Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Jahat
Memaafkan mu.


__ADS_3

Pagi itu setelah mengantar kan Dewi ke kampus mobil Richard berhenti di sebuah cafe, ia sudah punya janji dengan seorang bernama Aryo yang di tugaskan untuk mencari tahu informasi tentang siapa pengirim misterius bunga untuk Dewi itu.


" selamat pagi, pak Aryo??" tanya Richard. kepada seseorang yang duduk di meja paling pojok cafe tersebut.


" betul sekali pak" Aryo berdiri dan menyodorkan tangannya kepada Richard, pun Richard membalas jabatan tangan Aryo setelah itu mereka duduk bersamaan.


Percakapan pun terjadi di antara mereka. " apa kamu sudah memegang identitas pengirim bunga misterius itu?" tanya Richard.


" sudah pak!" jawab Aryo.


" ternyata pengirim misterius itu adalah seorang wanita paruh baya." Aryo pun melanjutkan ucapannya.


" seorang wanita?" ucap Richard menyela karena kaget.


" betul Pak, dia bernama Helena " terang Aryo.

__ADS_1


" Helena?" Richard berusaha mengingat nama itu, mungkin dia mengenal nya tetapi.


" saya baru dengar nama itu" tegasnya setelah berusaha mengingat-ingat.


" Lalu apa motif wanita itu selalu mengirimkan bunga untuk Dewi dengan tertera ucapan maaf itu."


" kalau alasan wanita itu mengirimkan bunga, saya belum mengetahui secara pasti, karena penyelidikan saya baru sampai mengumpulkan informasi tentang identitas wanita itu."


" kalau seperti itu, awasi terus wanita itu dan cari tahu, di luar dia bertemu dengan siapa saja."


" siap pak" ucap Aryo.


Di dalam mobil Richard menebak-nebak siapa wanita itu, tetapi kebenaran dari informasi Aryo yang akan menguatkan tebakannya itu.


***

__ADS_1


Setelah selesai kuliah, aku memesan taksi online. setidaknya itu lebih baik daripada aku mesti di jemput oleh Richard yang masih mendiamkan ku.


" berhenti di sini pak" ucap ku saat aku telah sampai di rumah. aku turun setelah aku memberikan beberapa uang kepada supir taksi online itu. aku lihat di depan rumah terparkir mobil mewah. " itu pasti mobil Sheila " pikir ku dan memang ternyata benar. saat aku masuk ke dalam rumah aku melihat Mama sedang asyik berbincang dengan Sheila. aku menyapa mama dan seperti biasa aku di cuekin oleh beliau. kapan sih mama akan hati nya untuk ku. aku pun masuk ke dalam kamar.


Perut ku sangat lapar, aku ke dapur untuk mencari makanan. saat aku berjalan ke arah dapur di ruang keluarga tempat mama dan Sheila mengobrol aku melihat Richard juga duduk di sana. " sejak kapan dia pulang" ucap ku dalam hati. mata kami saling bertatapan, tatapan itu saling mengunci kemudian aku mengalihkan pandanganku aku tidak memperdulikan lagi mereka sedang apa. aku berjalan ke arah dapur untuk mengisi perut ku yang sedang kelaparan.


" ada makanan apa bi" tanya ku sambil membuka tudung saji. aku melihat banyak jenis makanan di atas meja. seperti nya bi Narti masak banyak hari ini. aku segera duduk dan mengambil nasi dan lauk pauk nya untuk segera melahap nya. aku kaget karena tiba-tiba Richard duduk di samping ku.


" suapin aku " ucap nya secara tiba-tiba.


" Hah." aku merasa terheran dengan sikap nya, bukan nya dia sedang mendiamkan ku. kenapa sekarang manja sekali sikapnya.


" cepat suapin aku " Richard mengeluarkan wajah genit nya. sejenak aku terdiam.


" Ayo Dewi suapin aku " suara itu semakin merengek. baiklah. aku akan menyuapinya. ku arahkan sendok yang sudah terisi penuh makanan ke dalam mulutnya. dan Richard seketika merebut sendok yang aku pegang.

__ADS_1


" buka mulut mu " paksa Richard. membuat ku sangat heran dengan sikap nya. yang mudah berubah-ubah tetapi aku menikmati suasana ini, kami saling bergantian menyuapi. sampai makanan habis tak tersisa.


Richard kemudian memegang tangan ku dan mengecupi nya. " maaf kan aku " lirihnya, aku melihat banyak kerinduan di mata nya. sudah hampir seminggu, Richard tidak pernah menyentuh ku. ada apa sehingga sekarang Richard berubah? aku bertanya-tanya dalam hati. sentuhan tangan Richard berpindah ke mana-mana. " mas, di sini banyak orang yang melihat, kita pindah ke kamar saja" ucap ku.


__ADS_2