
" ya ampun , mimpi apa aku semalam sehingga sekarang aku bertunangan dengan gadis kampungan itu , pasti gadis kampungan itu datang mau ngambil harta kakek ku saja " gumam Richard dalam hati sambil memainkan makanan dalam piring Nya
" Richard , kenapa makanan Nya hanya kamu mainkan saja , cepet di makan " ujar Aditya yang begitu lahap menyantap makanan.
" bisa -bisanya kakek bilang begitu , boro boro napsu makan , seperti nya hidup ku kini sudah hancur " ucap nya dalam hati
" hehehe , iya kek nanti Richard makan " jawab Richard sambil tersenyum kepaksa
" Richard , nanti pernikahan kamu semuanya kakek yang ngatur , kamu tinggal fokus kerja aja "
setelah Aditya berbicara seperti itu , Richard langsung pergi ke kamar nya dengan ekspresi wajah yang kesal.
Bram dan Sarah pun kini berada di kamar nya sedang membicarakan tentang pertunangan Richard , Dewi sedang duduk di depan cermin mengingat kejadian tadi di ruang keluarga.
ceklek
" ooh jadi gadis kampungan itu sedang bercermin yah " Richard berjalan menghampiri Dewi
" ad... ada apa kamu kesini " ucap Dewi ketakutan.
" kenapa kamu takut ,.....!!!
pintar sekali berpura-pura kamu yah , aku gak akan kejebak dengan tampang sok polos kamu " ucap ketus Richard
" maaf kan ... maaf .. saya tidak bisa menolak permintaan kakek " jawab Dewi dengan tertatih.
" diam , siapa suruh kamu berbicara, aku benci kamu karena sudah bahagia di atas penderita ku , akan aku pasti kan bukan sebuah perkawinan yang akan kamu jalani tapi sebuah kutukan, " suara Richard dengan penuh kebencian dengan memegang dagu Dewi menekan Nya mendongak ke atas.
Dewi tidak bisa berkata apa-apa, karena Takut Richard akan lebih marah lagi.
" le lepas lepaskan .. , tolong maafkan aku " ucap Dewi berusaha membela diri
__ADS_1
Richard pun melepaskan cengkraman Nya pada Dewi dan berlalu pergi keluar
" ummi " Dewi menangis di dalam kamar nya ....
" bagaimana ini , apa yang harus aku lakukan" dengan sesegukan...sampai Dewi tertidur di atas ranjangnya.
tok tok tok
" non... non " suara bi rum dari luar kamar Dewi
" iya bi sebentar " ucap Dewi sambil berjalan ke arah pintu
ceklek
" ada apa bi " tanya Dewi
" non habis nangis ya ? kok mata nya sembeb" bi rum balik bertanya
" enggak bi " Dewi berusaha menutupi matanya
" enggak apa-apa bi .. ada apa bi ? " Dewi mencoba mengalihkan pembicaraan
" itu , non di panggil tuan besar " jawab bi rum
" nanti Dewi turun bi " ucap Dewi sambil berjalan ke kamar mandi.
setelah Dewi selesai merapikan diri, Dewi turun ke bawah di sana Aditya sedang duduk di kursi menghadap ke arah taman di dampingi Hadi yang berdiri di samping Nya .
" kakek " Dewi mengapa orang yang ada di depan Nya
" Dewi , kamu sedang apa di kamar " tanya Aditya berdiri dari duduknya
__ADS_1
" Dewi tadi ketiduran kek " jawab Dewi dengan mata yang sembeb nya terlihat mata nya terlihat mengecil
" kamu di kamar saja, apa tidak bosan , temenin kakek jalan- jalan yah " Aditya menatap Dewi
" baik kek " jawab Dewi yang sudah siap jalan
" tunggu , " Aditya menghentikan langkahnya
sambil menatap wajah Dewi
" mata kamu kenapa " sambung Aditya kini lebih kaget
" enggak apa-apa kek " jawab Dewi sambil mengucek matanya
" lihat lah , mata kamu kan sudah sipit di tambah dengan sembeb , membuat mata mu kini lebih mengecil lagi , apa kamu bisa melihat " tanya Aditya
" Dewi nggak apa-apa kek , katanya kakek mau di temenin Dewi jalan-jalan , ayo kek " ajak Dewi sambil memegang tangan Aditya.
Aditya menurut permintaan Dewi mereka pun berjalan di taman samping rumah yang berdekatan dengan kolam renang.
" kek .... " ucap Dewi pelan
" Hem .... ada apa " Aditya berjalan di posisi depan di ikuti Dewi dari belakang
" boleh tidak, pernikahan ini di batal kan saja "
ucap Dewi sambil menghentikan langkahnya
" kenapa , apa ada yang menekan mu " Aditya heran
" tidak.... tidak kek hanya saja Dewi sangat kaget dengan semua ini " Dewi ekspresi wajah Nya menjadi takut
__ADS_1
" percaya lah sama kakek , nanti kamu juga bisa melewati semua ini " terang Aditya.
tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik mereka dari atas kamar lantai dua berdiri di samping kaca jendela .