
Dewi sedang melihat ke arah luar dari balik jendela berharap mama nya akan segera datang lagi, tetapi sudah tiga hari berlalu semenjak Dewi berusaha untuk memaafkan mama nya itu. terdengar suara handphone berdering, Dewi melihat layar ternyata panggilan itu dari Jhonatan Dewi pun langsung mengangkat nya.
*****Dewi : hallo
Jho: kakak lagi di mana? kenapa sekarang kakak jarang main ke rumah? apa kabar kakak baik-baik saja?.
Dewi : kakak baik-baik saja Jho. kakak hanya sedang sibuk saja.
Jho: oh gitu. kakak aku mau tanya sesuatu.
Dewi: Tanya apa Jho.?
Jho : apa ada sesuatu yang aku tidak ketahui. sekarang kakak jarang main ke sini dan sekarang mama sakit. entah mengapa sakit nya mama berbeda sekarang dia banyak menangis seakan meratapi sesuatu tetapi aku tidak tahu itu apa? aku sudah bertanya apa yang mama ingin kan tetapi hanya di jawabi dengan tangisan. aku bingung kak. apa kakak bisa datang kesini. siapa tahu dengan kakak datang kesini mama akan senang melihat kakak.
Dewi : mama sakit ?. baiklah siang ini kakak akan kesana. kamu jangan pergi ke kantor dulu karena kakak juga ingin membicarakan hal serius dengan kamu.
Jho: baik kak Jho tunggu kedatangan ya kakak**.
****
" mba Fatma kita siap- siap ya.??"
" memang kita mau kemana dek,?" Fatma mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan Vicky.
" kita mau ke rumah mama, sebentar aku mau menelpon mas Richard dulu. apa bisa dia mengantar ku " Dewi pergi ke kamar nya
untuk menelpon Richard.
setelah melakukan panggilan telepon, ternyata Richard tidak bisa mengantarkan nya ke rumah helena, sehingga ia di antar oleh pak supir. setelah selesai bersiap-siap, dengan segera Dewi, Fatma dan Vicky masuk ke dalam mobil. pak supir pun segera menyalakan mobilnya dan melaju di tengah jalanan.
mereka pun telah sampai di rumah helena, Dewi segera masuk dan di sambut oleh Jhonatan yang sengaja tidak pergi ke kantor demi menemani mama nya yang sedang sakit.
__ADS_1
" kakak..." sapa Jho, dan melihat dua orang yang masih nampak asing di mata nya.
" siapa mereka kak?" tanya Jho penasaran.
" nanti kakak cerita kan, sekarang kakak mau menemui mama dulu." Dewi mendorong kursi roda Vicky menuju ke kamar helena. Jho pun mengikuti langkah kakak nya itu.
terlihat helena tidur dengan terbalut selimut, mata nya terpejam tapi terlihat mata nya mengeluarkan air, Dewi merasa bersalah melihat keadaan mama nya sekarang. Dewi dudu di samping tubuh helena, di pegangi nya anggota tubuh helena memberikan pijatan kecil. Helena pun terbangun. " Dewi..." ucap nya lirih.
" maafkan aku ya mah, pikiran ku sangat kacau saat aku melihat keadaan papa terlebih lagi saat pertama aku menemukan papah kondisi nya sangat memprihatikan"
" tidak, tidak kamu tidak salah apa-apa. mama yang jahat karena tidak tahu kelakuan orang tua mama sampai sejauh itu. mama kira, cukup hidup mama yang di buat menderita. ternyata cara ini di lakukan agar Vicky tidak mencari mama" mata helena mencari- cari keberadaan orang yang sedang di rindui nya itu, mata mereka pun saling mengunci.
" kamu sakit apa?." suara Vicky menghentikan keheningan.
" tidak mas, aku tidak sakit Apa-apa." Dewi pun mendekatkan papa nya kepada helena dan meninggalkan mereka berdua, semenjak pertemuan itu, mereka belum berbicara dekat satu sama lain. mungkin saja ada hal yang ingin mereka ungkapkan sejak dahulu yang belum tersampaikan.
sementara Dewi bercerita kepada Jho tentang masa lalu mama nya itu dan penyebab kaki papah nya yang lumpuh itu. Jho terkaget, meski Dewi dan Jho saudara tapi berbeda ayah, tapi entah mengapa Jho sangat baik pada Dewi. " Jho, bagaimana. PDKT kamu dengan Anita?." tanya Dewi.
" kenapa kamu berfikir seperti itu.?."
" karena Anita tidak pernah mengangkat telpon dari ku, juga chat yang ku kirim tidak pernah di balas meski kulihat chat itu sudah terbaca."
" mungkin saja dia lagi sibuk sekarang kan dia lagi skripsi."
" kak, tolong buat aku dan anita ketemuan dong, tapi di temani kakak."
" maksud nya??"
" kakak ajak Anita jalan. tapi aku ikut bareng kakak."
" halah, kamu itu. ketemu sama wanita saja pakai di temani sama kakak segala. kamu tidak berani?"
__ADS_1
" bukan begitu kak, aku takut kalau aku yang ajak jalan. Anita pasti enggak mau. plis kak, mau ya. buat aku dekat dengan Anita."
" nanti kakak pikir kan lagi. sekarang kakak lagi banyak pikiran. jadi enggak mood."
***
Di dalam kamar, Vicky bingung mau berbicara apa?. rasanya banyak sekali yang ingin ia ungkapkan. tetapi mengingat helena sedang sakit. mungkin akan menunda lebih dahulu. kesehatan helena lebih penting bagi Vicky.
" kamu sudah minum obat?" ucap Vicky tetapi di balas suara isakan dari mulut helena. Vicky menyentuh kepala helena, Vicky agak kesulitan untuk menyentuh nya. tetapi akhirnya Vicky dapat meraihnya dan mencoba menenangkan helena yang sedang menangis dalam pelukan nya.
" maafkan aku mas, huuuu.... " suara tangisan helena semakin kencang."
" ishhh... semua nya sudah terjadi dan kita pun tidak bisa kembali ke masa lalu. aku sudah memaafkan mu. semua tangisan pun sekarang tidak ada gunanya lagi dan tidak bisa merubah keadaan. mari kita melihat masa depan, kita sayangi anak kita. yang sedari kecil sudah terpisah dari kedua orang tua nya."
" huuuu... membayangkan kehidupan Dewi saat di panti membuat helena semakin sedih."
" sudah jangan menangis lagi, malu sama anak kita."
" iya mas aku tidak akan sedih lagi. apakah kamu mau tinggal bersama ku di sini."
" semuanya terserah Dewi. kemana pun Dewi pergi aku akan selalu mengikuti nya. mengganti semua waktu yang terlewat. jika Dewi berkenan untuk tinggal di sini, maka aku akan mengikutinya." mendapatkan jawaban seperti itu dari Vicky, helena hanya bisa terdiam pasrah. karena pendapat Vicky ada benarnya.
tok .... tok... tok....
Dewi bersama Jho masuk. Helena menggerakkan tangannya memanggil Dewi bergabung dengan nya juga Vicky. Dewi pun duduk di samping helena. di peluk nya Dewi dengan erat, helena juga meraih tubuh Vicky walaupun hanya sedikit tetapi mereka bertiga berpelukan. dan saling mengucap kata maaf.
" mulai sekarang, keluarga kita akan bersatu." ucap Vicky. Helena mengangguk dengan pelan. perasaan bahagia menyelimuti Dewi.
Helena menanyakan Dewi, maukah dia dan Vicky tinggal di rumah helena. Dewi tidak bisa menjawab nya sekarang, karena pikiran nya masih terlalu bingung. dia meminta izin beberapa waktu untuk mengambil keputusan itu dan di setujui oleh helena.
selepas kebersamaan dengan orang tua nya, Dewi meminta izin pamit kepada helena karena harus pulang. tetapi Dewi berjanji besok akan berkunjung kembali ke rumah mama nya.
__ADS_1