
Dewi POV.
Dewi terduduk di kursi semalaman sampai ia mendengar suara adzan lalu bergegas mencari sumber suara, setelah menemukan nya. Dewi pun melakukan sholat subuh, setelah sholat selesai Dewi sandar kan tubuh nya di tembok masjid, salah satu jamaah terus memperhatikan Dewi hingga membuat nya tidak nyaman.
" mba seperti nya tadi aku lihat, mba yang semalaman di taman ya " jamaah yang terus menatapinya kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada dewi.
" betul bu, " jawab dewi dengan lemas.
" kenapa mba, apa sedang ada masalah ? wajah mba terlihat sangat pucat sekali. lebih baik, mba istirahat di rumah ku dulu " perempuan paruh baya itu menawarkan pertolongan kepada dewi.
" apakah boleh bu ..." ucap dewi malu-malu.
" tentu saja, ibu kasihan melihat kondisi kamu seperti nya kurang istirahat "
mereka pun kemudian berkenalan satu sama lain, dewi mengetahui ibu yang berbaik hati pada nya itu bernama ibu Amira. dewi mengekori langkah ibu Amira setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah lantai dua. di depan nya terdapat pagar berwarna hitam yang menjulang tinggi.
" assalamualaikum abi... " ucap bu Amira dengan membuka pintu karena dia memegang kunci cadangan.
mereka pun masuk ke dalam. " silahkan duduk " Amira mempersilahkan. Dewi pun duduk di ruang tamu yang cukup begitu luas, sementara Amira pergi ke dapur untuk membuat teh hangat.
" silahkan di minum " suruh Amira.
__ADS_1
"terimakasih Bu " dewi mengambil gelas di depan nya.
" suami ku mungkin belum pulang dari masjid, mungkin berbincang dulu dengan teman nya dan anak ku belum pada bangun" Amira mengawali obrolan nya dengan dewi.
" ibu punya anak berapa bu... " tanya dewi.
" tiga, yang pertama kelas 3 SD yang kedua kelas 1 SD dan yang terakhir masih berumur tiga tahun, kalau kamu dewi sudah menikah atau belum, terus bagaimana kamu bisa berada di taman? " Amira mencecari beberapa pertanyaan, membuat dewi semakin bingung untuk menjawab nya.
" aku ... aku sudah menikah Bu ....." ucap nya ragu, seperti masih banyak yang ingin di ceritakan lagi.
" kamu sedang bertengkar dengan suami mu yah " Amira mengira-ngira penyebab dewi semalam berada di taman komplek nya.
" mmm.... iya Bu, bagaimana ibu bisa sampai tahu "
Dewi terdiam mendengarkan ucapan dari ibu Amira, menelaah setiap ucapan yang ia dengar.
" sudah, sekarang mari ibu antarkan kamu ke kamar tamu, kasihan dari semalam kamu belum tidur " suruh Amira saat melihat wajah dewi.
Dewi masuk ke dalam kamar setelah di antar oleh Amira, kemudian Amira melanjutkan aktivitas nya seperti biasa sebagai ibu rumah tangga.
***************
__ADS_1
Di apartemen nya pagi itu Richard hendak pergi kerja, meskipun pikiran nya cemas mengenai dewi tetapi perusahaan nya yang sedang mengalami masalah, mau tidak mau Richard mengharuskan nya Bekerja.
sampailah Richard di kantor nya dengan tepat waktu. jadwal hari ini Richard akan mendatangi beberapa Bank untuk melakukan pinjaman agar perusahaan nya dapat bangkit kembali. sudah siang hari tetapi usaha nya mendatangi beberapa bank belum membuahkan hasil, karena pihak bank yang berfikir dua kali untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan Richard, karena pinjaman yang di ajukan oleh Richard sangatlah besar sehingga pihak bank tidak mau mengambil resiko.
****************
Di kediaman ibu Amira dewi masih tertidur karena memang semalaman dewi terjaga, ibu Amira masuk ke dalam kamar dewi hendak mengantarkan makan siang, tetapi terdengar suara nada dering berasal dari handphone dewi yang tergeletak di atas nakas posisi masih menempel dengan charger. ibu Amira ingin membangun kan dewi tetapi niatnya di urungkan saat melihat Dewi tertidur dengan lelap sekali sambil memeluk bantal guling. akhirnya ibu Amira pun mengangkat telepon milik dewi itu. dan terlihat di layar tertulis panggilan dari " mas Richard "
" hallo assalamualaikum " ucap Amira.
" hallo... Dewi... "
" maaf ini bukan Dewi "
" kamu siapa? mengapa handphone istri ku ada pada Anda "
" Aku Amira sebaiknya anda kesini saja, nanti akan Aku jelaskan saat bapak Richard berada di sini, dan istri Anda sedang tertidur jadi aku yang mengangkat telponnya " ucap Amira saat mendengar dari balik handphone yang ia pegang bahwa ia adalah suaminya Dewi.
" baiklah aku akan segera kesitu, oh iya ibu, ibu jangan memberi tahu kepada Dewi bahwa baru saja aku menelpon, dan tolong panggilan ini ibu hapus agar istri ku tidak curiga, jangan sampai istri ku pergi dulu ya Bu "
" baiklah dan aku akan mengirimkan alamat rumah ku lewat pesan singkat "
__ADS_1
" baik bu, terimakasih banyak."
"sama-sama " panggilan itu pun berakhir. saat Amira selesai mengutak-atik handphone dewi, Amira pun pergi ke luar karena suara tangisan dari anak yang paling kecil nya dari luar kamar.