
Dewi duduk di kursi tamu menunggu kedatangan Richard. sebenarnya hal itu di buat nya untuk menghilangkan kebosanan karena seharian di rumah Dewi tidak melakukan apapun.
karena kelamaan menunggu membuat Dewi tertidur di sofa ruang tamu. selang beberapa menit setelah Dewi tertidur Sarah datang dengan menenteng banyak barang belanjaan, seperti nya belanjaan itu dari Sheila. Sarah tersenyum sinis melihat Dewi tertidur, ia pun berjalan seakan tidak peduli, Sarah masuk ke dalam kamar nya seperti tidak sabar untuk segera membuka barang belanjaan nya.
Richard masuk ke dalam rumah setelah memasukkan mobil nya ke dalam garasi. di lihatnya Dewi sedang tertidur, perasaan rasa bersalah menyelimutinya. andai saja ia tidak menerima ajakan Mama nya itu, mungkin Dewi tidak harus menunggu nya lama.
Richard menggendong tubuh Dewi masuk ke dalam kamar dengan sangat pelan sehingga Dewi pun tidak terbangun dari tidurnya. Richard pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. setelah mandi Richard bergabung dengan Dewi tidur di atas ranjang.
****
pagi hari Richard sudah bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapan untuk Dewi, karena semalam pasti Dewi melewatkan makan malam nya. pikir Richard. " kenapa semalam kamu menunggu ku. harus nya kamu beristirahat saja di kamar " ucap Richard saat Dewi telah duduk dari tidur nya.
" mas, kamu sudah rapih" Dewi heran Richard yang telah rapih di waktu yang masih sangat pagi ini, dalam masa kehamilan nya Dewi merasa selalu ingin tertidur.
" maaf ya sayang, hari ini aku akan menemui ibu kandung mu, aku harus memastikan terlebih dahulu bagaimana sifat ibu mu. baru setelah itu baru aku akan mempertemukan mu dengan ibu mu." Richard termenung sambil menyendok makanan ke dalam mulut Dewi.
***
setelah melayani Dewi sarapan, Richard melajukan mobilnya ke arah kantor. Richard pun teringat akan janjinya dengan Aryo setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan. pada siang hari Richard sudah berada di cafe bersama Aryo dan sedang menunggu Helena.
__ADS_1
" bagaimana Aryo, kok dia belum datang " Richard sudah menunggu selama setengah jam tetapi Helena belum juga muncul.
" mungkin sebentar lagi pak." jawab Aryo.
" kamu yakin, ini tempat ketemuan nya."
" yakin sekali pak, mungkin ibu Helena terjebak macet."
" baiklah, tunggu setengah jam lagi. kalau dia tidak muncul. aku harus ke kantor lagi."
belum sampai setengah jam helena datang sendirian. wajah nya mirip sekali dengan Dewi, mata nya yang kecil juga berkulit putih. Richard sempat kaget karena penampilan Helena meskipun sudah seumuran dengan Mama nya tetapi terlihat seperti kalangan jet set. Richard berfikir kalau dia sebenarnya orang kaya kenapa dia tega membuang Dewi ke panti asuhan apalagi saat itu kondisi sedang hujan lebat.
Richard berdiri memberi salam kepada Helena. dan memperkenalkan diri begitu juga sebaliknya dengan Helena setelah itu mereka pun duduk.
" jadi kamu menikah dengan Dewi karena perjodohan." ucap Helena yang sudah menyelidiki semua tentang Richard. Richard sempat terkaget tetapi dia berfikir wajar lah jika orang kaya pasti mudah mencari tahu tentang dirinya secara detail tinggal menyuruh orang saja toh gampang.
" seperti nya kita tidak usah berbasa-basi lagi. jadi apa alasan Mama sampai membuang Dewi ke panti asuhan saat hujan sangat lebat". ucap Richard penuh penekanan.
Helena terdiam mendengar Richard mengucapkan hujan lebat mengingatkan nya kembali pada peristiwa waktu itu. saat dirinya sangat terpaksa harus segera meletakkan Dewi waktu itu karena saat itu ayahnya terus menekan agar bayi itu segera di letakkan sebelum ada yang melihat.
__ADS_1
" Hem... " suara Richard mencoba menyadarkan Helena dari lamunan nya.
" baiklah Richard saya akan menceritakan semua nya kepada kamu tanpa ada yang terlewat kan. tapi kamu harus janji membuat ku bisa bertemu dengan Dewi dan Dewi bisa memaafkan ku."
" mmm.. baiklah kalau hanya itu syarat nya."
Helena pun melanjutkan ceritanya.
jadi saat itu hujan sangat lebat Dewi baru saja aku lahir kan saat hujan sangat lebat. " cepat kamu buang anak itu, seperti nya keadaan ini membuat tidak banyak orang di jalan." ayahnya terus mendesak ku.
aku pun dengan berat hati meletakkan bayi mungil yang cantik itu di depan gerbang. aku ingin meletakkan nya di teras rumah agar bayi ku tidak terkena hujan. tetapi suara ayah dari dalam mobil terus berteriak dan mendesak ku untuk segera meletakkan bayi ku.
setelah aku meletakkan bayi ku aku masuk ke dalam mobil dengan deraian air mata. " sudah kamu jangan menangis." bentak ayah ku.
aku memang menangis tidak bersuara tetapi air mata ini terus turun dengan sendirinya.
ayah membawa ku kembali ke rumah. saat itu aku teringat Dewi baru saja di lahirkan di rumah bidan. aku melahirkan nya di usia 9 bulan. saat umur kandungan ku berusia 3 bulan aku di paksa berpisah dari Vicky ayah Dewi karena sejak awal ayah ku tidak mengizinkan aku menikah dengan Vicky mantan karyawan nya.
ayah ku mempunyai bisnis properti yang cukup besar aku pun anak satu-satunya dan ibu ku sudah tidak ada. saat itu Vicky adalah karyawan ayah dan menjadi karyawan terbaik sebagai marketing. di tangan nya usaha ayah ku maju pesat. aku juga bekerja di kantor ayah ku. karena sering bertemu aku dan Vicky menjalin hubungan, kami back street dari ayah. karena ayah berencana menjodohkan ku dengan anak teman nya. sampai pada akhirnya hubungan kami berlanjut pada pernikahan, awal nya kami berbeda keyakinan tetapi setelah aku mempelajari keyakinan yang di abut oleh Vicky aku merasa tertarik dan aku pun ikut kepercayaan Vicky karena aku merasa nyaman dengan ajaran nya.
__ADS_1
*****
maaf ya pada part ini tidak bermaksud menyinggung keyakinan siapa pun. mohon pengertiannya. terimakasih sudah mau membaca cerita ini, jangan lupa like dan vote nya ya. cerita ini mau aku tamat kan segera. karena mau buat cerita baru. terimakasih atas perhatiannya. ππππΌπΌπΌ