemen langkah ku tidak begitu jauh dengan langkah Richard. tiba-tiba Richard memeluk tubuh ku dari belakang.

__ADS_1


" sayang... " ucap Richard tepat di telinga ku seketika aku merasa meremang aku tetap berdiri tidak ada pergerakan dari ku. tak ku sangka tangan Richard sudah membalikkan tubuh ku menghadap ke arah nya. tangan nya memegangi wajah ku. dan "hup" bibir nya menempel di bibir ku. ternyata Richard kini semakin candu pada tubuh ku, Richard menggotong ku masuk ke dalam kamar. melanjutkan pergulatan panas kami.


__ADS_2